
Setelah selesai menyampaikan laporannya ke kepala Asosiasi Max pamit dan meninggalkan ruanganan kepala asosiasi
"Apakah kita tidak mengkonfirmasinya langsung dengan pemerintah?" tanya Mei
mendengar pertanyaan mei, David Luis menggelengkan kepala, ia menjelaskan bahwasannya mereka tidak perlu melakukan itu, biarkan saja pihak pemerintah menyelesaikan penelitan potion mereka hingga sempurna, dan untuk dugaan seseorang yang membuat potion David tidak ingin memikirkannya, karena menurutnya potion yang digunakan orang tersebut berkemungkinan hanya bisa memberi efek terhadap mahluk dari tempat misterius, dan jika benar potion tersebut bisa berefek terhadap manusia pada akhirnya mereka akan mendengarkan beritanya.
"mari kita bahas yang lainnya mei, apakah kamu punya kabar mengenai bagaimana progress pembuatan alat perenkingan yang dilakukan pemerintah pusat mei?" tanya David, sebelumnya dia mengetahui proyek ini saat diundang langsung oleh pemerintah sebagai yang mewakili asosiasi, mereka optimis bahwa alat ini akan sangat membantu perkembangan pada era ini, bisa dibilang kalau negara tempat Rasyid tinggal adalah perintis dalam pengembangan dan pembuatan alat ini
"mm, sejauh ini yang sudah kita dengar dari laporan pemerintah pusat, pengembangan alat perengkingan sudah mencapai 80% , dan kemungkinan dalam waktu dekat akan bisa diselesaikan"
" bagus, aku yakin dengan adanya alat ini, para peseni bela diri yang ada akan menjadi lebih bersemangat dalam meningkatkan kemampuan mereka,dan dengan alat ini juga kita bisa segera menilai kemampuan anggota anggota kita untuk menyesuaikan misi mereka sesuai dengan tingkat bahaya yang bisa mereka hadapi" kata David semangat memikirkan akan adanya sistim perankingan
"Ya ketua, bisa diyakinkan dengan begini kita bisa meminimalisir kemungkinan jatuhnya korban jiwa akibat kesalahan dalam memilih tim " kata mei bersemangat
----------------------
Di kelas, setelah guru keluar dari kelas
"Hei Syid, kenapa begitu lama? apa yang kalian lakukan berdua?" tanya David
"Huh? hmm menurut mu, kira kira apa yang kami lakukan berdua Vid?" tanya Rasyid balik sambil dengan sengaja tersenyum mencurigakan,
"Sial, jangan mengerjaiku Syid, kalian berdua sengaja meninggalkan aku di kelaskan,? kamu tidak tau betapa membosankannya kelas tadi dan sekarang kamu tidak mau memberitauku habis apa kalian tadi diluar" gerutu David, walaupun David memiliki postur dan ciri ciri layaknya orang barat yang terkenal akan sikap rajinnya, tetap saja ia bukan dari negara itu, ia hanya siswa yang kebetulan mirip dengan orang barat dan sikap malasnya adalah yang bertolak belakang dengan itu.
"Heheh mana ada kayak gitu Vid, aku dan Shereen kebetulan lagi sama sama ada urusan diluar, mangkanya ga lama aku keluar Shereen juga ikutan keluar. btw nanti sore kamu ikutan eskul paskib Vid?"
__ADS_1
"Hmm kyaknya enggak deh Syid, aku mau istirahat sore ini" kata David
Mendengar jawaban David, Rasyid sedikit kecewa , namun ia tidak terlalu memikirkannya, Rasyid tetap berpikir ingin mencoba ekstra paskib nanti sore.
" Hei Syid, kamu mau ikut paskib?"
Shereen bertanya dari belakang Rasyid
"Yups, aku mau coba dulu Rhen, kayaknya seru sih" kata Rasyid
"Semangat kalau gitu Syid, btw di Paskib lebih banyak Ceweknya loh Syid dibandingkan cowoknya, jadi mungkin kamu bakal nemuin cinta pertama mu nih Syid hihih" Goda Shreen
------------------
Di kedalaman hutan misterius terdapat beberapa kelompok orang yang menjelajahi hutan tersebut, mereka semua mengenakan pakaian lengkap militer dan saat ini sedang menghadapi 3 monster tipe tumbuhan. tumbuhan tersebut memiliki bentuk seperti pohon beringin namun bedanya monster ini memiliki gigi yang dapat mengunyah mangsanya dibagian batang pohon tersebut , dan beberapa orang dari militer tersebut tentu saja sudah ada yang menjadi santapan bergizi dari monster bringin itu.
