
Semua siswa dan siswi dibariskan dan dikumpulkan di tengah lapangan untuk mendengarkan pengumuman dari pihak sekolah
"Cek , satu"
"Tes satu dua tiga"
Setelah beberapa saat mengetes dan memastikan mic bekerja dengan baik, akhirnya pengumuman dimulai
"Baik, selamat pagi anak anak" Kata pak Amir
"Pagi pak " Semua murid
"Hari ini, seperti yang telah disampaikan kepada orang tua kalian bahwa kalian semua tidak ada jam pelajaran hari ini, dan hanya akan ada pengumuman dari kami selaku pihak sekolah"
"Mengingat insiden yang telah terjadi yang melibatkan seluruh sekolah sebelumnya, kami pihak sekolah telah melakukan rapat untuk menentukan kebijakan lebih lanjut dalam mencegah insiden seperti sebelumnya"
"Hasil dari rapat musyawarah kami adalah seluruh mata pelajaran yang dulu pernah digantikan oleh pelajaran seni bela diri akan dikembalikan seperti semula dimana para murid akan diwajibkan dalam belajar pelajaran akademi seperti matematika, bahasa indonesia, biologi, fisika dan lain lain"
Mendengar hal ini banyak dari murid yang awalnya telah diam , kembali berbisik dengan teman temannya
"Hei apakah menurut mu ini perintah dari pusat?" bisik seseorang
"Kayaknya enggak deh, soalnya kalau dari pemerintahan bakalan ada di siaran tv kan?"
"Iya sih, jadi ini dari kebijakan sekolah gitu? kalau begitu bagaimana pelajaran seni bela diri kita?"
"Harap tenang murid murid, pengumumannya belum selesai" kata pak amir
"Bapak tau kalian bertanya tanya tentang kelas seni bela diri kalian, oleh karena itu harap tenang dan dengarkan bak baik"
"DI dalam rapat musyawarah sebelumnya kami telah memutuskan bahwa pelajaran akademik akan dilakukan pada jam normal seperti sekolah pada umumnya dulu, sedangkan untuk kelas bela diri kalian, kami telah menghubungi para guru bela diri kalian dan mereka semua sepakat bahwa kalian para murid yang telah memilih seni bela diri diperbolehkan untuk melaksanakan kelas bela diri kalian di tempat perguruan masing masing berada, tentunya diluar jam sekolah"
"Kemudian, bagi yang tertarik untuk ekstrakurikuler, kami juga akan kembali mengadakannya pada sore hari setelah jam pelajaran akademik selesai"
"dan pengumuman yang terakhir adalah kami tidak memaksakan kalian para murid untuk mengikuti kelas bela diri, tapi kami tidak bisa menolak kebijakan pemerintah untuk memastikan penyesuaian perubahan era saat ini, untuk memastikan penyesuaian tersebut, pihak pemerintahan akan secara rutin mengadakan kegiatan kompetisi seni bela diri antar sekolah setiap 3 bulan sekali untuk mengevaluasi progress dari setiap sekolah dalam menjalankan perintah dari pusat, tentunya bagi yang berkinerja baik akan diberikan hadiah yang bagus dari pemerintahan"
mendengar hal ini para murid mengeluarkan berbagai macam respon, ada yang senang karena berpikir ia bisa menunujukkan kemampuannya di kompetisi, ada yang sedih karena harus belajar lagi, dan ada yang senang akan kembali belajar seperti dulu
Untuk Rasyid, dia terlihat jauh lebih tenang dari pada teman temannya
"Baik mungkin itu saja pengumuman hari ini, untuk pembagian kelas kalian, kalian bisa melihat nama nama yang telah ditempel di depan pintu kelas yang ada, dan lihat apakah ada nama kalian di kelas itu mungkin itu saja bapak harap kalian bisa mengikuti kebijakan yang baru dengan baik, sekian dan terimakasih"
Setelah itu parah murid dibubarkan dari lapangan dan mereka berhamburan mencari kebaradaan kelas mereka masing masing
seperti adat istiadat yang telah diturunkan turun temurun para siswa yang sampai duluan ke kelasnya akan memilih posisi kursi dan bangku mereka sendiri sendiri, entah itu dibagian depan, tengah , belakang ataupun samping.
Rasyid yang dari tadi telah mencari namanya ke kelas kelas akhirnya menemukan namanya di kelas 7a
" Wah banyak nama nama yang belum aku kenal " Kata Rasyid
"Hei syid, kita sekelas" suara perempuan terdengar dari samping
__ADS_1
"Hah, kamu di sini juga ren?" rasyid terkejet mengetahui akan sekelas dengan shereen
"Yaps, lihat ke bawah syid, namaku tidak jauh dari namamu" Shereen menunjukkan ke kertas yang namanya ditempelkan
"Ya kamu benar ren, kalau begitu ayo cari bangku" usul Rasyid
" Okeey "
Setelah memasuki kelas , Rasyid dan Shereen menemukan posisi yang cocok bagi mereka masing masing, shreen di barisan paling belakang, sedangkan rasyid satu bangku di depannya
"Hei syid, apakah kamu sengaja duduk di depan ku? " goda shereen
"apanya? mana mungkin " kata rasyid
"...." shereen
mendengar tidak ada respon dari belakang Rasyid melihat ke belakang dan ternyata Shereen sedang termenung melihat ke arah bangku paling depan bagian kiri.
