
Keesokan harinya, Rasyid bangun seperti biasa untuk mempersiapkan dirinya sebelum pergi ke sekolah. ia bangun, mandi dan kemudian sarapan pagi
"Bu, apa lauk kita hari ini bu?" tanya Rasyid
"Ayam goreng nak, ini favorit mu bukan?" ibu Rasyid menjawab sambil tersenyum
"Ya bu, ini makanan terenak di seluruh dunia" kata Rasyid semangat
"Hahaha, baiklah nak, cuci tangan mu dan siapkan nasi mu" kata Ibu Rasyid
Setelah itu Rasyid melakukan apa yang ibunya suruh kepada Rasyid, mencuci tangan dan menyiapkan nasinya.
Setelah nasi siap Rasyid lalu mengambil paha ayam goreng ukuran besar yang telah digoreng dengan dibaluri bumbu tepung goreng.
"Ini pasti lezattt" kata Rasyid
(Apa yang lezat? bahkan selama ini kau makan aku tidak bisa merasakannya) kata Gig
Rasyid mengabaikan Gig dan fokus untuk makan. Rasyid langsung menggit paha ukuran besar itu dengan sebuah gigitan besar, dan mengunyahnya untuk merasakan kedalaman rasa ayam goreng tersebut
"Emmmm, mantap"
Gig yang awalnya biasa biasa saja tiba tiba memiliki wajah yang berubah, ia seolah olah menemukan kesenangan dunia tepat setelah Rasyid mengunyah daging ayam tersebut.
(Hei nak, ambil yang banyak, aku rasa aku bisa merasakannya !!) kata Gig bersemangat
mendengar teriakan Gig , Rasyid langsung bersemangat
(Benarkan aku bilang, ini makanan terlezat yang pernah kau rasakan) kata Rasyid bangga
(Umm, kau benar nak, ini lezat !! cepat fokus makan, aku ingin merasakan lebih) kata Gig
setelah itu hanya suara ayam kriuk dan dentingan piring yang terdengar seiring berjalannya waktu.
setelah merasa perutnya telah terisi , Rasyid sudah siap berangkat , dan tinggal menunggu ayahnya untuk mengantarnya. sembari menunggu Rasyid berbincang bincang sedikit dengan Gig karena ini baru pertama kalinya Gig bisa merasakan makanan setelah ia hadir ke dunia Rasyid.
(Hei pak tua, jadi bagaimana kau bisa merasakannya sekarang?) tanya Rasyid
(Hei nak, jangan jadi kurang ajar hanya karena kita dekat. dan untuk jawaban pertanyaan mu itu aku tidak tau, besar kemungkinan level 5 mu mempengaruhi keberadaan ku) duga Gig
(Hmm, sama seperti semalam, kemungkinan besar seperti itu) kata Gig
-------------------------------------------------------------------
Di sekolahan, SMPN 10 Kota Bintang
akhirnya Rasyid sampai di parkiran sekolah dengan diantar oleh ayahnya.
"Syid, ayah mungkin tidak bisa menjemput mu hari ini, jadi pulang naik angkot atau bareng teman mu saja ya"
"Okee yah"
"Hei Syid, Pagi" terdengar suara orang memanggil dari gerbang masuk sekolahan
"Oh David, Selamat pagi" kata Rasyid sambil melihat ke atas kepala David
[LV 4, anak Roh KingKong]
(Woah, sejak kapan dia mendapatkan kingkong?) gumam Rasyid dalam hati
__ADS_1
"Selamat pagi om" kata David menyapa ayah Rasyid
Setelah saling sapa, ayah Rasyid meminta tolong kepada David untuk mengantar Rasyid pulang hari ini, ia menyampaikan bahwa hari ini ia jadi sedikit sibuk setelah mendapatkan tugas dari atasannya. dan untuk David sendiri ia tidak merasa keberatan untuk membantu mengantar Rasyid pulang mengingat Rasyid sekarang juga sudah jadi teman sekelasnya dan akrab dengannya
Setelah itu Rasyid dan David pergi ke kelas mereka untuk meletakkan tasnya masing masing
"Hei kau dengar tidak? katanya beberapa kakak kelas kita yang terdiri dari beberapa perguruan bela diri udah pada buat kelompok baru loh, bahkan semalam kegiatan mereka ada yang mecahin kepala si anak hacirin loh"
Saat dalam perjalanan ke kelas , David dan Rasyid tiba tiba mendengarkan percakapan yang cukup menarik, jadi mereka duduk di dekat sana.
"Ha? hacirin? anak mana tu?"
"Lah, hacirin itu nama jalan lah bro, di sana katanya tempat orang orang yang suka pake pisau kalau masalah berkelahi"
"Ha? pisau? ga ada yang mati apa kalau pake pisau gitu? dan apa polisi ga ada yang gerak?"
"Kalau mati sih ga tau juga ya, kata kakak kelas yang pernah cerita dulu sih, katanya sekolah kita ini pernah ada yang kena tusuk pisau perutnya, jadi saat itu seluruh kakak kelas yang seangkatan ikut gerak semua. Mereka semua di satuin dalam satu truk buat nyerang kelompok yang udah nusuk kawannya dan tentu waktu itu hasil nya seluruh kelompok itu kebantai abis. tapi ga ada yang tau ada yang mat* apa enggak deh"
"Gilaa, ngeri bener dengar cerita dari mu, apa lagi lihat beneran. hadehh... terus terus gimana dengan polisi? apa mereka ga gerak gitu?"
