
"Gigi ku !! " Randi berteriak sambil memegangi beberapa giginya yang rontok dari gusinya yang masih mengalirkan darah
Randi segera melihat ke arah orang yang baru saja memukulnya " KURANG AJAR KAU BAB* !!"
"HEI KALIAN PUKULI DIA!" Kata Randi memerintahkan
Setelah Randi berteriak, anak anak kelas 2 yang awalnya tercengang segera sadar dan hendak menyerang ke arah Rasyid
"Mati kau berengs*k !!" Pria Gigi tongos melancarkan pukulan ke arah Rasyid dari belangk kepalanya
Haap !! Pukulan pria tersebut ditangkap
"Hei kakak tingkat ku yang menjijikan, bukannya kalian terlalu percaya diri dengan menyebutkan kalau hanya satu orang di sini yang berani dengan kalian?" Kata David sambil menggenggam tangan pria gigi tongos tersebut dengan tangan kirinya sedangkan tangan yang lainnya sudah berada pada posisi ditarik kebelakang, mengepal erat hingga bergetar
"Bolehkan aku bergabung?" Tanya David sambil tersenyum yang tentu saja berkebalikan dengan kepalan tangannya yang bergetar dan memerah itu
mendengar ini, rasyid merasakan perasaan aneh, di situasi seperti ini
Rasyid membalas tersenyum "Tentu saja, kenapa tidak kawan" kata Rasyid
Bang !! satu pukulan yang telah ditahan akhirnya melesat dan menargetkan wajah si tongos
Brukk !!
Pria tongos terhempas ke arah Randi dan kedengarannya ada sesuatu yang remuk setelah tubrukan antara kedua orang itu
Ketika melihat kejadiaan itu, yang lain yang sebelumnya juga hendak menyerang segera berhenti karena merasa ngeri jika membayangkan rasanya kalau mereka yang menerima pukulan itu
Whoss!!
Satu pria lagi melesat dari pihak kelas 2 dan terlempar ke salah satu sudut
"Hei kalian, apakah kalian bersenang senang tanpa ku hah?!" suara nada tinggi menggelegar keluar dari arah
Mendengar suara ini, sontak membuat Rasyid dan David menoleh dan secara bersamaan " Shereen!" kata mereka berdua
"Ya ini aku, jadi kenapa kelas kita begitu rame? padahal sudah seharusnya pulang bukan?" kata shereen sambil berjalan melewati grombolan anak kelas 2 dan berjalan ke arah Rasyid dan David
Mendengar kata shereen, Rasyid dan David menjelaskan kepadanya secara singkat kejadian yang baru saja terjadi
__ADS_1
"Oh jadi begitu" Shereen berkata sambil menganggukkan kepala, kemudian ia berjalan ke salah satu kursi dan menyeret kursi tersebut ke depan kelompok kelas dua
melihat tingkah laku Shereen, Rasyid yang sudah tau akan jadi seperti ini kalau shereen ikut ikutan di kejadian seperti ini sudah berdiri dibelakang shereen layaknya seorang BodyGuard, sedangkan David baru mengikuti apa yang dilakukan Rasyid selang beberapa detik kemudian
"Jadi kesimpulannya adalah.." sambil melirik kakak tingkat mereka yang sudah ketakutan
"Kalian menganggap diri kalian berkuasa dan hendak menunjukkan kepada kami anak anak baru kesenioritasan kalian bukan? walaupun dari pihak kalian duluan yang cari perkara kalian akan tetap merasa kalau kalian yang benar bukan? danjika kami tidak melawan, kami yang akan jadi tempat kalian melakukan pemerasan bukan?" kata Shereen melontarkan berbagai macam kesimpulannya
Semakin lama shereen berbicara semakin tidak nyaman perasaan anak anak kelas 2, bukan hanya mereka yang tidak dapat mengajarkan kepada anak kelas satu arti dari senioritas justru kebalikkannya merekalah yang sedang diajarkan oleh junior mereka arti senioritas sebenarnya, beberapa diantara mereka sudah tidak tahan dengan atmosfer kelas tersebut. pemimpin mereka Randi juga sudah pingsan tak berdaya setelah bertabrakan dengan si gigi tongos yang dipukul dengan keras oleh David
Apakah tidak masalah mereka berdua pingsan di kelas? tentu saja masalah ! tapi itu tidak akan membuat masalah pada anak kelas satu, karena wilayah anak kelas satu di khususkan untuk anak kelas satu jadi kalau ada kejadian yang melibatkan anak kelas dua di wilayah kelas satu, mereka anak kelas dua lah yang akan dihukum karena melanggar perbatasan tersebut. tentu saja dengan pertimbangan anak kelas 2 tersebut yang melakukan tindakan agresi. untungnya anak anak kelas dua ini dengan bodohnya membawa sekelompok kelas dua datang ke wilayah kelas satu dan hal ini sudah menunjukkan tindakan agresi dan melanggar aturan tersebut.
