Selalu Direndahkan Keluarga Suami

Selalu Direndahkan Keluarga Suami
Akhirnya


__ADS_3

Warning.


Part ini mengandung konten 21+ ya, jadi kalau takut puasanya batal, mending bacanya nanti malam saja.


* * *


Malam kian larut, suasana sunyi dan dingin semakin membuat Resti tak sabaran lagi ingin disentuh oleh Hanung lebih dalam lagi. Karena dari tadi Hanung hanya mengelus bahunya saja, tidak lebih. Dan hal itu membuat Resti berdecak kesal di dalam hati.


"Diminum dulu, Mas, teh nya,'' ucap Resti.


''Iya Sayang,'' Hanung lalu mengambil gelas yang terdapat di atas meja didepannya, lalu dia meneguk teh buatan Resti, saat teh tersebut tinggal tersisa setengah, dia letakkan kembali di atas meja.


Melihat itu, Resti tersenyum penuh arti dengan sorak gembira di dalam hati.


Selama ini Hanung memang sudah menjalin hubungan spesial dengan Resti, tapi tidak sekalipun dia berani berbuat lebih kepada Resti, dia tidak pernah menyentuh Resti lebih dalam. Makanya Resti rela menghalalkan segala cara agar Hanung bisa jatuh ke dalam perangkap nya.


Beberapa menit usai meminum teh, Hanung merasa ada yang berbeda dia rasakan pada tubuh nya.


Dia merasa tubuhnya sedikit panas dengan hasrat yang tiba-tiba menjadi menggebu-gebu minta segera disalurkan.


Hanung gelisah, susah payah dia menahan hasrat yang tengah melanda, tapi semakin ditahan semakin tersiksa rasanya.


''Mas, kamu kenapa?'' tanya Resti.


''Tidak, Mas tidak apa-apa Sayang,'' jawab Hanung tak tenang. Saat melihat Resti, rasanya Hanung ingin segera melahap tubuh Resti. Tadi saja Resti terlihat begitu menggoda dengan pakaian kurang bahannya apalagi saat ini setelah Hanung meminum teh yang sengaja dimasukkan obat kuat oleh Resti dan Ida. Dua wanita tersebut benar-benar sudah gila. Mereka sengaja menghalalkan segala cara untuk membuat rumah tangga Hanung dan Indah hancur.


''Tapi, kenapa kamu berkeringat, Mas?'' Resti pura-pura panik, dia semakin mencondongkan tubuhnya di depan Hanung, lalu dia menyentuh kening Hanung, menghapus keringat yang ada di sana.


Kali ini Hanung tidak dapat lagi menahan hasratnya, dengan cepat dia menggendong tubuh Resti, lalu membawa ke kamar. Bukannya protes, tapi Resti malah tersenyum penuh kemenangan dengan tangan bergelayut manja di leher Hanung.


''Mas, kenapa kamu membawa aku ke kamar mu?'' tanya Resti pura-pura tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


''Sayang, maaf. Tapi Mas sungguh tidak tahan lagi. Kamu terlihat begitu menggoda malam ini,'' Hanung meletakkan tubuh Resti di atas kasur. Lalu dengan cepat dia melepaskan satu persatu pakaian yang membaluti tubuhnya. Tidak butuh waktu lama, kini tubuh Hanung sudah polos. Resti tersenyum malu saat melihat senjata andalan milik Hanung sudah berdiri tegang. Resti meneguk saliva, untuk pertama kalinya dia bisa melihat benda tumpul yang selama ini begitu dia idam-idamkan. Apalagi saat dia melihat dada bidang serta perut sixpack Hanung, semakin inginlah dia merasakan hangatnya dekapan seorang Hanung.


Resti sudah siap, dia pasrah berbaring terlentang berharap Hanung segera menyentuh nya dan membawanya menyelami rasa yang sudah lama tidak dia rasakan. Resti benar-benar sudah merasa gatal, dan mungkin miliknya itu sudah berjamur makanya dia rela menjerat kakak iparnya sendiri dan dengan suka rela menyerahkan tubuhnya.


Hanung lalu menerkam tubuh Resti, hanya dengan satu tarikan keras, piyama tipis yang dipakai oleh Resti terlepas. Tanpa ampun, Hanung mulai merayap menyusuri setiap lekuk tubuh Resti.


Malam itu, Resti dan Hanung melakukan hubungan badan. Mereka melakukan dengan begitu bersemangat.


Efek obat kuat yang diminum oleh Hanung sungguh luar biasa, sehingga Hanung dan Resti bermain berulangkali.


Resti sebisa mungkin mengimbangi permainan Hanung yang seperti orang kesetanan.