"Tampannya" kata shereen
"Huh?" Rasyid segera melihat ke depan dan menemukan seorang cowok tinggi putih , bersih bening, dengan sorotan mata tajam dan rambut pendek.
(Wah, apakah dia orang barat?) pikir Rasyid
karena penasaran Rasyid mendatangi cowok tersebut
"Hallo Sir" kata Rasyid
" walah , kirain orang barat loh tadi hehe" kata Rasyid cekikan
"enggaklah, wajah saja yang kebarat baratan" kata cowok tersebut ramah
"Ohh, kalau begitu kenalkan, aku Rasyid "
" Oh , aku David "
mereka berdua bersalaman dan akhirnya menjadi teman
melihat hal ini shereen yang awalnya diam saja akhirnya memberanikan diri untuk berkenalan juga dengan David
" Hallo , aku shereen, aku yang akan jadi ketua osis selanjutnya " kata shereen
" woi woi woi , sejak kapan kamu mau jadi ketua osis rhen? bukankah ambisi mu terlalu besar?" respon rasyid
Mendengar hal ini David tersenyum dan berkenalan balik dengan Shereen
"Yah senang bertemu dengan mu calon ketos, aku David"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SMP 1 Kota Bintang, ruang pelatihan
__ADS_1
Pekikan !!
Whoss !!
Bang !!
Boneka pelatihan yang terbuat dari baja terlempar dengan keras dan menghantam sisi dinding beton lainnya, terlihat sisi dada boneka terbakar hingga gosong
(Huftt, latihan seperti ini benar benar tidak ada gunanya)
"Fahri kau masih latihan ?"
"Tidak, aku sudah selesai di sini" Kata fahri yang berwajah tampan , bertubuh sedikit gemuk dan berkumis tipis
" Wah seperti biasanya, pukulan phonix mu masih menakutkan"
"Yah, tidak usah terlalu memujiku salma, bonekanya hanya terlalu lembut bila dibandingkan dengan srigala liar yang aku lawan bersama pamanku" kata fahri
Sebelumnya Fahri sering ikut membantu pamannya dalam menangani beberapa srigala biru, dan ini membantunya untu menaikkan levelnya hingga level 6
"Ya ya ya, teruslah mengoceh hal yang selalu kamu banggakan itu" Kata Salma berambut ikal panjang dan memakai kaca mata
"....." Fahri
"Btw apa kau sudah dengar pengumumannya? " kata seorang wanita
"Pengumuman apa sal?" Fahri bertanya
"Sepertinya pemerintah akan mengadakan kompetisi bela diri setiap 3 bulan, jadi setiap satu semester akan ada 2 pertandingan yang diadakan, dan katanya hadiah yang akan diberikan juga bagus" jelas salma sambil tersenyum
"Huh? hadiah apa yang bisa membuat mu merasa senang seperti itu sal? aku yakin itu bukanlah uang bukan?"
"Yah tentu saja uang juga ada di dalam daftar hadiah tapi, uang bukanlah hal yang penting dimataku, apalagi kantong ku sudah penuh dengan itu hahahah" kata salma
"..." fahri hanya diam karena menahan kesal atas kesombongan temannya
"dan untuk hadiahnya itu adalah...." salma mendekatkan bibirnya ketelinga fahri "potion"
"huh ?! mungkinkah?" mata fahri berbinar
"yaps itu benar fahri, dari keterangnya potion ini mampu mengembalikan kesehatan seseorang, bahkan yang sekaratpun bisa kembali hidup dan menendang" kata salma
"Bagaimana dengan kelumpuhan?" Tanya Fahri
"aku tidak tau apakah bisa atau tidak untuk menyembuhkan kelumpuhan adik mu melalui potion ini, tapi ini hanya dugaan ku saja,ada kemungkinan potion ini bisa menyembuhkan adikmu, mengingat kelumpuhannya itu terjadi bukan seja dari lahir "
"Baik, selagi ada kemungkinan maka harus kita coba" Kata Fahri bersemangat
"Btw sal, apakah tidak ada yang menjualnya diluar sana?."
"Tidak ada ri, potion itu sangat sulit untuk dibuat, bahkan hanya sedikit dari para ahli yang berhasil membuatnya. dan juga kudengar bahwa pengerjaannya sulit dan rumit , begitu juga bahannya yang hanya bisa didapat di dalam tempat misterius"
__ADS_1
"Jadi begitu.."