
Disuatu bangunan dekat dengan hutan misterius, terdapat beberapa orang yang mengeliling api unggun yang dinyalakan dalam bangunan.
Ringg !! RIngg !!
Suara handphone berdering dari salah satu kantong celana orang bermata sipit yang ikut berkumpul
"Ya, ada apa adik kecil?" kata orang tersebut
" Halo Paman lim, sesuai rencana mu, aku baru saja mengatur anak anak sekolah untuk menyebarkan berita secara rahasia bahwa kami akan mengadakan kompetisi bela diri di dekat hutam misterius, dan kemungkinan akan banyak anak anak pengguna seni bela diri datang ke acara itu terutama anak anak miskin mengingat hadiah yang kita sediakan berupa uang" kata orang dari sebrang telephone
"Hahaha, bagus , sangat bagus... kerja yang sangat bagus bocah kecil, kamu benar benar hebat dalam mengeksekusi setiap rencana yang paman berikan" kata Lim
"Hahah tentu saja paman aku sangat pandai dalam hal ini.. dan juga paman, kamu akan menepati janjimu kan paman?"
"Hahaha, kamu sungguh ingin masuk ke sini nak? baik , baik, paman mu akan menyampaikan ini kepada atasan"
-------------------------------------------------
Di sekolahan, Rasyid , David dan Shereen sedang belajar seperti biasanya. pada awalnya pelajaran berjalan seperti biasa, namun di tengah tengah jam pelajaran Rasyid tiba tiba pergi dari kelas dengn alasan ingin ke toilet.
Shereen yang memiliki penglihatan dan kesadaran situasi lebih baik dari yang lainnya menyadari bahwa ada hal yang tidak biasa dari gerak gerik Rasyid yang pergi dari kelas ,
Setelah merasa curiga dengan gerak gerik Rasyid, Shereen memutuskan untuk pergi mengikuti Rasyid dari jauh.
sedangkan David yang merasa bosan dengan pelajaran juga ikut ikutan minta izin keluar untuk mengikuti mereka berdua. Namun sangat disayangkan Guru yang sedang mengajar tidak mengizinkan David dengan alasan ia harus menunggu keduanya kembali dahulu baru bisa bergantian.
(Wah gini amat gurunya !! bagaimana aku bisa keluar dan menyusul mereka kalau begini) pikir David
Setelah keluar dari kelas, Shereen mengikuti Rasyid perlahan lahan dari jauh. Sesuai dugaannya, Rasyid saat ini tidak mengarah ke wc melainkan ke arah luar sekolah.
(Kemana dia ingin pergi di jam pelajaran kali ini? bolos kah?) Pikir Shereen
setelah beberapa saat berjalan keluar dari sekolah, Rasyid berhenti di depan pohon yang sangat besar selayaknya pohon angker dalam dongeng maupun film horror.
"Hmm jadi di sini.." Kata Rasyid pelan
"Yups di sinilah lokasinya nak, tapi apa kau yakin membiarkan wanita itu mengikuti kita nak?" kata Gig
"Umm, biarkan saja dia" kata Rasyid sambil mengencangkan kepalan tangannya
Bamm !!
__ADS_1
Rasyid tiba tiba memukul pohon itu dengan santainya, namun pukulan santai itu cukup membuat pohon itu bergetar.
"Dia datang nak" kata Gig mengingatkan
Rasyid yang sudah merasakan keberadaan musuhnya juga sudah mengambil posisi untuk menghadapi musuhnya.
Di sisi lain, Shereen yang tengah mengamati Rasyid dari jauh, terkejut melihat gerakan Rasyid yang tiba tiba memukul pohon besar dihadapannya.
"Aneh, Apa ia kerasukan? dan sejak kapan ada anting anting itu" kata Shereen heran
namun tidak lama setelah Rasyid memukul pohon itu, ia tiba tiba mengambil posisi bertarung, hal ini membuat shereen semakin yakin bahwa ia sedang kerasukan saat ini.
Adegan tidak berhenti hanya sampai di situ saja , Rasyid yang sebelumnya mengambil posisi bertarung, tiba tiba bergerak seakan sedang menghadapi serangan dari beberapa orang sekaligus. Ia bergerak maju mundur, merunduk, melompat dan bahkan salto seakan mencoba menghindari beberapa serangan yang diarahkan ke arahnya.
"Woah, bukankah gerakan seperti itu terlalu ekstrim?" kata shereen kagum
Scrath !!
tiba tiba Shereen melihat ada gorsean yang mengeluarkan darah dari wajah Rasyid seakan akan telah tergores oleh sesuatu yang tajam.
menyadari ada yang tidak beres, Shereen mencoba menganalisis ulang kejadian saat ini, ia memperhatikan dengan seksama apa yang sedang terjadi d depannya
(Ini aneh, Rasyid bertingkah seperti kerasukan dan melakukan gerakan selayaknya orang yang sedang bertarung dengan beberapa orang, sedangkan tidak ada satupun mahluk apapun yang terlihat saat ini, dan yang membuat semakin aneh bahwa wajah Rasyid tiba tiba berdarah dan itu sinkron dengan gerakan dia menghindar barusan)
!!
