Semua Orang Level Up Dengan Membunuh

Semua Orang Level Up Dengan Membunuh
BAB 25


__ADS_3

Setelah David pergi untuk mencari makan, tinggallah kakek david dan Andrew di ruang makan.


"mau kemana pak?" tanya Andrew yang melihat kakek David berdiri


"Mau kemana lagi memangnya? sekarang sudah saatnya kita mengecek bagaimana cucu manis ku bertarung" kata kakek David sambil berjalan menuju pintu ruang bawah tanah


mendengar hal ini Andrew hanya mengangguk dan mengikuti kakek David menuju ruang bawah tanah


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di ruang bawah tanah tempat David sebelumnya bertarung.


tampak beberapa percikan darah yang menyebar di ruangan itu serta tiga ekor srigala juga terbaring di sana, dan juga terdapat beberapa kerusakan baik di dinding maupun di lantai.


"Wah kurasa pertarungan tadi cukup sengit" kata Andrew


"Ya, kalau dilihat dari kekacauan yang dihasilkan memang jelas terlihat kalau pertarungan di sini sengit" kata kakek David sambil menghampiri salah satu srigala yang terbaring di sudut ruang bawah tanah


Setelah mendekat, kakek David mengecek seluruh bagian tubuh Srigala biru tersebut, layaknya seorang yang berpengalaman dia menilai seluruh bagian sriga biru tersebut untuk menyimpulkan penyebab kematian srigala tersebut


setelah beberapa saat melakukan penilaian akhirnya kakek David kembali berdiri


"Hmm, menarik , menarik, cucu ku cukup kuat untuk bisa melakukan itu " gumam kakek David


Melihat kakek David bergumam sendiri, Andrew yang awalnya hanya melihat lihat akhirnya penasaran dan bertanay kepada kakek David


"Bagaimana hasilnya pak?" tanya Andrew penasaran


"Hmm , sebentar Andrew, aku akan menjelaskan kesimpulan ku setelah mengecek dua srigala lainnya" kata Kakek David sembari bergerak ke arah dua srigala lainnya yang terletak cukup jauh dari srigala yang berada di sudut


Seperti sebelumnya kakek David menilai seluruh bagian tubuh srigala biru dari ujung kepala hingga ekornya


setelah mengecek kedua srigala terakhir akhirnya kakek David kembali ke tempat Andrew sebelumnya


Andrew yang melihat datuknya David kembali ke arahnya kembali bertanya


"Jadi bagaimana hasilnya pak?" tanya Andrew sekali lagi


"Tunggu sebentar" jawab kakek David singkat dan berjalan menuju kerusakan kerusakan yang ada di sekitar ruangan


setelah berkeliling dan menuju bagian yang rusak terakhir


"Hmm.. jadi begitu" gumam kakek David sambil mengangguk, dan kemudian dia kembali lagi ke tempatnya Andrew


Melihat kakeknya David kembali ke arahnya lagi , Andrew yang sudah tidak enak hati, tidak mau bertanya apapun lagi, dia hanya menunggu kakek David menjelaskan kepadanya itupun kalau kakek David memiliki inisiatif


"Baik , aku sudah mengecek keseluruhan ruangan" kata kakek David kepada Andrew


Andrew yang awalnya hanya ingin diam dan mendengarkan penjelasan kakek David, tidak bisa tidak merespon apa yang disampaikan kake David. karena itu dia menguatkan hatinya dan bertanya sekali lagi


"Jadi pak, bagaimana hasilnya?" tanya Andrew


"Tunggu sebentar" kata kakek David


(Lagi !!) kata Andrew kesal dalam hatinya


"Tidak baik kalau aku yang menjelaskan kepada mu, lebih baik kamu sendiri yang melihat bagaiman prosesnya terjadi" kata kakek David


"Hah? bagaimana bisa aku melihat prosesnya pak, kalau pertarungan itu sudah selesai?" kata Andrew kesal mendengar ucapan kakek David


"Ya, kubilang kan tunggu dulu, kenapa kamu terburu buru"  kata kakek David sambil memejakan matanya


"........" Andrew


Di dalam ruangan yang serba putih, terdapat dua orang yang berhadap hadapan satu yang tampak sudah berumur, dan satu lagi pemuda yang mengenakan setelan jas putih , topi putih panjang , kacamata monocle, dan membawa jam besar yang dipegang dengan seutas rantai


(Rai,Kamu sudah melihatnya kan? bisakan kamu buat simulasinya?) tanya kakek David

__ADS_1


(Tentu saja aku bisa melakukannya) kata Rai sambil menunduk memiringkan topinya ke arah depan


Setelah beberapa saat kakek David memejamkan matanya , akhirnya ia kembali membuka matanya


"Baiklah Saatnya dimulai" kata kakek David


seketika saat kakek David menyebutkan kata "mulai" keluar cahaya dari tubuh kakek David dan menyebar ke seluruh ruang bawah tanah layaknya sebuah sonar yang melakukan pemindaian pada ruangan tersebut


"Wah, apa ini" kata Andrew sambil menghali cahaya yang terpancar ke arahnya


Setelah beberapa saat akhirnya cahaya tersebut menghilang kemudian digantikan dengan titik titik bercahaya biru yang tampak seperti kunang kunang


"Baiklah Andrew mari kita minggir sembari melihat bagaimana prosesnya" kata kakek David mengajak Andrew menepi ke dinding ruang bawah tanah


""KAKEEK GILAAA" terdengar suara dari atas ruanganan bawah tanah


Bukk!! seseorang tampaknya telah jatuh diatas matras yang disiapkan


"Bukankah itu David?" tanya Andrew


"Yah tentu, kita disini ingin melihat prosesnya bukan? jadi seperti inilah kita melihatnya" jelas kake David


