
Pagi ini seperti biasa, orang-orang akan beraktivitas, tak terkecuali anak sekolah dari SD sampai SMA, atau bahkan Mahasiswa sekalipun.
Namun pagi ini sedikit berbeda. Pagi ini turun hujan, menyebabkan orang-orang malas beranjak dari tempat tidur nya yang nyaman. Mereka akan membungkus diri di balik selimut untuk sekedar menghangatkan badan.
Hujan hujan gini enaknya emang tidur.
*****
Semua siswa/i SMA Cinta Karya mulai berdatangan, tidak lupa memakai hodie dengan topi untuk berlindung dari hujan, juga ada beberapa yang menggunakan payung.
Mereka langsung memasuki ruangan kelas masing-masing, termasuk aku. Berhubung karena hari ini turun hujan, jadi tidak ada acara baris berbaris.
Langsung saja aku menuju ruang kelas ku dengan berlari lari kecil, takut semakin basah jika berlama lama di bawah hujan. Meskipun sudah memakai jaket dan topinya, aku tetap waspada, takut berefek pada munculnya pilek.
Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Eakk
Aku langsung saja duduk di bangku ku yang berada di dekat jendela, di sudut. Ya, aku duduk di sudut, karena di pindahkan wali kelas.
Beberapa minggu setelah masuk sekolah ada sedikit masalah. Siswi bernama Tresya, kerap di panggil dengan sebutan Caca. Dia siswi paling gemuk di kelas kami, dan dia duduk di depan. Akibatnya siswa yang berada di bangku belakang tidak dapat melihat papan tulis di depan karena terhalang oleh badannya yang besar dan gemuk itu.
Alhasil, dia di pindahkan ke belakang, dan aku di hunjuk menjadi teman semejanya.
Aku yang sedari pertama kali duduk di bangku sekolah, mulai dari kelas 1 SD hingga tamat SMP tidak pernah duduk di bangku paling belakang merasa sedikit tidak nyaman.
"Hufftt, padahal aku sudah nyaman disini," batinku.
Tapi yasudahlah, terserah. Mau duduk di manapun tidak masalah bagiku. Itung-itung pengalaman pertama juga duduk di bangku paling belakang, sepertinya seru.
Dan sepertinya memang seru, karena aku akan dengan leluasa memandangi lapangan di luar, untuk sekedar menyengarkan mata dan otak saat mulai jenuh dengan suasana kelas dan jam pelajaran.
Kembali ke kelas saat ini. Aku duduk dengan tenang, memperhatikan aktivitas seluruh siswa di dalam ruangan itu. Sesekali aku juga memandang ke luar jendela, mencari keberadaan seseorang, berharap dia segera muncul dari gerbang sana.
Walaupun aku duduk dengan tenang, tapi siapa yang tahu kalau hatiku sebenarnya sedang gelisah memikirkan seseorang. Seseorang yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Mataku tak henti henti memperhatikan lapangan sekolah, berharap dia ada di antara siswa yang baru datang dan berjalan di lapangan itu.
__ADS_1
"Itu anak kemana sih? jam segini kenapa belum datang juga? ga masuk kali ya? tapi masa sih gak masuk? hujan gini doang gak masuk? padahal hujan kan turunnya air, dan dia ga akan jadi garam kalo kena air hujan," aku ber monolog, menerka nerka mengapa sampai sekarang dia belum datang juga padahal sebentar lagi jam pelajaran pertama akan di mulai.
Ketua kelas mulai mengabsen nama-nama kami, mengecek kehadiran kami untuk di serahkan kepada petugas piket pagi ini.
Aku semakin gusar, namun apa boleh buat. Saat aku mulai beralih fokus ku dari menatap ke luar jendela, tiba-tiba
"Woi jangan alpa aku klen buat.!" ujarnya berteriak.
Reaksi teman-teman sekelas berbagai macam, ada yang menoleh sebentar lalu kembali pada kegiatannya, ada yang melongo, bahkan ada yang tidak peduli sama sekali. Jangankan melongo, menoleh saja tidak.
Aku langsung saja tersenyum lega, namun hanya tipis dan itu sesaat saja. Lain jika di dalam hatiku. Hatiku tentu saja bersorak bahagia melihat wajah tampannya itu. Ehkm.
Dasar Ferdinan. Bisa bisanya mengobrak abrik mood ku, haha.