"Gawat, hindari itu !" kata seorang yang memimpin kelompok tersebut
"Arghh tolong !!" teriak seorang prajurit yang tidak lain adalah anggota mereka, ia diseret setelah terjebak oleh serangan akar monster tersebut dari berbagai macam arah sehingga ia tidak dapat dapat lagi menghindari serangan itu. untungnya saat ini ia masih bisa bertahan dengan memegang akar pohon misterius yang ada di sana dan bertahan dengan kuat dengan bantuan kekuatan kodamnya Kera Batu
"Sial, semuanya bantu potong akar sialan itu!!" kata pemimpin kelompok itu sambil menahan gerakan monster bringin lebih jauh. saat ini pemimpin sudah berlevel 14 sedangkan para prajuritnya rata rata level 11 dan 12 , level level ini menunjukkan bahwa mereka sudah berpengalaman dalam membunuh monster monster. namun walaupun level mereka dianggap tinggi tapi mereka masih kalah dengan monster yang ada dihadapan mereka "Lv 17 Bringin Racun" terlihat di depan mata para prajurit ini.
setelah mendengar perintah pemimpin, dengan segera prajurit prajurit terdekat membantu menyelamatkan rekan mereka dengan memotong akar akar itu. mereka semua langsung bergerak bersama.
meskipun mereka semua adalah kelompok militer yang terlatih mereka semua dibuat kerepotan saat menghadapi monster monster ini, apalagi karena persenjataan seperti pistol tidak berfungsi di sini. jadi mereka hanya dapat mengandalkan senjata tajam mereka sendiri.
__ADS_1
setelah beberapa saat mencoba memotong akar akar tersebut walaupun cukup keras pada akhirnya rekan mereka bisa diselamatkan berkat semua orang menggunakan kemampuan roh kodam mereka. dan orang itu langsung kembali ke posisinya untuk bersiap bertarung kembali dan menampilkan bayangan kodam disisi belakangnya yang duduk jongkok di atas bahu kanannya.
"Musuh di sini sangat sulit dihadapi" kata pemimpin sambil meneteskan keringat didahinya, meskipun sulit namun ia tetap memiliki tanggung jawab dalam menyeselaikan ekspedisi kali ini, ia kemudian mulai menginstruksikan para pasukkannya untuk menghabisi monster bringin itu.
semuanya segera bertindak sesuai arahan pemimpin mereka, selama beberapa jam akhirnya pemimipin memperhatihan ada strategi yang cocok untuk melawan pohon beringin ini, yakni dengan cara membuat beberapa kelompok prajuritnya saling memunggungi dengan cara ini mereka bisa memastikan tidak ada serangan menyelinap dari belakang. perlahan demi perlahan mereka mendesak pohon beringin hingga tersudutkan. para prajurit menyerang dengan ganas memotong dan menebas akar akar yang menghampiri mereka dari segala sisi dan tampak pemandangan menakjubkan dimana berbagai kodam bermuncululan dibelakang masing masing prajurit. .
setelah delapan kelompok berhasil mendekati pohon tersebut dari berbagai sisi tiba tiba kelompok yang tepat berada di depan mulut pohon tersebut melihat asap hijau tebal keluar dari mulutnya, sontak ini membuat prajurit ketakutkan karena menduga asap itu adalah rarcun.
"Jangan takut !! cepat hindari itu!! yang lainnya ikuti aku, SERAANGG !!" kata pemimpin langsung menginstruksikan
dengan cepat prajurit yang tepat berada di depan hal ini langsung bergerak menghindar kebelakang dan meninggalkan kolomg kosong di bagian depan tersebut. di sisi lain sisa prajurit termasuk pemimpin mereka melakukan penyerangan habis habisan dalam rangka menghabisi pohon itu.
setelah 30 menit didesak dan hampir mat*, tiba tiba sang monster bringin mengangkat semua akar yang tertanam dan hanya menyisakan 1 akar utama di dalam tanah, dan setelah melakukan itu ia merentangkan tiap akarnya dan melanjutkan dengan melakukan putaran putaran yang prinsipnya sama dengan gasing. akar akar itu
Prajurit prajurit yang telah terlanjur mendekat tidak bisa lagi kembali mengingat serangan itu datang dengan cepat. mereka pada akhirnya hanya menggertakkan gigi dan mengeluarkan kekuatan penuh mereka untuk menahan namun pada akhirnya semua orang terpental secara mengerikan.
saat sudah mengalami luka separah itu, para prajurit hanya bisa berbaring dan melihat sang bringin menujulurkan akar untuk menangkap mereka satu persatu.
"Maafkan aku ibu, aku tidak bisa pulang" kata seorang prajurit memejamkan mata dan menangis mengingat ibunya yang menunggunya di rumah
banyak prajurit yang telah putus asa saat ini, begitu juga pemimpin mereka yang telah kehilangan tangan kanannya
Setiap orang akhirnya memejamkan mata mereka menunggu kematian menjemput mereka.
.....
__ADS_1
"Thundra, langkah dewa !!"
Tiba tiba suara petir menggelegar dari kejauhan