
Ariyana pengasuh anakku yg kini menjadi istriku mengalami pengalaman hidup yg tiada duanya.
Ditengah kebingungan, marah yg terpendam, dendam akan prilaku istriku yg sering selingkuh, dan juga seringnya ia membentak dan menyesali perkawinan kita, aku justru menemukan kesejukan ketika berbincang dengan pengasuh anakku yg bernama Ariyana. Seorang gadis desa yg lugu, bertutur kata halus, sopan dan jujur. Meskipun demikian aku tidak pernah mencritakan masalah apa yg terjadi antara aku & istriku. Hubungan aku & Ariyana hanya semaklumnya saja.
Sampai pada saatnya perceraian tak bisa terhindarkan, meskipun aku rela rumah, anakku, kendaraan semua diambil pihak istriku aku rela pergi meninggalkan semua kepahitan yg kita alami, sedih & hancur prasaanku karena harus berpisah dgn anakku sayang, tapi pihak istri bersikukuh untuk mengambil alih semuanya. Akupun pergi hanya membawa beberapa helai baju & celana ganti.
Hari hari pertama setelah perceraian hidup rasanya kosong, hampa..seakan dunia telah meninggalkan diriku. Satu demi satu temanku pergi menghindar, seakan-akan akulah penyebab dari perceraian ini. Begitupun dengan saudaraku, semuanya seakan meninggalkan diriku. Bulan demi bulan kulalui dengan kekosongan, dikantorpun semua temanku mengatakan bawa aku sering ngelamun,tidak seperti dulu penuh ceria.
Suatu ketika dihari minggu sore waktu aku sedang bernaung didalam sebuah warung kopi, diluar sana hujan turun lebat tiba-tiba kulihat sosok gadis masuk tergopoh-gopoh kedalam warung. Matanya menatap kedalam warung dan terbelalak melihat aku yg duduk dipojokan.
"Lho pak..ko disini" ketika ia datang menghampiri mejaku.
"Hi Ariyana..darimana? ko disini juga?"
__ADS_1
"Saya kerja dipabrik diujung jalan itu pak sekarang, ibu sudah ambil pengasuh anak yg baru" katanya sambil menunduk.
"Oh ya..ya ampun, gimana kabar anakku? dan..apakah pengasuh yg baru sebaik kamu?"
"Alhamdulillah sepengetahuan Ari, putri baik-baik ko, bapak tinggal dimana?" katanya sambil tersenyum.
Perjumpaan itulah yg akhirnya menjadi awal dari perjumpaan selanjutnya dan selanjutnya. Tanpa terasa sudah 4 bulan semenjak pertemuan diwarung kita saling ketemuan, bahkan tanpa malu akupun memberanikan diri mengajaknya jalan-jalan.
Awalnya ia menolak dengan alasan tidak bagus jalan jalan dengan bekas boss. Tapi, entah kenapa aku gigih menawarkan untuk keluar, akupun ga ngerti knapa jadi menggebu-gebu mengejar gadis ini. Selain tertarik dengan kehalusan tata cara bicara, sopan santun yg sangat baik ditopang juga oleh manis wajahnya, rambutnya yg tebal & hitam memanjang lurus sampai bawah bahunya, tubuhnya yg semampai tidak kurus dan tidak gemuk, pokonya ideal sekali.
" Ya udah..sabtu ini bapak boleh jemput aku jam 5"
"Ari..mulai sekarang jangan panggil bapak ya, panggil namaku aja.."
__ADS_1
"Bener pak? nggak ah..ga sopan, aku panggil pak Randi aja"
"Ya jangan pake pak didepannya..cukup Randi"
"Klo pake mas aja boleh?"
"Terserah..asal jangan pak ya"
"He eh.."
"Sabtu ini aku jemput jam 5 ya"
Itulah hari yg berbahagia bagiku, ga sangka setelah 1 tahun bercerai hidupku yg serasa kosong, tanpa tujuan tiba-tiba seakan menjadi terang benderang, semangat hidupku bergelora kembali, ga kupikirkan apa latar belakang kita tapi serasa ada sebuah suntikan yg memberikan kekuatan positip kearah kemajuan. Sungguh aneh dan ajaib. Aku jatuh cinta.
__ADS_1
********