Iya, dia Ferdinan. Lagi pula siapa orang yang aku tunggu kedatangannya selain dia? Tidak ada mungkin.
Tring....
Bel berbunyi, tandanya jam pelajaran pertama akan di mulai. Beberapa menit kemudian, guru yang mengampu mata pelajaran hari ini datang.
"Pagi Bu.." jawab kami serempak.
"Baik, hari ini kita akan belajar mengenai artikel. Buka buku kalian halaman....."
Tring...
Jam pelajaran usai, saatnya istirahat untuk meregangkan oto mata, otot tangan, otot segalanya, dan juga otak, setelag belajar selama 3 les.
Tidak masalah. Ini mata pelajaran Bahasa Indonesia, jadi tidak terlalu menyiksa jiwa dan raga.
"Jam pelajaran sudah selesai, silahkan istirahat. Tapi sebelum itu, Ibu mau menyampaikan tugas kaian dulu." ujar bu guru membuat semua siswa langsung lesu, cemberut, seketika hilang semangat.
"Yaaahhh..." ujar semua nya hampir serentak. Bu Guru hanya tersenyum.
"Baik, tugas kalian adalah mencari satu artikel, bebas mau kalian ambil dari mana. Dari buku boleh, dari internet juga boleh, asalkan dia adalah artikel. Tapi jika mengambil dari buku, usahakan jangan dari buku paket kita. Bebas ingin mengambil artikel dengan tema apa. Dan kalau bisa, jangan ada yang sama." ujarnya membuat kami sedikit protes.
__ADS_1
"Lah Bu, kalo ngambilnya dari internet, ga bisa di jamin dong Bu bakalan beda beda. Karena kan dari internet, kecuali wajib dari buku kemungkinan besar bisa beda beda Bu," ujar salag satu siswa.
Yang lain membenarkan.
"Ya itu tugas kalian, gimana caranya biar gak sama. dan tugas nya di kumpulkan besok saat jam mata pelajaran Ibu." tegas Bu Guru tidak mau tau.
Kami semua hanya mampu meng-iya kan saja, pasrah.
"Baiklah kalau begitu, Ibu permisi dulu, dan silahkan istirahat." lanjutnta sambil berjalan keluar ruang kelas.
Setelah Guru keluar, semuanya langsung heboh, kelas menjadi ricuh. Ada yang ke kantin, ada yang ke luar untuk sekedar duduk di taman depan kelas, ada yang sekedar ke kamar mandi, dan ada yang tinggal di dalam ruangan. Termasuk aku.
Di saat jam istirahat seperti ini, aku lebih memilih untuk duduk tenang di bangku ku, sambil membaca novel kesukaanku, kecuali ada yang mengajakku untuk bergabung, baru aku bergerak itupun malas.
Aku masih merasa enggan untuk bergabung dengan yang lain. Aku belum menemukan orang yang benar-benar cocok untuk di jadikan teman cerita.
Seketika aku terpikir tentang tugas tadi. Karena besok ada jadwa Bahasa Indonesia, dan di kumpulkan juga besok, berarti malam ini harus sudah selesai.
"Hmm aku nyari di mana yah?" aku mulai berfikir dari mana aku akan mencari artikel.
"Jika dari buku, aku tidak yakin akan bisa menemukannya, aku sedikit ragu dengan jenis buku-buku yang ada di rumah.. tapi akan ku coba,"
"Atau bagaimana jika dari internet saja?" aku mulai menimbang nimbang.
Saat aku sedang asyik melamun, tiba-tiba seseorang menegurku dari belakang.
"Nis.!" panggilnya.
Aku langsung menoleh kebelakang, dan benar saja, dia Ferdinan. Dia langsunf duduk saja di sampingku tanpa bertanya terlebih dahulu apakah aku bersedia duduk berdampingan dengannya.
Tapi tak apalah, duduk berdampingan di kelas, siapatau bisa duduk berdampingan di pelaminan. Awww...
"Eh kamu Nan, kenapa?"
"Kamu ngapain di sini? kok sendiri, gak gabung sama yang lain?"
__ADS_1
"Enggak kenapa, ini aku lagi mikirin tugas tadi, kira-kira dari mana aku akan mencari bahan referensi. jika dari buku, aku ragu apakah ada, tapi jika dari internet, aku sedang tidak ada kuota, hehe," aku sedikit menjelaskan kepadanya dan di akhiri dengan nyengir kuda.