"Kalau polisi sih udah gerak katanya, tapi ga nemu siapa aja yang terlibat, lagian juga ga setiap hari mereka kelahi di jalan hacirin itu, jadi mana sempat polisi ngurusin mereka"
begitulah yang disampaikan beberapa anak kelas 7 yang sedang mengobrol, sedangkan Rasyid dan David yang sudah menguping sebelumnya dan telah mendengar gosip yang ingin mereka dengar akhirnya berdiri dan melanjutkan perjalanannya ke kelas
"Pagi Vid, Syid" kata seseorang dari belakang
David dan Rasyid sudah tau siapa itu jadi mereka tidak repot repot menoleh
"Pagi Rhen" David dan Rasyid menyapa
"Yupss, gimana keadaan kelas? apakah masih kacau seperti kemaren?" tanya shereen sambil menginjit dan melihat ke dalam kelas melalui bahu Rasyid dan David
"Yah, itu wajarkan, mana mungkin kita bisa belajar kalau keadaan kelas tetap berantakan seperti kemaren" kata shereen
"Umm" David dan Rasyid mengangguk dan kemudian mereka bertiga meletakkan Tas mereka ke kursi masing masing
------------------------------------------------------------------------------
DI sekolah SMP Hacirin, di salah satu bangunan yang dikelilingi oleh sawah dan hanya ada satu jalan masuk dan keluar dari bangunan itu.
Saat ini tampak dalam bangunan ini ada sekitar 20 puluh laki laki yang memakai seragam sekolahan , namun dengan baju yang dikeluarkan dari celana sekolah.
"Sialan, siapa anak anak itu sebenarnya ! beraninya mereka menunjukkan taring mereka di daerah kita." kata seorang yang tampak bekas luka sayatan di lehernya dan sedang memegang cutter di salah satu tangannya
"Aku juga tidak tau siapa mereka, tapi tampaknya mereka semua adalah anak SMP sama seperti kita." kata seseorang
"Ya aku juga mengira seperti itu, namun walaupun masih SMP kemampuan mereka begitu kuat, bahkan orang orang kita yang sudah menggunakan senjatanya masih tidak berdaya melawan mereka" saut seseorang
"SIalaan, wajah bajing*n sombong itu masih terngiang ngiang dikepala ku !! aku harus membalas dendam !!' kata seseorang
"Tetap tenang" kata seorang singkat yang tiba tiba membuka pintu masuk bangunan itu
suasana yang awalnya ribut menjadi sunyi seketika seoalah olah 2 kata itu merupakan tombol on/off kehidupan mereka.
Seseorang yang baru saja masuk adalah seorang dengan perawakan rambut panjang lurus memakai kacamata dan memakai kalung kristal di lehernya
"Ketua OSIS !" kata seseorang dengan bekas luka sayat di leher
"Tenang Ogi, aku ke sini tidak untuk menghentikan mu" kata Ketua OSIS
__ADS_1
"Tapi.. bagaimana bisa aku tenang jika aku dipermalukan seperti ini .." kata Ogi pelan
"Ya , kamu benar, kamu sungguh memalukan. aku tidak menyangka kelompok yang di takuti sebagai kelompok hacirin justru sedang dikenal sebagai anak anak yang kepalanya pecah saat ini" kata Ketua OSIS itu
mendengar hal ini, mereka semua sangat kesal dan ingin menghajar ketua OSIS tersebut, namun disisi lain terlihat jelas bahwa mereka takut terhadap ketua OSIS tersebut walaupun pada kenyataannya ketua OSIS tersebut hanya sendirian sedangkan mereka ada dua puluhan
"Baiklah, jangan hanya menatap ku seperti itu. Kalau kalian ingin balas dendam kepada mereka , cukup pancing saja mereka dengan hadiah. sebarkan berita ini ke seluruh SMP yang ada di kota ini kalau kita akan mengadakan pertandingan seni bela diri . dengan peraturan yang menyerah atau pingsan dianggap kalah, dan untuk hadiahnya akan ada hadiah uang setiap kali kalian menang." usul ketua OSIS
"itu Ide yang bagus tapi.. bagaimana kami bisa melawan mereka kalau mereka ikut lagi?" tanya Ogi
"Ouh, masalah itu kalian tidak perlu melakukan apa apa, cukup biarkan mereka berkompetisi dan kita akhir mereka saat waktunya tiba" jawab ketua OSIS dengan tersenyum layaknya psikopat
-----------------------------------------
Normal > Buff/Debuff
Nama: Rasyid Alfariz
Lv; 5
Class: -
Hp: 150/150 > 150/150
Stm: 130/168 > 130/202
Atk : 50 > 60
def : 34
hit : 31 > 32
int : 24 > 24
Spd : 36 > 43
Res : 25 > 30
Total Gp: 270
Summon :
Mage 1&2 (Lv 4)
Healer (Lv 4)
Legiun Arch (Arch (Lv 1) , Mage 3 & Mage 4 (Lv 1))
Dukung terus "Semua orang level up dengan membunuh" dengan cara:
Like
Komen
Vote
Hadiah
dan Favorit agar tidak ketinggalan update terbarunya
__ADS_1
"Terimakasih telah setia hingga chapter ini"