
"Thundra, langkah dewa !!"
Raungan keras terdengar dari jauh seakan akan menandakan kematian mereka.
ini menyebabkan mereka semua merasa semakin putus asa, yang awalnya mereka miliki sedikit harapan untuk bisa selamat , sekarang justru harapan kecil mungil mereka telah hilang tanpa jejak.
namun setelah beberapa saat mereka menunggu kematian mereka, mereka nyadari tidak ada rasa sakit yang menimpa mereka, oleh karena itu mereka semua segera membuka mata untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya
Tidak jauh dari kelompok mereka, mereka melihat seorang pria dengan sebagian rambutnya di cat bewarna kuning dan memegang pedang panjang. pria itu saat ini dengan cepat sedang memotong setiap akar yang mendekati setiap prajurit yang ada.
Whoss Whoss Whoss
"Cepat !!" kata prajurit yang menyaksikan membuka matanya lebar lebar
Setiap kali pria itu bergerak bahkan menciptakan afterimage dan setiap gerakan yang dia lakukan mewakili banyak akar yang terpotong potong
walaupun akar akar yang menjulur itu dapat beregenerasi dengan cepat dan berusaha mencapai para prajurit yang terluka sebelumnya, pria itu dengan langkah kakinya entah bagaimana lebih jauh lebih cepat dari memberantas akar akar itu. ia bergerak memotong setiap akar yang keluar dengan cara memutari monster pohon itu. ia secara leluasa bergerak walaupun juga diserang oleh akar akar itu.
setelah beberapa saat monster pohon itu meraung karena kesal. bagaimana tidak ? akar akarnya telah terpotong banyak sekali sehingga sekarang kecepatan regenerasinya menurun secara drastis. monster pohon itu merasa bahwa pria ini harus segera disingkirkan dan karena itu ia berusaha memulihkan akar akarnya untuk melakukan gerakan pamungkas seperti sebelumnya.
"AWASSS !!" teriak para prajurit cemas, mereka semua tau apa yang sedang ingin dilakukan oleh monster pohon itu
berlawanan dengan kecemasan mereka, pria itu justru sangat tenang
"Hm, serangan yang remeh" komentar pria itu
"Sekarang giliran mu" kata pria itu sambil memasukkan pedangnya ke dalam sarungnya
Prajurit yang melihat semakin cemas ketika melihat pria itu menyarungkan pedangnya, mereka khawatir bahwa orang itu telah putus asa dan menerima nasib yang sama seperti mereka. Namun, tiba tiba setelah menyarungkan pedangnya , rambut dan mata pria itu yang awalnya bewarna kuning sekarang mulai berubah menjadi merah darah secara bertahap, auranya yang sebelumnya tampak tenang sekarang berubah menjadi semakin ganas layaknya api yang melahap segalanya.
"Serahkan pada ku paduka" orang itu berkata sembari memegang gagang pedang yang telah di sarungkannya
__ADS_1
di momen yang menentukan ini, tidak ada prajurit yang mampu berkedip karena selamat atau tidaknya mereka akan tergantung pada pria ini.
(Ku mohon, menanglah) doa seorang prajurit
(Menanglah)
Banyak harapan dan doa disampaikan oleh prajurit prajurit berharap pria itu memenangkan pertarungan
Sang monster yang telah siap segera mengeksekusi gerakan pamungkasnya, ia mulai melakukan rotasi secara bertahap dan mulai merentakan akar akarnya layaknya sebuah gasing,.untuk menghantam pria yang ada di hadapannya.
"Tebasan pertama, musnahkan"
pedang yang awalnya telah disarungkan akhirnya kembali dikeluarkan, namun yang mengejutkan adalah tepat setelah pedang itu ditarik dari sarungnya pedang itu tampak memercikan percikan api yang menyilaukan dan seolah olah sudah tersegel lama percikan api itu kemudian meraung dan berkembang menjadi api merah pekat yang menyelimuti seluruh pedang.
WHOOSSS !!!
tebasan horizontal menebas seluruh akar dan pohon yang ada di depannya.
auman ini menandakan perjuangan akhir sang monster pohon sebelum jatuh
.....
setelah beberapa saat hening
"Waaahh !!"
"Kitaa selamaat!!"
