
Setelah melakukan perdagangan dengan pria itu pemimpin kelompok memutuskan untuk membawa para prajuritnya meninggalkan hutan misterius itu. tentu saja mereka melalui rute yang sebelumnya sudah mereka lalui untuk mencapai tingkat keselamatan yang lebih tinggi. sedangkan untuk pria itu dia tidak terlihat lagi setelah menjauh dari kelompok militer itu, namun arahnya kurang lebih mengarah keluar hutan misterius tersebut
"ayo semua, kita kembali, misi kita sudah selesai" kata pemimpin
semua prajurit yang sebelumnya telah membentuk 8 kelompok disatukan kembali menjadi 1 kelompok besar untuk memastikan keamanan mereka karena mengingat tidak ada diantara mereka yang masih dalam keadaan prima, mereka semua telah mengalami berbagai luka setelah berhadapan dengan monster hutan sebelumnya
di pintu masuk hutan misterius terdapat banyak orang yang berkumpul di sini, ada peseni bela diri dan ada juga yang merupakan orang biasa yang bermodalkan nekat datang ke sini dengan tujuan mendapatkan peluang.
saat ini kelompok besar militer yang tiba tiba keluar dari dalam hutan misterius menarik banyak perhatian dari para peseni beladiri di sekitarnya begitu juga orang orang biasa dengan modal nekat mereka..
"hei siapa mereka?"
"hmm tidak tau , tapi dari seragamnnya seperti pihak militer"
"Apa tujuan mereka memasuki hutan misterius dengan jumlah orang sebanyak itu? apalagi kelihatannya mereka semua tampak ganas"
"dengan jumlah sebanyak itu, mungkin saja mereka mencari artifak level tinggi bukan?"
"Artifak?"
"Oh mungkin kamu tidak tau, tapi ada beberapa teman ku yang juga beruntung menemukan artifak, walaupun artifak itu jatuh dari monster level rendah ternyata itu bisa naik level juga bersamaan dengan dirinya sehingga atribut artifak pun dapat menyesuaikan dengan perkembangan levelnya, dan juga kudengar ada beberapa orang yang memiliki level tinggi cukup beruntung menemukan artifak level tinggi namun sayangnya artifak itu tidak bisa digunakan hinggal level penggunanya sebanding dengan level artifak, apabila tidak mereka yang coba memaksakan menggunakannya akan menerima serangan darinya, namun beda cerita apabila artifak itu sendiri menerima sang penggunanya"
"Lantas jika seorang menemukan artifak level 100 ke atas dan orang pengguna itu diterima oleh artifak bukannya mereka jadi terlalu kuat bukan?"
"itu tidak mungkin, karena tentu saja untuk diterima oleh artifak yang levelnya lebih tinggi dari sang pengguna, mereka harus menerima ujian terlebih dahulu dari artifak tersebut dan artifak level tinggi tentu saja cenderung memberikan ujian yang lebih berbahaya dibandingkan dengan artifak level rendah, karena itu menurutku lebih baik mendapatkan artifak level rendah kemudian level up bersama sama adalah cara aman yang tidak akan mengancam nyawa kita "
"Jadi begitu, kau tentu memiliki banyak informasi"
"Nah, itu hanya orang dalam"
Mendengar sedikit percakapan dari beberapa orang disekitarnya sang pemimpin tau bahwa tidak mungkin pemerintah bisa menyimpan informasi tentang artifak ini lebih lama, karena para peseni bela diri juga berpeluang mendapatkan artifak jadi wajar jika informasi ini sudah terseber pada beberapa tempat.