''Hmm, aku harap malam ini benih Mas Hanung bisa tumbuh di rahim ku. Ah ... goyangan Mas Hanung rasanya sangat luar biasa, membuat aku mabuk kepayang dibuat nya. Bahagia sekali rasanya bila aku bisa menjadi istrinya,'' ucap Resti di dalam hati saat Hanung masih berada di atas tubuh nya.


Di balik pintu kamar, Ida diam-diam menguping apa yang dilakukan oleh Hanung dan Resti.


Ida bisa mendengar suara suara aneh yang berasal dari kamar, dia tersenyum senang.


''Yeiy ... Tidak lama lagi aku akan punya cucu. Dan tidak lama lagi wanita bodoh itu akan tersingkirkan dari keluarga ku,'' ucap Ida di dalam hati dengan senyum merekah.


*


Pukul dua malam.


''Ah ...,'' Tubuh Hanung terkulai lemas disebelah Resti. Saat ini dia merasa kondisi tubuhnya sudah membaik. Tidak merasa hasrat yang begitu menggebu-gebu lagi.


Resti juga tampak lemas, tapi dia bahagia. Dia tersenyum simpul.


''Terimakasih Mas,'' ucap Resti sembari memeluk tubuh Hanung dari samping.


''Sama-sama Sayang. Apa kamu tidak marah sama, Mas?''

__ADS_1


''Tidak Mas,''


''Kamu mana mungkin marah, 'kan selama ini memang ini yang kamu inginkan. Mas baru ingat saat kamu selalu berusaha menggoda Mas, ck!'' goda Hanung. Mendengar itu, wajah Resti menjadi memanas. Dia lalu mencubit kecil pinggang Hanung, lalu mereka tertawa bersama.


Tidak butuh waktu lama, akhir nya Resti terlelap dengan begitu pulas nya.


Sedangkan Hanung masih terjaga. Dia mencium pucuk kepala Resti, menyelimuti tubuh Resti yang masih polos. Lalu dia bangkit, dia berjalan ke kamar mandi dengan langkah kaki gontai.


Hanung akan segera membersihkan dirinya.


Saat tiba di kamar mandi, sekelebat bayang bayang wajah cantik Indah menari nari dibenaknya. Ada rasa bersalah yang Hanung rasanya karena dia sudah tidur dengan wanita lain.


Sebenarnya selama ini Hanung sangat sangat mencintai Indah, tapi karena Ida yang selalu menghasutnya berkata yang tidak tidak tentang Indah membuat Hanung bersikap tega kepada wanita yang berstatus sebagai istri nya tersebut.


''Ah, tidak. Aku tidak salah. Indah lah yang salah, karena tadi malam dia tidak tidur seranjang dengan ku membuat aku tidak tahan lagi ingin menyalurkan hasrat kelelakian ku kepada wanita lain, dan Resti adalah wanita luar biasa yang mampu menyenangkan aku, tidak seperti Indah yang kerjaannya hanya membangkang perkataan suami,'' ucap Hanung di dalam hati, lalu setelah itu dia mengguyur tubuhnya, dia berdiri di bawah shower menikmati sensasi dingin yang menyegarkan tubuh nya.


* * *


Pagi harinya, Hanung bangun dari tidurnya saat dia merasa ada goncangan kecil di tubuhnya.


''Indah, akhirnya kamu membangunkan Mas juga,'' gumam Hanung dengan mata masih terpejam.


''Iih kok Indah sih?!'' Resti berdecak kesal dengan bibir dimanyunkan.


Perlahan Hanung membuka mata, saat dia sudah melihat dengan jelas, dia lalu meminta maaf kepada sang kekasih.


''Sayang ... Maaf, Mas kira Indah yang membangunkan Mas tadi,'' ucap Hanung salah tingkah.


''Ya sudah, lain kali kamu tidak boleh menyebut nama wanita itu lagi saat sedang bersama ku. Buruan bangun dan bersihkan diri mu, nanti kamu malah telat ke kantor. Aku, Mama dan Cantika akan menunggu mu di meja makan, kita sarapan bareng,'' titah Resti.


''Oke, siap Bos cantik,'' balas Hanung, dia mengecup sekilas pipi Resti setelah itu dia berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Mendapati perlakuan manis di pagi hari dari sang pujaan hati membuat Resti merasa amat bahagia dengan hati berbunga-bunga, Resti lalu menyiapkan pakaian kerja untuk Hanung, kebetulan di dalam lemari terdapat beberapa helai pakaian kerja milik Hanung, pakaian yang sengaja dia tinggal di rumah Mama nya. Sekarang Resti dan Hanung persis seperti pasangan suami istri, dan Ida mendukung hal itu. Dia sama sekali tidak takut terkena azab karena telah membiarkan dan mendukung anak-anaknya berbuat zina di rumah nya.


Bersambung.


__ADS_2