Selalu Direndahkan Keluarga Suami

Selalu Direndahkan Keluarga Suami
Setuju


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan Indah, Mama nya Hanung yang bernama Ida menatap Resti lekat.


''Eh, Ma. Jangan percaya sama apa yang dikatakan oleh wanita bodoh itu, selain bodoh ternyata dia juga tukang bohong dan tukang fitnah,'' ucap Resti salah tingkah.


Ida mengelus pelan rambut Resti, lalu berucap.


''Kalau kamu benaran ada hubungan spesial sama Hanung juga tak apa-apa Resti. Mama setuju, Mama lebih setuju kalau kamu yang menjadi istri Hanung,'' ucap Ida seraya tersenyum simpul.


Mendengar itu, betapa senangnya hati Resti, serasa ada angin segar yang menghampirinya. Dia tidak menyangka sama respon yang diberikan oleh Ida. Dia kira Ida akan marah ternyata tidak.


''Ma, Mama beneran setuju kalau aku dan Mas Hanung punya hubungan spesial?'' tanya Resti memastikan kedua tangannya memegang tangan Ida.


''Ayo, kita bicara didalam mobil saja, nanti orang bodoh itu mendengar obrolan kita,'' ajak Ida. Lalu dia dan Resti berjalan memasuki mobil.

__ADS_1


Setibanya didalam mobil, Ida memeluk tubuh Resti.


''Jadi beneran selama ini kamu dan Hanung pacaran dibelakang Indah?'' tanya Ida.


''Em, iya, Ma,'' jawab Resti sedikit ragu.


''Alhamdulillah. Mama senang dengar nya,''


"Dasar wanita sialan tidak tahu terimakasih. Benalu. Mama akan membujuk Hanung agar dia menceraikan Indah dan setelah itu kalian bisa menikah. Mama berharap Cantika akan mempunyai adik dari kamu dan Hanung,''


''Ah Mama, belum juga menikah udah ngomongin adik untuk Cantika. Aku jadi malu,''


''Hahaha, habis nya Mama kebelet pengen punya cucu lagi. Mama pengen cucu laki-laki dari kamu dan Hanung,''

__ADS_1


''Cucu laki-laki Mama 'kan udah ada. Tuh anaknya Indah, Si Husein,''


''Ais, dari dulu Mama tidak pernah suka sama keturunan wanita bodoh itu. Mama tidak pernah menganggap Hasan dan Husein sebagai cucu Mama. Itulah kenapa saat Hasan meninggal dunia, Mama sama sekali tidak merasa sedih dan kehilangan,''


''Wah berarti sama dong Ma. Aku juga, saat Hasan meninggal dunia aku juga sama sekali tidak merasa sedih. Yang ada aku malah merasa bahagia karena beban nya Mas Hanung jadi berkurang satu,''


''Iya Sayang. Ternyata kita satu pemikiran,'' ucap Ida.


''Bahkan aku juga ingin melenyapkan Husein dari muka bumi ini, agar tak ada alasan bagi Indah untuk meminta bagian dari hartanya Mas Hanung,'' ucap Resti didalam hati.


Setelah itu mereka meninggalkan halaman rumah Indah. Mobil mereka melaju menuju pusat perbelanjaan terbesar di Ibukota. Mereka akan berbelanja dengan menggunakan uang pemberian Hanung.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2