"Apakah ini berarti Rasyid bertarung melawan mahluk halus? tapi apa bisa mahluk halus melukai manusia? dan apa bisa manusia melukai mahluk halus?"
BAMM !!
sesuatu yang tak terlihat mengantam batang pohon besar.
setelah menghantam pohon dengan keras hingga bergetar akhirnya sosok yang tak terlihat sebelumnya menunjukkan wujud aslinya, sosok itu menggunakan topi dan pakaian merah gelap dan menggenggam senjata pisau pendek.
" itu !! bukankah itu bandit yang di sampaikan di berita beberapa hari lalu ?! apa yang harus kulakukan? apakah aku harus melaporkan ke asosiasi? atau aku harus mencari bantuan terlebih dahulu?.. tidak , tidak ada waktu untuk itu " kata shereen memutuskan untuk membantu Rasyid
Shereen melesat berlari menuju Rasyid untuk membantunya dalam pertarungan, namun..
"tunggu disana shereen,.." Kata Rasyid saat melakukan gerakan menghindar, dan mencoba mengambil jarak dari kelima bandit merah darah
"DI sini masih ada empat lagi yang dalam mode kamuflase, kamu tidak bisa membantu."
__ADS_1
"tunggu hingga kelimanya terlihat" kata Rasyid menjelaskan
mendengar hal ini, shereen tertegun, karena baru kali ini dia tidak bisa melakukan apapun apalagi disaat seperti ini
(Apakah aku selemah itu..) pikir Shereen sambil bergerak mundur dan menunggu kelima bandit terlihat
DIsaat Shereen sudah mengambil langkah mundur, Rasyid kembali masuk ke dalam pertarungan intens, ia tidak menggunakan Onyx Blade karena saat ini tidak ada peseni bela diri yang ia kenal yang memiliki senjata saat ini.
jadi selama dalam kelas tadi, ia sudah berunding dengan Gig, kalau dia tidak akan menggunakan pedang melainkan hanya menggunakan kepalan tangannya saja kecuali ada situasi yang mengharuskannya menggunakan pedang. dan untuk pedang Onyx Blade sendiri ia sudah meminta Gig untuk mengubahnya menjadi anting anting saat memasuki medan pertempuran.
berubah menjadi anting anting berbentuk pedang di sisi kanan telinga Rasyid, Onyx Blade menjadikan Rasyid tampak lebih elegan dan gagah dari sebelumnya,
"Baik, aku sudah terbiasa merasakan keberadaan kalian, saatnya Ronde kedua." Kata Rasyid percaya diri
Sebelumnya Rasyid pernah bertarung melawan bandit merah dalam mode kamuflasenya namun saat itu ia belum bisa merasakan keberadaan bandit merah darah dan membutuhkan bantuan Gig untuk bisa menghadapinya , tetapi setelah ia meminjam kekuatan Gig pada saat mode inspeksi sebelumnya, Rasyid mengalami peningkatan yang cukup banyak dari segala sisi indranya, termasuk kemampuan dia untuk merasakan keberadaan seseorang. Oleh karena hal inilah Rasyid bisa merasakan keberadaan para bandit merah dengan lebih jelas dan mampu menghadapainya.
Untuk alasan bagaimana Rasyid menyadari adanya keberadaan bandit di sini , tentu saja bukan karena indranya yang sudah meningkat, melainkan karena Gig sendiri yang menyampaikannya ke Rasyid mengenai keberadaan bandit yang tiba tiba muncul dekat dengan sekolahnya.
Whiss !!
Rasyid tiba tiba menghilang dari tempatnya dan muncul tidak jauh dari lokasi sebelumnya.
Ia yang belum muncul sepenuhnya langsung melayangkan pukulan lurus ke arah depannya dan
Pukk !!
pukulan keras tepat mengenai tubuh salah satu bandit merah darah yang masih dalam keadaan kamuflase dan pukulan tersebut langsung menghentikan mode kamuflasenya
"Heheh, kalian bertiga lagi" kata Rasyid sambil menghadap ke arah lokasi yang tidak terlihat ada orang sama sekali.
-------------------------------
Mohon maaf atas keterlambatan updatenya, dan Terimakasih telah setia membaca hingga chapter ini
Silahkan Dukung terus novel "Semua orang level up dengan membunuh" dengan cara:
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Hadiah
dan Favorit agar tidak ketinggalan update terbarunya.