(Hmm lupakan, lebih baik aku segera menyerahkan artifak ini kepada pak burhan untuk menyelesaikan misi kami) pikir sang pemimpin sambil bergerak menjauh bersama kelompoknya
__ADS_1
--------
DI sore harinya Rasyid mencoba ikut ke dalam ekstra paskibra, pada awalnya tidak ada yang spesial dari saat tiba di lapangan hingga perkenalan diri,namun setelah beberapa saat Rasyid baru menyadari bahwa saat ini hanya ada segelintir anak laki laki yang mengikuti paskibraka mungkin sekitar 4 orang dan itupun semuanya adalah kakak kelasnya
Glup
Rasyid menjadi lebih gugup setelah tau keadaannya saat ini
(hahaha canggung sekali nak) kata Gig
namun seiring berjalannya waktu dan tampaknya juga orang orang disekitarnya tidak terlalu memperdulikannya Rasyid kembali menjadi santai dan mengikitu latihan bersama mereka.
dan
tiba di akhir sesi ekstra paskibra tersebut pelatih tiba tiba meminta kepada anggota anggota paskibra untuk menentukan pak lurah dan bu lurah tahun ini.
setiap orang di sekitarnya mulai berbibisik bisik untuk menentukan siapa yang pantas menjadi pak lurah dan bu lurah tahun ini
(pak lurah? bu lurah?) Rasyid tidak tau apa itu, tapi ia jelas menduga bahwa itu sebutan untuk pemimpin pria dan pemimpin wanita
saat detik detik hendak dibubarkan Rasyid tiba tiba mendengar suara seseorang
"Pantat Tonggeng"
Rasyid langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa itu
namun detik selanjut Rasyid langsung terdiam seakan akan terpanah oleh sesuatu, bagaimanapun juga saat ini Rasyid sedang melihat gadis kecil mungil yang memiliki wajah putih bersih, tersenyum manis dan dengan kilauan dari cahaya matahari saat ini ia tampak sangat sempurna di mata Rasyid.
(Bidadari kah?) pikir Rasyid dalam hati , kemudian setelah sadar dia tersenyum menyapa gadis itu
"Hai. aku Rasyid" memberanikan diri seolah olah ada dorangan untuk menjadikannya laki laki sempurna di hadapan wanita ini
melihat orang yang di panggil "pantat tonggeng" justru tersenyum dan menyapanya, terlihat ia tampak sedikit malu
__ADS_1
"aku Pita" kata gadis itu malu
" Umm, salam kenal kalau begitu" kata Rasyid
" Salam kenalĀ " kata Pita
setelah perkenalan singkat mereka, akhirnya pelatih mengizinkan mereka semua untuk pulang ke rumah.
Rasyid yang sedang menunggu di jemput oleh ayahnya memutuskan untuk mengobrol sebentar dengan teman teman paskibranya sebelum ayahnya sampai.
------------------------------------------------------------------------
di malam hari, di kamar Rasyid
Saat ini Rasyid sedang berbaring di atas tempat tidurnya dan tampak tersenyum bahagia. ia saat ini benar benar sedang menikmati kenangan di sore hari tadi, ia membayangkan seluruh prosesnya dengan detail saat bertemu dengan pita tadi, "mungkin inilah yang namanya jatuh cinta" pikir Rasyid
(hei nak, ada apa dengan mu? jangan bilang kau gila? bagaimana bisa jiwa ku berada di dalam tubuh orang gila sepertimu) kata Gig tidak memahami situasinya
mendengar ini Rasyid menjadi kesal dan memarahi Gig
(Diam Gig , aku sedang berpikir) kata Rasyid jengkel karena terganggu dari khayalannya
(sial kau nak, beraninya kau menyuruh ku diam !!!) kata Gig marah dan ia mulai menceloteh tanpa henti
dan Rasyid yang sudah terganggu dengan omelan Gig memutuskan untuk tidur dan tidak meneruskan pertengkaran itu. ia juga berpikir dengan tidur dia bisa segera bertemu dengan pita itu
"eh tunggu, kelas berapa dia?" pikir Rasyid
--------------------------------
Ke esokan paginya
Ada berita besar yang sangat menggegerkan di sampaikan oleh pemerintah
__ADS_1
"Akhirnya beritanya disampaikan" kata Ayah Rasyid