Selalu Direndahkan Keluarga Suami

Selalu Direndahkan Keluarga Suami
Part 21


__ADS_3

Keesokan harinya, benar saja seorang pria datang menjemput Indah di kediaman Indah yang baru.


Indah berangkat bersama Husein juga, karena hari Minggu, Husein tidak sekolah.


Setibanya mereka di Jakarta, mereka akan menginap di Hotel semalam, setelah itu baru bertemu produser.


Hari Senin Husein terpaksa tidak masuk sekolah.


*


''Beristirahatlah Sayang,'' kata Indah sembari mengelus punggung Husein. Kini mereka sudah tiba di kamar hotel bintang lima. Mereka berbaring untuk mengistirahatkan diri sejenak sehabis perjalanan jauh yang cukup membuat tubuh mereka pegal-pegal karena terlalu lama di dalam mobil.


''Ma, aku pengen deh main ke rumah kita yang waktu itu,'' ucap Husein.


''Oke, nanti sore kita akan main ke sana sebentar,'' jawab Indah.


Husein mengajak Indah main ke rumah tiga lantai milik mereka yang waktu itu pernah Indah tunjukkan kepada Husein. Untuk saat ini mereka masih belum bisa menghuni rumah tersebut, karena ada berbagai alasan kenapa Indah tidak ingin menetap di Jakarta.


''Sekalian juga aku ingin mengunjungi makam Kak Hasan, Ma,'' ungkap Husein lagi.


''Baiklah Sayang. Hari ini kita main ke rumah kita, dan besok kita berkunjung ke makam Kak Hasan. Dan semoga saja semua urusan pekerjaan Mama cepat kelar dan semuanya di permudah,''


''Amin Ma. Terimakasih Ma, karena Mama sudah menjadi Mama yang luar biasa untuk aku,''


''Iya, sama-sama Sayang,'' balas Indah.


Husein sama sekali tidak berniat untuk bertemu dengan Hanung. Tapi yang dia ingat malah Pak Faisal.


''Oh ya, satu lagi, Ma,''

__ADS_1


''Apa itu Sayang?'' tanya Indah penasaran.


''Aku juga pengen ketemu sama Pak Faisal, aku kangen sama Pak Faisal,''


''Em, oke. Nanti malam kita akan bertemu sama Pak Faisal,'' sahut Indah.


Indah akan mengusahakan apapun untuk membuat sang buah hati bahagia. Selama apa yang diinginkan oleh Husein masih dalam bentuk hal yang positif, maka dia akan menurutinya.


Husein terlihat sudah terlelap di atas kasur king size. Indah menyelimuti tubuh sang anak, lalu dua duduk di atas kasur, dia meraih ponselnya dan mulai menghubungi Pak Faisal. Sebenarnya ada rasa sungkan di hati Indah saat menghubungi seorang pria terlebih dahulu, tapi semua yang dia lakukan demi Husein dan dia harus menanggal rasa sungkan dan rasa malu tersebut.


Faisal mengiyakan ajakan Indah dengan senang hati, bahkan dia tidak menyangka Indah akan menghubungi nya. Baginya, mendapatkan chat dari Indah berasa seperti mendapatkan kejutan istimewa, belum pernah sebelumnya Faisal merasa sebahagia sekarang, hanya Indah satu-satunya wanita yang mampu meraih hatinya, menggetarkan dada nya.


*


Sore harinya, Indah dan Husein berangkat ke rumah mereka, rumah yang dibeli oleh Indah menggunakan uang nya sendiri. Sama sekali tidak sepeserpun uang dari Hanung.


Setibanya di rumah tersebut, Husein langsung saja bermain, bermain apa saja yang membuat nya bahagia. Indah menemani sang anak bermain, mereka tertawa bahagia bersama-sama. Kini, tiada lagi kesedihan, karena orang-orang yang selalu merendahkan mereka sudah mereka singkirkan dari hidup mereka.


Dan benar saja, setelah selesai sholat isya, tiba-tiba bel pintu kamar hotel terdengar berdenting. Indah membuka pintu dengan cepat, saat pintu sudah terbuka, Husein bersorak kesenangan melihat siapa yang datang. Faisal terlihat sangat tampan, dan diam-diam Indah memuji ketampanan pria muda tersebut.


Husein dan Faisal berpelukan sesaat, melihat itu ada perasaan haru yang menghinggapi hati Indah.


''Alhamdulillah. Bapak senang melihat kamu dan Mama sehat sehat, Nak,'' kata Faisal lembut.


''Aku juga senang lihat Pak Faisal sehat dan semakin bertambah tampan,'' balas Husein jujur.


''Dan satu lagi, Pak Faisal sangat wangi. Emang Pak Faisal pakai farpum apa?'' sambung Husein bertanya.


''Farpum? Kamu kok sudah tanya-tanya soal farpum? Apa jangan-jangan,'' goda Faisal tersenyum jahil. Husein jadi salah tingkah karenanya.

__ADS_1


''Haha belum tahu. Husein belum pacaran dan Husein tidak akan pernah pacaran sebelum membuat Mama bahagia,'' timpal Husein sambil nyengir.


''Hahaha, kamu ada-ada saja jagoan,'' Faisal mengusap pucuk kepala Husein dengan gemas.


''Kalau anak cewek yang suka sama aku emang banyak. Tapi aku tolak dan aku abaikan,'' Husein membanggakan dirinya. Mendengar itu, Indah hanya mampu menggeleng kepala. Dia tidak menyangka ternyata putranya sudah tumbuh besar dan beberapa tahun lagi akan menginjak bangku SMP.


''Di sekolah yang baru juga banyak anak cewek yang menyukaimu?'' tanya Faisal.


''Wo yang jelas lah. Aku 'kan tampan,'' lagi-lagi Husein berucap bangga.


'''Dasar bocah. Masih ingusan juga,'' ucap Indah sembari mencubit kecil pipi Husein. Setelah itu mereka tertawa bersama.


Mereka berjalan menuju mobil milik Faisal. Saat sudah tiba di dalam mobil, mobil melaju menuju restoran ternama di Ibukota. Mereka akan makan malam bersama.


*


Di tempat berbeda, Resti, Ida, Hanung dan Cantika terlihat sudah rapi dengan pakaian terbaik mereka.


Mereka juga akan makan malam bersama di restoran ternama.


"Kamu sudah sangat tampan Sayang,'' puji Resti sembari merapikan kemeja yang dipakai Hanung.


''Terimakasih atas pujiannya Sayang,'' balas Hanung.


Melihat itu, Ida tersenyum senang. Karena kini hubungan Resti dan Hanung sudah kembali baik-baik saja. Hanung sudah mulai melupakan Indah dan Husein.


Sebenarnya Hanung tidak pernah bisa melupakan Indah dan Husein, dia masih tetap mencari keberadaan mereka dengan bantuan orang-orang suruhan nya. Hanung sengaja menyembunyikan semuanya dari Ida dan Resti, karena dia tidak ingin dua wanita tersebut marah marah lagi.


Mereka lalu berangkat menuju Restoran.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2