(Sial !! apa anak kelas satu garang semuanya seperti mereka ?) Kata seseorang dalam hatinya sambil mengeluarkan keringat dngin
"Jadi Kakak tingkat kami yang saaanggaat kami hormati,yang mana kalian pilih? apakah kalian ingin melanjut kan kejadian ini dengan kumpulan orang kalian dan melawan kami bertiga? atau kalian lebih memilih mundur dengan damai?" Kata Shereen tersenyum
Mendengar hal ini beberapa ragu ragu karena sudah tau situasi mereka tidak memungkinkan melihat dari kekuatan yang ditampilkan oleh mereka bertiga sampai bisa membuat orang yang dipukul mereka terbang, sedangkan disisi lain ada yang tidak memikirkan hal itu, mereka justruk berpikiran kalau mereka masih menang jumlah, tidak termasuk 3 orang yang sudah dibuat terbang sebelumnya, masih ada 17 orang lagi dari pihak mereka, sedangkan dipihak anak kelas satu yang akan bertarung dengan mereka hanyalah Rasyid, David , dan Shereen
"Masa bodoh dengan kekuatan mereka, mereka hanya bertiga !! Seraangg !!"
tidak tau siapa yang meneriakkan ini, tapi setelah meneriakkan ini anak anak kelas dua yang awalnya ciut nyalinya spontan berlari menyerang ke arah Shereen, David dan Rasyid.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pintu Terbuka
Rasyid, David, Shereen , dan teman teman sekelasnya keluar dari kelasnya
"Woah, pertandingan yang sangat menyegarkan" kata Rasyid:
entah sejak kapan , tapi nampaknya Rasyid sudah mulai terbiasa menikmati rasa dari sebuah petarungan
"Kamu nampaknya menikmatinya Syid" Komen Shereen
"Hahah tentu Ren, entah mengapa begitu menyegarkan menghajar para pembuli " Kata Rasyid
"Yups, aku setuju dengan mu syid" Kata david
Selagi mereka berbicara , di dalam ruangan kelas 7A terdapat 20 orang tergeletak yang tampaknya telah dihajar habis habisan, beberapa gigi nampak tersebar di dalam kelas
__ADS_1
"Argh, Sakit sekali" kata seseorang yang baru sadar
"Huft , huft, .."
" Gigi ku ...huuhuu"
"Hufft , huftt, Sial , mulai sekarang jangan sentuh 7A ini, kita cari mangsa yang lain" kata randi setelah beberapa menit yang lalu tersadar dari pingsannya dan mengetahui kelompoknya telah di hajar habis habisan oleh kelas yang sebelumnya menjadi targetnya
--------------------------------------------------
"Syid kamu langsung pulang ke rumah Syid? " Tanya David
" Yups, kayaknya gitu Vid, kenapa Vid? " Tanya Rasyid
" Dimana rumah mu Syid? aku mau main ke rumah Syid" Kata David
"Oh boleh vid, ikut saja nanti , kita bareng ayah ku"
"Okee Syid, aku ambil motor dulu Syid"
"Eh? kamu sudah bemotor vid ? bukannya masih kelas satu ya vid?"
"Biasa, rumah ku terlalu jauh dari sekolah ini, jadi aku diizinkan menggunakan motor oleh datuk ku" kata David
"Hmm bukannya seharusnya ayahmu yang mengizinkan vid?" Tanya Rasyid penasaran
"Aku tinggal bersama datuk ku syid, ayahku diluar negri" jelas david
"Oalah, gitu ternyata vid. Yaudah Vid, ambil dulu motor mu, aku tunggu di sini, sambil nunggu dijemput"
"Okee syid" David pergi untuk mengambil motornya yang dititip di salah satu rumah warga mengingat pihak sekolah melarang penggunaan motoh oleh anak SMP itu sendiri.
"Syid, aku duluan" kata Shereen lewat bersama ayahnya dengan menggunakan mobi avanza hitam
"Woah, enaknya jadi orang kaya" kata Rasyid
----------------------------------------------------------------------------
Terimakasih telah setia membaca hingga BAB atau Chapter yang ke 20 ini, mohon kepada para pembaca untuk meninggalkan komentar dan likenya apabila suka dengan karya ini. pastikan untuk menyampaikan komentar yang membangun ya agar author tau apa yang perlu diperbaiki dalam karya ini
__ADS_1
sekali lagi terimakasih