Selalu Direndahkan Keluarga Suami

Selalu Direndahkan Keluarga Suami
Part 9


__ADS_3

''Mau apa kalian kesini?'' tanyaku dengan wajah datar.


Kalau biasanya aku selalu bersikap hormat kepada wanita yang berstatus sebagai mama mertuaku, tapi kali ini tidak lagi, aku akan bersikap apa adanya. Sebagaimana Mama bersikap kepada ku, begitu juga aku. Kalau dia sopan dan segan kepada ku, maka aku akan bersikap sama seperti dia, tapi kalau dia datang hanya untuk merendahkan dan menghina aku, maka akan aku tunjukkan kepadanya siapa aku sebenarnya.


''Oh ... Ternyata kamu memang sudah songong sekarang, ya. Bagus sekali. Semenjak Hasan meninggal sepertinya otak kamu semakin geser saja!'' kata Mama mertua dengan lantang seraya menunjuk wajah ku dengan jari telunjuk nya.


''Kalau kalian kesini hanya ingin membuat keributan, lebih baik sekarang juga kalian pulang. Karena masih banyak hal yang lebih penting harus aku kerjakan ketimbang meladeni kalian!'' balas ku lagi memasang senyum sinis.


Dan ... Reaksi Mama mertua sama seperti reaksi Mas Hanung tadi. Kini, tangan Mama mertua sudah terangkat, dia siap menampar wajah ku. Tapi dengan sigap aku menahan tangan yang sudah mulai di penuhi keriput. Aku menekan tangan itu kuat, hingga aku bisa melihat Mama mertua seperti tengah kesakitan karena apa yang aku lakukan.


''Lepaskan menantu kurang ajar!''

__ADS_1


''Bantu Mama Resti. Tarik rambutnya dengan keras!''


Oh ternyata Mama mertua minta bantuan wanita murahan yang ada disampingnya untuk membantu. Beraninya main keroyok, dasar wanita wanita lemah. Gaya nya saja yang sok-sokan. Baiklah, aku akan meladeni dua wanita ini sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dua wanita yang begitu dia sayangi oleh suamiku hingga suamiku mengabaikan aku dan anakku.


Resti pun mulai bergerak, dia berjalan semakin mendekati diri ku, lalu saat tangannya hendak menyentuh rambut ku, aku menginjak keras ujung jari-jari kakinya dengan kaki ku. Aku memakai sandal yang memiliki hak cukup keras, hingga dia mengaduh kesakitan. Setelah itu aku melepas dengan kasar pegangan tangan ku pada tangan Mama mertua.


''Brengsek kamu Indah!''


''Masih berani kalian?'' tanya ku santai dengan kedua tangan mendekap dada.


''Benar benar sudah tidak waras kamu Indah,'' ujar Mama mertua dengan wajah memerah. Dia menatap ku geram.

__ADS_1


''Justru aku sekarang sudah waras, Ma. Aku sudah tahu bagaimana cara melindungi diriku dari kejam nya mulut dan perlakuan kalian. Kalian harus ingat, Indah yang sekarang bukanlah Indah yang dulu yang gampang kalian bodoh bodohi. Aku tidak ingin menjadi wanita lemah lagi!'' balasku.


Karena sudah merasa capek dan tidak ada gunanya meladeni dua wanita yang datang tak diundang, akhirnya aku memilih berjalan ke dalam rumah, setibanya aku di dalam rumah, aku mengunci pintu dari dalam. Dan beberapa detik setelah itu terdengar suara gedoran berulangkali dari luar. Gedoran yang cukup keras.


''Heh, buka pintunya wanita sialan. Urusan kita masih belum selesai!'' kata Mama mertua.


''Dasar belagu kamu Indah. Buka pintunya. Ini adalah rumah Mas Hanung, jadi kamu tidak punya hak untuk menguasai rumah ini. Cepat buka, atau aku adukan perbuatan lancang mu ini kepada Mas Hanung!'' seru Resti lagi.


''Adukan saja! Aku tahu, kamu dan Hanung punya hubungan khusus, 'kan? Kamu sengaja menggoda suami aku supaya ada pria yang membiayai kehidupan kamu. Licik memang. Dasar wanita murahan kamu Resti. Katanya cantik, kok malah menggoda suami orang? Mana pria yang di goda itu adalah kakak ipar sendiri. Miris memang! Ambil tuh bekas aku, aku ikhlas!'' ujar ku lantang. Setelah itu aku berlalu dari depan pintu. Aku akan mulai bekerja.


Aku tidak tahu apa yang terjadi diluar, karena setelah aku berkata seperti itu, aku tidak mendengar lagi suara Mama dan Resti.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2