Semua Orang Level Up Dengan Membunuh

Semua Orang Level Up Dengan Membunuh
BAB 34


__ADS_3

DI SMP 10 Kota Bintang


Beberapa guru sedang piket saat ini dan menunggu di meja khusus guru piket. pada awalnya suasana mereka biasa biasa saja sampai saat kedatangan Shereen semua itu berubah menjadi mencekam.


Shereen yang berhasil sampai ke sekolah tidak dalam keadaan baik, ia datang ke sekolah dengan keadaan tangan dan pakaian bersimbah darah serta pisau yang masih menancap di kedua tangannya. melihat hal ini beberapa guru yang awalnya tenang menjadi panik dan segera Shereen dibawa oleh beberapa guru menuju ke ruangan UKS agar segeran di beri tindakan.


Sesampainya di UKS, Shereen langsung diserahkan kepada petugas UKS agar segera dilakukan tindakan pertolongan pertama, dan petugas UKS yang ada langsung melakukan tugasnya.


setelah beberapa saat , petugas UKS selesai dengan pertolongan pertamanya, dan membereskan peralatannya..


"Jadi nak, sebenarnya apa yang terjadi? dan siapa yang melakukan ini semua?" tanya petugas UKS


"Ini , kami diserang bandit merah darah bu, tolong beritahu pihak asosiasi secepatnya bu, bahwa beberapa bandit yang mereka cari ada di dekat sekolah kita bu, mereka semua saat ini sedang bertarung dengan salah satu teman sekelasku bu"


Mendengar hal yang tampaknya gawat, sang petugas UKS yang telah menyelesaikan pertolong pertama terhadap luka yang diterima Shereen segera pergi untuk menemui kepala sekolah , agar pihak sekolah bisa langsung menghubungi pihak asosiasi seni beladiri dan meminta bantuan darinya.


Sedangkan Shereen yang telah ditinggalkan petugas UKS pasca pertolongan pertamanya , mengeluarkan sebuat botol kaca yang tampak terisi oleh cairan bewarna merah darah. botol kaca ini tidak lain adalah potion darah yang diberikan oleh Rasyid sebelumnya saat ia meminta Shereen untuk kembali ke sekolah.


Shereen tidak tau apa botol apa itu, tapi dia ingat bahwa Rasyid menyampaikan kalau dia bisa meminum cairan dalam botol kaca itu. Walaupun tampaknya mencurigakan karena bewarna merah darah. tapi Shereen yakin bahwa apa yang diberikan oleh temannya 'Rasyid' tidak akan merugikannya. oleh karena itu Shereen tidak ragu untuk membuka tutup botol itu.


Pulp !


Gleg gleg gleg


Satu botol penuh Shereen habiskan tanpa ragu sedikitpun , dan tepat setelah ia menyelasaikan satu botol penuh.


"Inii... "


tiba tiba seluruh lukanya yang sebelumnya telah diberikan pertolongan pertama segera menunjukan proses pemulihan yang kasat mata dan pada akhirnya menyembuhkan ia sepenuhnya.


"luar biasa, bahkan rasa sakitnya pun menghilang seperti tidak pernah ada sama sekali" kata Shereen


-----------------------


Asosiasi Seni Beladiri


David Louis yang tengah mengerjakan beberapa berkas tiba tiba didatangi oleh Mei.


"Ketua ,kita menerima laporan bahwa 5 bandit yang tersisa sebelumnya dan telah meresahkan warga berada di dekat SMP 10, mereka saat ini sedang dalam pertarungan dan ditahan oleh beberapa orang"


"benarkah? Bagus !! kalau begitu segera kerahkan beberapa orang untuk langsung ke lokasi ,bunuh mereka semua dan jangan biarkan ada satu yang melarikan diri" kata David


setelah itu, beberapa ahli dari asosiasi segera dikerahkan secepat mungkin agar bandit bandit tersebut bisa dimusnahkan.


