Semua Orang Level Up Dengan Membunuh

Semua Orang Level Up Dengan Membunuh
BAB 33


__ADS_3

[Item decor "Total Revolt" telah dicuri ]


!!


Rasyid buru buru mengambil beberapa jarak dari kelima bandit tersebut setelah melihat notifikasi itu


"SIal, aku lupa dengan kemampuan mencuri mereka " gerutu Gig


(Jangan lengah nak, ingat jika tersentuh maka barang yang dicuri tidak dapat kembali) kata Gig mengingatkan


Rasyid yang sudah lupa dengan kemampuan khusus Bandit merah darah dalam mencuri apapun secara acak saat menyentuh target menjadi lebih berhati hati. , ia tidak mau ada satupun barang lagi yang tercuri saat mereka bertarung. tentunya karena hal ini akan jadi beban psikologi bagi Rasyid apabila semua hal yang dia bawa terambil oleh mereka.


(Yaa, terimakasih Gig) kata Rasyid


Rasyid yang baru menyadari kemampuan bandit merah darah tidak mau bermain berlama lama, terutama karena item decor "total revolt" yang ia miliki telah dicuri,


(Arrgghh siall, .item revolt itu cukup mahal untuk kubeli saat ini, bahkan pointku sendiri tidak cukup untuk membelinya nanti) pikir Rasyid


Setelah memikirkan kerugiannya, Rasyid segera ingin mengakhiri mereka semua.


"Legiun Arch"kata Rasyid pelan


wungg !!


Tak jauh dari posisi Rasyid, beberapa orang mengenakan jubah hitam tiba tiba muncul dengan ditandai dengan rune yang bersinar di tempat mereka berdiri, mereka semua berjumlah 3 orang


(Ya master, kami menunggu perintah mu) kata seorang melalui telepati


(Woah, siapa yang berbicara?) Rasyid terkejut mendengar ada yang bisa bertelepati kepadanya


(Namaku Arch, master) kata Arch


(Wah, tidak kusangka kau bisa bertelepati seperti ini. bagaimana dengan yang lain?) tanya Rasyid


(Hanya leader yang memiliki wewenang untuk bertelepati dan berbicara master)


Setelah mendengar sedikit penjelasan Arch , Rasyid memahami bahwa wewenang khusus hanya akan diberikan kepada leader yang ditunjuk olehnya, dan wewenang tersebut dapat membuat Rasyid berkomunikasi lebih jauh dengan Arch.


(Baik, kalau begitu serang ke arah 2 bandit yang ada dan sebarkan spell api kalian di sekitarnya) perintah Rasyid


(Baik master) jawab Arch


setelah menerima perintah Rasyid , Arch dan 2 orang anggotanya langsung melepaskan sihir api yang diarahkan ke arah kedua bandit yang terlihat dan sambil menyebarkan api tersebut ke sekitar bandit. tentunya dengan keberadaan mereka yang masih disembunyikan agar tidak diketahui Shereen


Boom!!

__ADS_1


Boomm !!


Boomm !!


ketiga spell api meledak dan menyebar di sekitar dua bandit, dan benar saja seperti kayu kering yang terkena percikan api, api tersebut langsung menyambar ke tiga bandit yang masih dalam mode kamuflase dan ini membuat mereka semua keluar dari mode kamuflasenya.


"hehehe tebak, siapa yang tidak bisa bersembunyi saat ini?" Rasyid mengejek


walaupun sihir api sebelumnya telah mengenai kelima bandit tapi nilai serangan yang diterima mereka tampaknya masih bisa ditahan oleh mereka.tidak seperti saat Rasyid bertemu dengan bandit merah darah pertama kali yang langsung one hit kill oleh serangan spell mage 1 dan 2. namun hal ini tidak menjadi masalah, karena niatan awal Rasyid bukan untuk melakukan instankill, tapi untuk membuat mereka semua keluar dari mode kamuflasenya.


Disisi lain Shereen yang tengah bersembunyi terkejut melihat ledakan api tiba tiba muncul dan membuat ketiga bandit keluar dari mode kamuflasenya


"ini .. apakah itu dari Rasyid?" gumam Shereen


"Shereen cepat bergabung" panggil Rasyid


Shereen yang tengah bersembunyi dan memikirkan alasan terjadinya ledakan, tiba tiba melupakan semua itu dan langsung berlari lurus ke depan untuk membantu Rasyid.


Disaat yang sama saat Shereen bergerak , kedua bandit dari lima bandit yang ada tiba tiba bergerak dan melesat dengan cepat ke arah shereen sambil melemparkan pisau pendek mereka masing masing.