(Jadi begitu maksudnya tadi untuk melihat prosesnya) kata Andrew dalam hati


"Huft, benar benar tragedi punya kakek gila seperti dia, smoga tidak ada lagi hal lain yang dia siapkan" keluh David


(Pftt, lihatlah cucu yang dibanggakan ini bahkan telah mengutuk mu dibelakang mu) pikir Andrew lucu sambil dia melihat ke arah datuk David untuk melihat eksperinya, namun tidak ada perubahan reaksi yang terjadi dari wajahnya sama sekali


Grrr


Grrr


Grrr


"Woah !!" Andrew kaget ketika tiba tiba ia mendengar suara geraman dari arah belakangnya


"Ugh, maaf" kata Andrew


"Nah kan, baru juga berharap. yah lagian juga mana mungkin bisa berharap kalau yang nyiapin jebakannya itu kakek" kata david sedih melihat 3 srigala biru metalik yang tampak lapar dihadapannya


Segera setelah David melihat kedatangan ketiga serigala tersebut ia langsung mengambil ancang ancang, bersiap untuk bertarung dan benar saja setelah bersiap siap,  tiba tiba ketiga srigala tersebut berlari dan melompat untuk menerkam David


Whoss


 satu sergapan serigala disebelah kanan berhasil David hindari dengan bergerak cepat ke kiri, namun sayang


Scratch !!


walaupun bisa menghindari serangan yang pertama, ia akhirnya terluka dibagian tangan saat menangkis cakaran dari serigala biru yang berada di tengah. namun , walaupun David terluka ia tetap tidak tinggal diam, saat terkena cakaran tersebut ia langsung melakukan tendangan berputar dan menendang menggunakan tumitnya ke arah srigala yang berada di kiri


Bukk !!


terdengar suara remuk saat tendangan itu terhubung.


tendangan David berhasil mengenai bagian bawah perut srigala biru dan membawa srigala biru tersebut terpental cepat ke sudut ruangan dan membuatnya menabrakkan tubuhnya ke dinding hingga dinding itu sendiri remuk.dan menempelkan darahnya di sana


"Yeah , One hit K.O" kata Andrew seru saat melihat aksi David


"...." kakek David


David yang berhasil menendang srigala ke sudut tidak membuang buang waktunya , ia langsung melompat mundur untuk menjaga jarak melawan kedua srigala biru yang masih menargetkannya


Grrr


Grrr

__ADS_1


kedua srigala tersebut mengitari David seolah olah sedang mencari kelemahannya, atau sekedar mencoba mengintimidasinya


"Monster yang menarik" puji David


setelah beberapa saat akhirnya salah satu srigala berlari ke arahnya dan langsung membentuk bola berduri tanpa melompat.


Sringgg !!


Sepanjang lintasan bola berduri lewat sepanjang itulah gesekan yang merusak lantai terjadi


"Gawat !" kata David mengetahui bahayanya serangan itu


David segera menghindari dan melompat ke kanan untuk menghindari serangan itu, namun tidak seperti yang ia duga bola berduri yang telah melewatinya tersebut berbalik dan menerjang ke arahnya kembali


"Sial, Itu Cheat namanya !! bagaimana bisa serangan itu dilakukan terus menerus" Protes David


Tidak berhenti di sana , srigala biru yang sebelumnya masih menunggu akhirnya berlari dan membentuk bola berduri juga mengikuti temannya untuk menyerang David


Sringg !!


Sringg !!


sekarang ada dua bola berduri yang bergerak menargetkannya.


menyadari tidak akan ada yang berubah apabila ia terus menghindar, ia akhirnya memutuskan untuk mengubah tindakannya dari menghindar menjadi menyerang


"Aku sudah lapar, dan tidak ada waktu lagi bermain main dengan kalian !" kata David menyadari kalau ia belum makan malam


Hupp !! David mengambil posisi kuda kuda dengan kedua kepalan tangannya bergetar berada di samping tulang rusuknya


"Pukulan potensi penuh" kata David dengan nada rendah


Whooss!!


Angin tiba tiba berhembus di dalam ruangan tersebut dan menyebarkan pecahan pecahan lantai dan dinding yang rusak


tidak hanya sampai di situ setelah angin berhembus akhirnya tampak siluet raksasa Berbulu hitam dan sangar muncul dibelakangnya


"Wah APA ITU" kata Andrew kaget


"Berseraklah" kata David pelan sambil menghantamkan kedua pukulannya sekeras mungkin ke arah dua bola berduri itu


BOOOMM !!! bunyi kedua pukulan David menghantam udara sebelum pukulannya bertemu dengan dua bola berduri itu, dan ketika pukulan itu bertemu dengan bola berduri seketika pukulan itu menghentikan gerakan putaran bola berduri itu.


Bukk..


kedua seriga itu jatuh tak berdaya seolah olah tak pernah hidup sebelumnya


"Hufftt.. akhirnya" kata David legah dan berjalan menuju atas


"Wow, dia bisa melakukan itu " kata Andrew takjub


"kekuatannya luar biasa bagi yang seumuran dengannya. Seluruh tulang kedua srigala itu hancur lebur seketika setelah berbenturan dengan pukulannya, oleh karena itu seolah olah tombol off telah ditekan , gerakan mereka berhenti secara otomatis" komentar kakek David


----------------------------------------------------------------------------


Dukung terus "Semua orang level up dengan membunuh" dengan cara:


Like


Komen


Vote


Hadiah

__ADS_1


dan Favorit agar tidak ketinggalan update terbarunya


"Terimakasih telah setia hingga chapter ini"


__ADS_2