"hei kau dengar itu? kali ini kita akan melawan bandit lagi, walaupun mereka cepat tapi tetap saja sebelumnya ada anak SMP yang berhasil membunuh 2 bandit di dekat SMP 1, dan karena itu aku yakin mereka tidak akan membuat kita kesulitan sama sekali" kata seorang anggota asosiasi mengendarai mobi dengan postur tubuh yang gemuk dan berambut tipis


"Stt ,jangan suudzon kawan, kita tidak boleh lengah saat bertugas, karena kita tidak tau kemampuan musuh kita, dan bisa jadi mereka lebih kuat dari perkiraan kita" kata seorang wanita berambut pirang dengan tato ular di pipinya dan membawa senjata dagger di paha kanan dan kirinya

__ADS_1


"iya kawan. kita harus selalu berhati hati dan tidak besar kepala. sebelumnya teman ku yang bertugas di bagian hutan misterius selalu membual bahwa ia bisa menghadapi srigala biru di hutan misterius tersebut dengan sangat mudah, namun siapa sangka, bahwa level srigala biru yang muncul tiba tiba meningkat dan itu membuat dia hampir kehilangan nyawanya" kata seseorang laki laki dengan tubuh tinggi, rambut lurus sedikit panjang dan dikuncir kuda. pria ini membawa pedang besar di belakangnya


"Wah maaf, aku tidak berpikir lebih jauh" kata pria gemuk


"Tidak apa apa kawan, yang lebih penting lagi apakah kalian semua sudah membawa senjata kalian?" tanya pria yang membawa pedang besar


"tentu saja sudah, ini twin dagger ku selalu siap bersamaku" kata wanita berambut pirang


"Bagus, aku juga sudah membawa pedang besar kebanggan ku ini"


"Aku juga sudah membawa gada besar ku di bagasi, dia juga siap menghantam musuh" kata si gemuk percaya diri


--------------------------------


di dekat pohon besar yang terletak tidak jauh dari SMP 10 tampak beberapa pilar api berputar mengelilingi dan membatasi suatu tempat yang ada di sana. dan di dalam tempat yang dibatasi tersebut terdapat lima orang berpakaian merah darah dan satu orang anak yang mengenakan pakaian SMP serta mengenakan anting anting berbentuk pedang , anak ini tidak lain adalah Rasyid


Rasyid saat ini benar benar merasa marah dan jengkel dengan kelima bandit ini, terutama karena mereka sendiri telah melukai Shereen yang merupakan teman main saat dia tk dan juga sekarang merupakan teman sekelasnya yang cukup dekat. Rasyid mungkin masih SMP tapi setidaknya dia tau bagaimana cara seorang untuk menghargai teman,


Dulu sewaktu SD, Rasyid tidak terlalu perduli dengan suatu hubungan, ia tidak terlau memikirkan untuk mencari teman, mau berteman ayok, ga mau berteman ya sudah, begitulah pemikirannya. namun setelah beberapa waktu menjalani kehidupan SD Rasyid pada akhirnya memiliki seorang teman baik, dan sudah selayaknya sahabat. pria itu memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dari Rasyid, namun dia dibully oleh beberapa orang yang lebih pendek darinya.dan hal ini hanya karena sahabatnya Rasyid tidak ingin bergabung dengan kelompoknya. Sahabat Rasyid tersebut tidak berpikir mengenai dirinya sendiri dan bahkan sempat khawatir kalau Rasyid juga akan dibully jika dia masih dekat dengan Rasyid. dan hal ini membuat Rasyid berulang kali berpikir dan merenung, dan pada akhirnya Rasyid tau seberapa pentingnya seorang itu dalam kehidupannya. dan kejadian pembulian ini tentu tidak akan dibiarkan oleh Rasyid begitu saja, karena mulai saat ini dia telah memahami apa yang perlu ia pahami.


Rasyid punya pemikiran bahwa tidak wajar kalau seorang yang lebih pendek berani untuk membuli seorang yang lebih tinggi darinya, bukan berarti Rasyid ingin adanya pembulian, melaikan ini hanya pemikiran Rasyid bahwa punya keberanian itu baik, tapi kalau terlalu berani hingga menjadi pembuli seperti ini terutama yang dibully adalah yang lebih tinggi dari mereka.


(Sepertinya kalian harus merasakannya sendiri bagaimana rasanya dibully) pikir Rasyid saat itu.


