
Jauh di kedalaman hutan misterius, terdapat seseorang yang telah berjalan jauh di kedalaman hutan misterius, ia saat ini dikelilingi oleh monster monster buas yang belum pernah terlihat di dunia luar sebelumnya
"Wah, monster monster di sini terlalu ganas, ini bukanlah monster yang bisa di kalahkan dengan mudah bahkkan untuk seorang elit asosiasi. diantara merekapun level yang terendah adalah level 9, bisa bahaya kalau beberapa dari mereka keluar bersamaan" kata seorang yang memakai kerudung yang sedang menebas 6 monster sekaligus di sekelilingnya
Seorang yang tampak berusia 30an tahun, bertarung di antara segerombolan monster, namun tampak tidak tertekan sedikitpun bahkan seolah olah sedang bermain dengan anak kucing di sekitarnya apabila ada yang melihatnya dan menceritakannya mungkin tidak akan ada yang percaya mengingat seberapa buas monster monster itu
"hyaah, sungguh melegakan bisa bertarung bebas seperti ini selama beberapa jam, terutama dengan anak anak kecil imut ini "
pria ini sudah bertarung selama 3 setengah jam mulai dari jam 8 pagi hingga saat ini, tampak bahwa ia sangat menikmatinya
(Baiklah, kurasa sudah cukup main mainnya , sudah hampir saatnya menjemput putraku tersanyang jadi aku harus cepat) pikir orang itu
"Hei kau ,saatnya bergantian "
Whoss !!
seketika badai muncul di antara hutan hutan yang sunyi, seorang yang sebelumnya tampak bermain main sekarang memiliki ekspresi yang mengerikan
"Serahkan padaku paduka !"
Rambut dan mata yang awalnya berwarna hitam tiba tiba setengahnya berubah menjadi merah darah
Swoshh !!
satu tebasan horizontal dilepaskan langsung menebas seluruh monster dan pohon yang ada di depan pandangannya
"Sudah selesai paduka !" kata orang tersebut
Perlahan mata dan rambutnya kembali seperti semula yang sebelumnya berwarna hitam
"Terimakasih"
Setelah itu pria tersebut langsung melesat lurus ke arah tempat ia berasal
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SMP 22 kota Bintang terletak dekat dengan hutan misterius, di sana terkenal dengan tempat berkumpulnya sekumpulan anak anak nakal yang senang berkelahi, bahkan guru mereka sendiri ada yang sudah pernah dipukuli oleh muridnya sendiri.
"Hei ji , bagaimana hasil pertarungan mu dengan anak SMP 22 ?" tanya seorang barwajah garang dengan dengan otot yang terlihat jelas serta warna kulitnya yang coklat
"Oh kamu dek, kupikir akan seru melawan beberapa anak macan putih, yah tapi seperti biasa tidak ada yang menarik setelah aku mencobanya," Kata Aji yang berperawakan pendek , rambut lurus, dan berkulit hitam
Aji baru saja keluar dari salah satu kelas di SMP 21, dan di dalam kelas tersebut sudah ada beberapa anak yang terkapar tak sadar
"Siaall !! berani sekali anak SMP 22 mendatangi sekolah ini !!" kata seorang yang kembali sadar
"Lihat saja , akan ku laporkan pada senior ku nanti !!"
----------------------------------------------------------------------------
Beberapa jam sebelumnya
Di SMP 10 kota Bingtang
Rasyid dan teman temannya saat ini sedang beristirahat setelah pelajaran pertama, ia sudah mulai berteman dengan beberapa teman kelas lainnya.
