
Keesokan harinya Indah di jemput di Hotel oleh asisten produser yang akan meminang naskahnya.
Mereka bertemu di Restoran ternama dan membicarakan perihal kerjasama yang akan mereka lakukan.
Sementara itu, Husein di jemput oleh Faisal, dia di bawa ke sekolah.
Di sekolah yang lama, teman-teman serta para guru menyambut kedatangan Husein dengan antusias. Mereka saling melepas rindu, mengobrol sebelum menunggu jam pelajaran di mulai. Meskipun demikian, kehadiran Husein sama sekali tidak menggangu proses belajar mengajar di sekolah.
Beberapa jam berlalu.
Indah menghubungi Faisal, meminta agar Faisal mengantarkan Husein kembali ke Hotel, karena mereka akan segera pulang ke Yogyakarta. Pekerjaan nya sudah selesai, jadi menurut Indah tidak ada alasan lagi bagi dirinya untuk tetap di Jakarta, dia takut bertemu lagi dengan Hanung dan keributan terjadi lagi antara mereka.
''Terimakasih Pak Faisal,'' ucap Indah ketika Faisal sudah tiba di lobby Hotel.
''Sama-sama Indah. Kenapa kalian buru-buru sekali pulang ke Yogyakarta?''
__ADS_1
''Pekerjaan aku di sini sudah selesai Pak. Besok Husein akan kembali ke sekolah dan kami juga perlu beristirahat di rumah sebelum memulai aktivitas seperti biasa,''
''Indah, sebenarnya pekerjaan apa yang kamu lakoni?'' tanya Faisal penasaran. Sebenarnya sudah dari jauh-jauh hari dia ingin bertanya, tapi masih dia tahan, dan hari ini dia memberanikan dirinya untuk bertanya.
''Em ada deh. Besok Pak Faisal akan tahu sendiri,'' jawab Indah tersenyum simpul.
Faisal pun mengerti dan dia pun ikutan tersenyum melihat senyuman Indah yang mampu menggetarkan hatinya.
Setelah itu Faisal pamit, dia akan kembali ke sekolah.
Dan tidak lama setelah Faisal pamit, datang seorang sopir untuk menjemput Indah dan Husein.
* * *
Sementara itu, di tempat berbeda.
__ADS_1
Hanung merasa begitu sakit kepalanya, Resti dinyatakan hamil, bukannya merasa senang tapi Hanung malah merasa galau dan belum siap.
Hanung terpaksa izin untuk tidak masuk kerja karena dirinya yang harus menjaga Ida di rumah sakit. Ida masih belum siuman juga dari semalam.
Resti dan Cantika sudah pulang ke rumah karena kondisi tubuh Resti yang tidak baik-baik saja. Tubuh nya lemas, pusing dan mual akibat dia yang tengah hamil muda.
''Ma, bangunlah. Maafkan Hanung, Ma.''
''Ma, saat ini Resti sudah hamil, Mama pasti senang mendengar kabar baik ini. Selama ini apapun akan Hanung lakukan untuk membuat Mama bahagia, termasuk aku harus mengorbankan kebahagiaan anak dan istri ku demi Mama. Jadi sadarlah, jangan buat usahaku sia-sia. Nanti Papa kecewa sama aku karena dianggap tidak bisa menjaga Mama dengan baik,'' lirih Hanung berucap dengan air mata berlinang. Dia memegang tangan Ida, lalu menciumi nya berulangkali. Selama ini Hanung memang sudah menjadi anak laki-laki yang begitu berbakti kepada orang tuanya, karena dia sangat memegang teguh pesan sang papa sebelum meninggal dunia.
Tapi karena itu, membuat dia tidak bisa menjadi suami yang baik, karena dia yang terlalu memprioritaskan Mama nya dan saudara-saudara nya dan mengabaikan anak dan istrinya sendiri.
* * *
Di rumah, Resti membuka lemari milik Ida. Entah apa yang dia cari, sehingga membuat dia begitu antusias membuka lemari tersebut.
__ADS_1
Resti merasa saat inilah kesempatan yang paling tepat untuk mengambil semua nya.
Bersambung.