Dan mulai keesokan harinya , setiap kali Rasyid melihat sahabatnya di bully, Rasyid tidak ragu untuk langsung merangkul leher seorang pembuli yang paling pendek diantara yang lainnya dan mengepitnya hingga kesulitan bernafas, dan Rasyid pun juga berkata kepada mereka


hal ini Rasyid tujukan terutama untuk menunjukkan "Jangan pernah bermain main dengan orang yang lebih tinggi, jika kalian tidak punya kemampuan" dan juga "Jangan membuli jika tidak ingin kena buli".


walaupun teman teman pembuli itu menyerang Rasyid, tetap saja mereka babak belur setelah dihajar Rasyid dan begitulah terus menerus yang Rasyid lakukan, setiap kali sahabatnya dibulli ia akan membuli balik orang orang itu, bahkan beberapa kali lebih buruk dari kelompok pembuli, hal ini pada akhirnya membuat mereka sadar akan posisi mereka dan berhenti untuk membuli.


kembali lagi ke waktu saat ini, dengan ekspresi Rasyid yang gelap menghadapi kelima bandit dan pilar pilar api yang berdiri kokoh di sekitarnya, membuat Rasyi terlihat selayaknya Raja neraka yang hendak mengeksekusi para bandit untuk selama lamanya.


kelima bandit yang telah berada di dalam area tertutup hanya bisa menyerah untuk melarikan diri dan mencoba untuk membunuh lawan yang ada dihapan mereka saat ini


whoss !!


kelima bandit melesat ke arah Rasyid dengan memegang pisau pendek mereka


serangan yang bertujuan untuk membunuh dilancarkan secara cepat dan terorganisir dari berbagai arah bawah , atas , kiri, kanan bahkan serangan menyelinap dari belakang dilancarkan agar dapat menghabisi Rasyid. namun setelah melancarkan serangan tersebut mereka terkejut bahwa walaupun tampaknya pisau mereka tampak telah menusuk Rasyid tapi mereka tidak merasakan adanya sensasi menusuk sama sekali dan benar saja yang mereka tusuk sebenarnya adalah afterimage dari Rasyid yang melesat secepat mungkin dalam sepersekian detik.


Tebass !!


Satu kepala bandit yang menyerang dari belakang sebelumnya telah terlepas dari tubuhnya dan bergelinding di antara bandit bandit.


para bandit yang menyaksikan itu terkejut dengan perubahan cepat yang terjadi, mereka terdiam untuk beberapa saat sambil melihat seorang pria biasa yang memegang pedang hitam gelap dan mengenakan seragam putih SMP dengan noda darah di bajunya.


"Aku benci orang yang menusuk dari belakang" kata Rasyid

__ADS_1


[ Anda mendapatkan 500 GP]


[ Anda mendapatkan Total Revolt]


Melihat kembalinya Total Revolt dan GP yang didapatkan Rasyid, suasana hatinya yang sebelumnya berat dan gelap sekarang menjadi sedikit lebih ringan. dia yang awalnya hanya kepikiran untuk menyiksa sekarang berpikiran lebih terbuka. Rasyid yang awalnya hanya ingin menyiksa sekarang berpikir untuk melakukan eksperimen sambil menyiksa para bandit tersebut.


"Yah ini lebih baik dibandingkan hanya menyiksa kalian, bersyukurlah karena kalian akan sangat membantu umat manusia nantinya" kata Rasyid


----------------------------------------


Nama: Rasyid Alfariz


Lv; 5


Class: -


Hp: 150/150 > 150/150


Stm: 130/168 > 130/202


Atk  :  50 > 60


def  :  34


hit   :  31 > 32


int   :  24 > 24


Spd : 36 > 43


Res : 25 > 30


Total Gp: 770


Mohon maaf atas keterlambatan updatenya, dan Terimakasih telah setia membaca hingga chapter ini


Silahkan Dukung terus novel "Semua orang level up dengan membunuh" dengan cara:


Like


Komen


Vote


Hadiah


dan Favorit agar tidak ketinggalan update terbarunya.

__ADS_1


"Terimakasih telah setia hingga chapter ini"


__ADS_2