__ADS_1
beberapa diantaranya ada ada robi (cowok pendek dengan kulit kecoklatan)
Natasya (Kulit putih bening, wajah cantik seperti orang jepang , dan memiliki bibir tipis)
dan Amel (Tinggi , Berwajah seperti boneka berbie , dan berhijab)
mereka semua adalah teman teman Rasyid yang memiliki level 2 , sedangkan yang lainnya ia tidak terlalu dekat
" Dek ada uang 2 ribu? " kata seorang laki laki pendek berkulit putih
" Ga ada bang, ini buat uang angkot nanti bang " kata seorang teman kelas Rasyid
"Oh ayolah dek, bandarlah sedikit" kata orang tersebut
Percakapan antara mereka berdua didengar oleh Rasyid, ia sedikit geram dengan tindakan premanisme ini apalagi orang bertubuh pendek yang melakukannya, ini mengingatkannya ketika SD dulu dia juga mengalami hal seperti ini, seorang anak bertubuh pendek berani membuli seorang yang bertubuh lebih tinggi darinya, ini benar benar salah dan tidak normal, pada akhirnya perkelahian pecah antara Rasyid yang lebih tinggi dari pembuli itu dan pembuli yang merasa tinggi karena harga dirinya. dan ketika perkelahian pecah saat itu tidak ada ada yang berani membantu si pembuli itu, ia dihajar habis habisan oleh Rasyid
Setelah menghajar pembuli ia menyampaikan
"Kalau pendek jangan jadi sok sok an preman, di geprek habis kau" kata Rasyid sambil menggertakkan giginya saat marah
"Kamu juga, kalau tinggi jangan mau maunya di rendahkan dong sama si cebol ini, apalagi kamu ga ada salah apa apa dengan si cebol ini" sambil menunjuk teman sdnya
Sekarang kejadian itu malah terjadi kembali di hadapannya, Rasyid yang sudah diam dari tadi di tempat duduknya akhirnya hendak berdiri namun seseorang telah mendahuluinya dan menghampiri orang tersebut
"Maaf, boleh tau dari kelas mana bang?" kata Shereen
"huh? apa perduli mu?" kata laki laki itu
Shereen tdak menanggapi jawab orang itu dan justru bertanya balik
"APAA KAU BILAANGG?!! " laki laki ini tiba tiba marah dengan perkataan itu
Memang kebanyakan yang bersekolah di SMP 10 Kota Bintang kebanyakan adalah ekonomi menengah ke bawah dan kebanyakan yang memalak adalah anak anak dari ekonomi rendah
(Gilaa !! Shereen ini punya mulut berbahaya) pikir Rasyid sambil berdiri dan menghampiri shereen , kemudian ia berdiri di belakang shereen seolah olah menjadi pengawalnya
David yang juga melihat keributan juga berdiri dan menampakkan tubuh tingginya dan berdiri di belakang shereen
melihta hal ini , kakak kelas yang telah memalak bergetar dan munduru dari kelas tersebut
" Awas kalian, lihat saja nanti " sambil berlari
Setelah melihat orang tersebut berlari, laki laki yang dipalaki sebelumnya mengucapkan terimakasi kepada shereen , rasyid dan david
"Terimakasih ketua , telah membela ku" kata laki laki tersebut
"Tidak masalah, aku hanya geram melihat tindakan pemalakan seperti itu" kata shereen
"Hei apakah kamu tau siapa nama orang tadi?" tanya shereen
"Tidak, tidak sama sekali, aku hanya tau kalau dia dari kelas delapan"
"Baiklah kalau kamu tau, kita bisa bantu untuk melaporkannya kepada para guru agar ia bisa menerima hukuman yang pantas" Kata Shereen
-Di kelas 8c
__ADS_1
beberapa anak sedang bermain kartu
"Hahaha aku menang, serahkan uang kalian" kata seorang dengan bekas luka di bagian kanan dahinya
"Sial, kamu beruntung hari ini Ran" Kata seorang bergigi tongos
"Hahaha, klau 3 kali beturut turut mana mungkin keberuntungan, ini namanya skill blo*n"
Tiba tiba
"hei teman teman, nampaknya anak anak kelas 7 perlu di ospek hari ini, mereka berani menentang kita " kata laki laki yang sebelumnya sempat memalak di kelas Rasyid
mendengar hal ini beberapa dari mereka tertawa
"Hahaha, jangan bilang kamu ke kelas 7 untuk mendapatkan uang setelah itu justru kamu ditakut takuti oleh anak kelas 7 dan berlari melaporkan ke kami huh?" kata Randi
"Itu.."
" Hahah tidak apa apa, tanpa kau mencari masalah dengan mereka kami juga sudah berniat untuk melakukan sedikit ospek kepada mereka" kata Randi
"anak anak , sepulang sekolah jangan ada yang pulang duluan , kita ada jadwal untuk mengospek adek adek manis kita kelas 7 " kata Randi
tepat setelah Randi menyampaikan itu, semua laki laki di kelas itu menunjukkan senyum sangar mereka
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Nama: Rasyid Alfariz
Lv; 3
Class: -
Hp: 135/135
Stm: 150/150
Atk : 44
def : 27
hit : 25
int : 17
Spd : 30
Res : 20
GP: 270
Summon :
Mage 1&2 (Lv 3)
Healer (Lv 3)
__ADS_1