!!


Ketika menyadari serangan tiba tiba dari dua bandit , shereen hampir tidak bisa menghindar sama sekali, ia hanya bisa menyilangkan tangannya untuk menerima serang.


Jleb !!


Jleb !!


kedua pisau pendek menancap tepat di masing masing tangan shereen dan serangan ini membuat shereen tampak shock.


(Sial, aku tidak berpikir serangan sederhana seperti itu tidak bisa dihindari oleh shereen) pikir Rasyid sambil bergerak ke arah Shereen


(Nak, bagaimana kamu bisa menganggap bocah itu bisa mengatasinya? mereka berbeda dua level , jadi jangan gunakan akal sehat mu dan menyamakan kekuatan mu dengannya) kata Gig menjelaskan


Memang benar, Rasyid pada awalnya telah melihat level yang terdapat diatas kelima bandit, dan masing masing dari mereka memiliki tanda "lv 5" diatas kepalanya, sedangkan Shereen "lv 3' ini membuat nya jauh lebih lemah dibandingkan bandit. Namun sayangnya, akibat kecerobohan Rasyid yang mengira bahwa setiap orang bisa menghadapi beberapa monster dengan perbedaan level yang sedikit lebih tinggi ini membawa kemalang pada Shereen pada akhirnya.


"Shereen kamu tidak apa apa?" tanya Rasyid sambil memegangi Shereen dan mengawasi kelima bandit


"Mana mungkin kan aku tidak apa apa? ini sakit" kata Shereen menahan sakitnya tusukan kedua pisau tersebut


"Maaf rhen, tapi apakah kamu masih bisa bergerak ke sekolah? aku tidak mungkin bergerak membawa mu pergi dan membiarkan kelima bandit ini untuk menghilang lagi, mungkin mereka akan membawa petaka kalau sampai itu terjadi"


"Umm,kau bodoh kah syid? yang terkena pisau itu tangan ku bukannya kaki ku" kata Shereen sambil menguatkan dirinya


"Bagus Rhen, sekarang ambillah ini,  dan minum setelah keluar cukup jauh dari sini" kata Rasyid sambil mengeluarkan potion darah yang ia sempat beli sebelumnya..

__ADS_1


Shereen yang tau kalau Rasyid tidak punya waktu untuk mengurusnya langsung pergi menjauh dengan mebawa potion pemberian Rasyid.


Setelah shereen menjauh dari lokasi Rasyid, Rasyid yang sudah ditinggalkan oleh Shereen tampak mengenakan ekspresi sedikit marah kali ini.


"Mage 1 , mage 2 "


"Healer"


tepat setelah memanggil mereka, Mage 1 dan 2 langsung mengambil posisi di kanan dan kiri ,sedikit dibelakang Rasyid. Sedangkan healer telah bersiap dibelakang mara mage


"Arch legiun , mage 1 dan 2 , batasi area gerak mereka dengan spell api, jangan beri ruang bagi mereka untuk bergerak"


"Siap master" jawab Arch


Seketika kelima mage yang ada melepaskan spell api mereka, kali ini bukanlah spell api yang biasanya mereka


lemparkan tapi melainkan spell api bentuk pilar api yang mereka keluarkan.


Whoss !!


Whoss !!


Whoss !!


Seketika ada 5 pilar api yang berdiri tegak dan membentuk lingkaran api namun ada celah untuk satu orang masuk atau keluar dari sana. pilar pilar api ini sangat efektif untuk mengelilingi para bandit dan membatasi area gerak mereka.


 "akan ku buat kalian menderita" kata Rasyid sambil masuk ke dalam lingkaran api


beda dengan suasana Rasyid yang saat ini sedang marah, kelima bandit yang telah masuk ke dalam lingkaran dari pilar api merasakan suasana yang sangat menakutkan seakan akan mereka telah melihat neraka itu sendiri. pilar api yang menyerupai angin topan, serta aspal aspal yang tampak berubah menjadi merah akibat menahan suhu spell api sangat mendukung suasana tersebut. dan di tambah lagi ada seorang anak laki laki yang tiba tiba masuk dengan ekspresi yang menyeramkan sambil mengatakan.


"Penyiksaan dimulai" kata Rasyid


-------------------------------


Mohon maaf atas keterlambatan updatenya, dan Terimakasih telah setia membaca hingga chapter ini


Silahkan Dukung terus novel "Semua orang level up dengan membunuh" dengan cara:


Like


Komen


Vote


Hadiah

__ADS_1


dan Favorit agar tidak ketinggalan update terbarunya.


__ADS_2