Selalu Direndahkan Keluarga Suami

Selalu Direndahkan Keluarga Suami
Part 19


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama akhirnya Hanung tiba di sekolah.


Dia langsung berjalan ke ruang guru. Area sekolah masih terlihat sepi, karena memang hari masih cukup pagi. Hanya ada beberapa orang murid yang baru datang diantar orang tua mereka. Sekolah tersebut merupakan sekolah elit. Sekolah swasta milik orang tua Faisal.


Setibanya di ruang guru, ternyata ruang guru pun masih terlihat sepi.


''Permisi!'' seru Hanung. Dia berdiri di depan pintu ruang guru sembari mengetuk kecil pintu kayu tersebut.


Tidak lama setelah itu seseorang muncul di hadapan Hanung.


''Iya, ada perlu apa, Pak?'' tanya Faisal ramah.


Hanung menatap Faisal lekat, lalu berucap.


''Pak, saya kesini ingin bertanya, siswa yang bernama Husein di mana kelasnya?'' tanya Hanung to the points.


''Oh Husein. Husein sudah tidak bersekolah disini lagi, Pak. Dia sudah pindah kemarin,'' jelas Faisal.


''Ma-maksudnya?'' tanya Husein kaget.


''Iya. Husein sudah keluar dari sekolah ini. Mama nya sudah mengurus semua perihal kepindahannya,''


''Em, kalau boleh saya tahu Husein pindah sekolah kemana?''


''Wah untuk hal itu saya tidak tahu juga, Pak. Karena saya tidak banyak bertanya kepada yang bersangkutan. Oh ya, Anda inikan Papa nya Husein,''

__ADS_1


''Iya,''


''Kok bisa-bisanya anda tidak tahu perihal kepindahan putra anda sendiri? Papa macam apa anda ini!'' sindir Faisal. Mendengar itu Hanung merasa tersentil.


''Saya kesini hanya ingin bertanya tentang keberadaan anak saya, jadi jangan terlalu ikut campur urusan keluarga saya! Paham anda!'' balas Hanung penuh penekanan. Lalu dia berjalan dengan langkah kaki lebar meninggalkan Faisal.


Sebenarnya Faisal tahu Indah dan Husein pindah kemana, tetapi dia merahasiakan perihal itu sesuai dengan pesan Indah.


Setibanya di dalam mobil, Hanung memukul setir mobil beberapa kali untuk melampiaskan kekesalannya.


Saat ini dia merasa kepalanya begitu pusing memikirkan kemana perginya Indah dan Husein.


Dia kembali menghubungi nomer Indah, dan tetap saja nomor sang istri tidak aktif.


Dia lalu melajukan kendaraan roda empat miliknya dengan kecepatan tinggi ke perusahaan. Nanti, sepulang dari kantor dia akan melanjutkan lagi mencari keberadaan Indah dan Husein.


* * *


Mereka sekarang tinggal di kota Yogjakarta, kota yang di pilih oleh Indah, karena kedua orangtuanya berasal dari kota tersebut. Yogyakarta atau lebih sering disebut Jogja, mendapat berbagai macam julukan seperti kota pelajar, kota Gudeg, kota Perjuangan, kota Pariwisata, maupun kota Budaya. Di tempat mereka yang baru, Indah merasa lebih nyaman dan tenang dalam menjalani hidup, karena masyarakat sekitar begitu menghargai diri nya dan anaknya. Tidak ada yang merendahkan mereka, bahkan berkata yang buruk buruk tentang mereka pun tidak.


Saat Indah sudah sampai di rumah nya, dia membuka ponsel nya dan membaca pesan yang masuk.


Dia membaca pesan dari Faisal. Faisal mengabari tentang Hanung yang mencari Husein ke sekolah.


[ Pak, saya mohon, apapun yang terjadi, jangan pernah Pak Faisal mengatakan kepada Mas Hanung tentang keberadaan saya dan anak saya saat ini. Sekarang hidup kami sudah jauh lebih baik tanpa pria itu. ] tulis Indah, lalu mengirimkan kepada Faisal.

__ADS_1


Faisal pun membalas lagi, dia mengatakan kalau dia akan tetap menjaga rahasia tentang keberadaan Indah dan Husein dari Hanung dan dari siapapun.


* * *


Siang hari, seorang pria duduk di warung yang terdapat di depan sekolah lama Husein.


Sudah sekitar satu jam lamanya dia duduk di sana, tapi tidak dia lihat keberadaan anak laki laki yang mempunyai ciri-ciri seperti Husein.


''Pak, saya mau tanya, apakah ada anak yang bernama Husein sekolah di sini?'' tanya pria tersebut mencoba menggali informasi tentang Husein.


''Husein? Oh, Husein. Husein mah sudah keluar dari sekolah ini. Yang saya tahu dia bersama orangtuanya akan pindah ke luar kota. Mungkin Mama nya Husein merasa trauma karena peristiwa beberapa bulan yang lalu, peristiwa yang menewaskan Hasan. Makanya dia pindah dari sini, kemarin mereka sempat pamit sama saya,'' jelas pemilik warung tersebut. Pria yang berusia sekitar lima puluh tahun.


''Oh begitu, terimakasih untuk informasinya Pak, kalau begitu saya pamit dulu. Ini uang minuman tadi. Kembaliannya ambil saja,'' pria yang bernama Leo lalu berjalan menjauhi warung. Dia berjalan menuju mobilnya.


Setibanya di dalam mobil, dia menghubungi seseorang.


''Bos, maaf. Misi gagal. Karena target kita sudah pindah sekolah. Menurut informasi yang saya dengar, dia dan Ibu nya sudah pindah keluar kota,'' lapor Leo.


''Apa? Ah, brengsek!'' Resti merasa amat kesal mendengar laporan dari Leo.


Setelah itu panggilan terputus.


Resti duduk dipinggir kasur, pikiran nya masih tertuju kepada Indah dan Husein.


''Kira-kira wanita bodoh itu pindah kemana, ya? Dan apakah Mas Hanung sudah tahu tentang kepindahan mereka? Ah, bagus deh, akhirnya wanita bodoh tersebut mengalah juga dari aku. Eh tapi, aku kok belum merasa tenang ya, karena anaknya yang satu lagi masih hidup. Aku harap Mas Hanung tidak mencari-cari keberadaan anak tersebut,'' gumam Resti berbicara sendiri.

__ADS_1


Ida dan Cantika sedang berada dihalaman belakang, mereka sedang memberi ikan peliharaan mereka makan.


Bersambung.


__ADS_2