"HUhuhu bu, aku selamat "
"aku level up !! terimakasih tuhan telah menyelamatkan ku dan menaikkan levelku huu"
__ADS_1
berbagai macam teriakan yang menunjukkan rasa syukur diteriakkan oleh para prajurit, mereka tidak hanya selamat dari kematian tetapi juga mendapatkan exp yang cukup untuk mereka naik level, dan pria yang telah menghabisi monster pohon itu hanya tersenyum melihat mereka. jika ada yang melihat mereka akan terkejut mengetahui bahwa rambut dan mata pria itu kembali berubah warna , kali ini adalah warna hitam dan itu benar benar terlihat alami dan menyatu dengan pria itu.
kemudian pria itu lanjut mencari cari sesuatu di antara maya* monster itu.
"Ketemu !!"
apa yang ia temukan saat ini adalah sebuah tongkat sepanjang tubuh orang dewasa dengan beberapa relik kuno menyelimuti sebagain tongkat itu.
setelah mendapatkan apa yang ia cari pria itu datang ke tempat para prajurit untuk menanyakan pemimpin mereka, di sela sela itu ia menerima banyak terimakasih karena telah menyelamatkan nyawa mereka, pria itu juga tidak sombong dan tersenyum ramah membalas perlakuan prajurit prajurit itu. setelah tau dimana pemimpin mereka, sang pria datang menemui pemimpin mereka dengan membawa tongkat ditangannya
"Terimakasih, terimakasih telah menyelamatkan kami semua" kata sang pemimpin berkaca kaca
"Tidak masalah, namun kenapa kalian kelompok militer memaksakan diri untuk masuk ke sini? bukankah persyaratnnya di level 20 dan mampu berasimilasi?" tanya pria itu
"Umm, ya ini kesalahan saya, kami sebelumnya menerima misi untuk menemukan artifak yang jatuh dari mayat monster level 17 dan saya sebelumnya berpikir monster monster ini masih bisa ditangani dengan jumlah, namun pemikiran itu benar benar naif, saya tidak menyangka nyawa kami semua hampir hilang setelah menghadapi satu monster di zona ini" kata pemimpin menjelaskan
"hmm, artifak ini yang kamu maksud?" kata pria itu
"YA, itu benar benar artifak yang kami cari !" kata pria itu
tapi setelah sadar bahwa bukan mereka yang membunuh monster itu ia tidak segan segan meninggalkan ide untuk mendapatkan artifak itu terutama untuk melawan monster yang bisa melawan monster.
"tapi yah, bagaimanapun juga kamu telah menyelamatkan kami, dan kamu yang membunuh monster itu jadi kami tidak masalah jika kamu ingin mengambilnya" jelas pemimpin
"Hmm aku tidak butuh ini, karena pedang ku juga merupakan artifak jadi tidak perlu bagiku menambah artifak, jadi apakah kalian bersedia membayarnya jika aku menjual ini?" kata pria itu
mendengar hal ini , pemimpin merasa takjub, bagaimana tidak? orang orang saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan artifak yang jatuh dari level rendah, namun pria di depannya bahkan tampak tidak peduli dengan artifak level ini. tapi setelah dipikir ulang ia merasa wajar karena pria ini bisa membunuh monster level 17 dengan mudah jadi bagaimana mungkin dia menetapkan artifak level 17 dimatanya sedangkan ia mampu melawan monster yang levelnya lebih tinggi lagi? namun karena ini sejalan dengan rencana kelompoknya maka bagaimana bisa dia menolak untuk membeli artifak itu?
perlu diketahui artifak merupakan peralatan yang dapat meningkatkan levelnya sendiri melalui pembunuhan monster monster yang ada, jadi walaupun artifak ditemukan pada maya* monster level 1 artifak ini dapat menandingi artifak yang dijatuhkan oleh monster level 17 dengan cara menaikkan levelnya sendiri. namun karena artifak sendiri cukup sulit ditemukan terutama di monster monster level rendah pemerintah hanya menyimpan informasi ini diantara mereka dan militer.
"Baik saya akan membelinya sesuai dengan harga artifak level 17" kata pemimpin tersebut
__ADS_1
"Baik, deal kalau begitu" kata pria itu.