
"Mas!.." Kudengar swara Ari memanggilku.
Aaah..Ia baru keluar, gadis itu berjalan sambil menunduk kearahku, sampingnya ada dua orang gadis berjalan, seakan mereka saling bercanda.
Ari mendekat, aku liat ia tersenyum malu.
"Kenalkan temanku mas..ini yg jelek namanya Nurul, sampingnya yg Nauzubilah lebih jelek lagi namanya Nana..mereka mau kenalan, usil mereka mas"
"Oh ya..kenalkan saya Randi"
Kedua gadis itu ketawa sambil mencubit tangan Ari.
"Aduuuh!..gila sakit tau"
"Ya udah..sampe senin ya ketemu lagi" kata Ari.
"Lho ko diusir? baru kenalan"
"Tau nih Ari..haha, ga apa² mas..silahkan ati² ajak Ari mas, dia suka abis-abisin makanan orang" kata Nurul.
__ADS_1
"Ya ampun!" Ari membelalakan matanya kearah Nurul.
"Ok..sampai ketemu lagi ya" kataku sambil memberikan isarat mata kearah Ari.
Malam itu kita habiskan dengan jalan-jalan dan mampir disebuah tempat makan. Ngobrol ngalor ngidul seakan dunia punya kita berdua. diakhiri dengan janji akan menjemput ditempat kosnya esok siang untuk jalan lagi.
Kita berhubungan kurang lebih 5 bulan sampai pada waktunya aku memberanikan diri untuk mengatakan prasaanku kepadanya. Kali ini kita berdua sedang berada ditepi sebuah danau didaerah Jakarta Selatan,kebetulan sore ini ga banyak orang disana & aku memberanikan diri untuk berucap.
"Ari..kita sudah saling kenal secara dekat selama 5 bulan ini, prasaanku kepadamu pasti sama dengan prasaanmu kepadaku.." Aku berucap sambil menarik tangan kanannya, aku meremas jari jemarinya. Aku bisa merasakan iapun balas meremas tanganku.
"Kita ga bisa asal jalan aja,harus ada komitmennya iya kan?" pipi Ari agak memerah antara malu & bahagia, seperti biasa klo sudah menjurus kearah percintaan ia akan menundukkan wajahnya.
"Aku mau kamu jadi pendampingku selamanya.." Ucapku pelan.
"Mas..kita harus berhati hati, apakah saudaramu semua sudah siap? apakah mas ga malu sama temanmu, beberapa dari mereka juga tau siapa aku sebelumnya"
Aku yang gantian menunduk kali ini. Ari dan aku tau bukan dari saudaraku yg akan menertawakan tapi justru dari pihak mantan istriku yg aku khawatirkan. Mereka akan tertawa apalagi mantan istriku.
"Entahlah..aku juga bingung, klo dari keluargaku aku bisa hadapi mereka pasti mengerti, tapi keluarga mantankulah yang akan menjadi masalah. Mereka akan menertawakan kita..Aah, aku ga tau yang penting kita lanjutkan apa adanya saja dulu,smoga dalam 1 tahun ini semua akan berubah.."
__ADS_1
"Aku setuju mas.." Aku tersenyum dan menarik tubuhnya mendekat dan membiarkan ia bersender disisiku.
Waktu waktu inilah yang paling berbahagia bagiku, biarlah waktu yg indah ini bersemayam diantara kita, nampaknya Ariyanipun begitu sayang kepadaku meskipun usia kita berbeda 6tahun tapi kliatannya Ariyana tidak canggung duduk berdampingan denganku bahkan ketika jalan tanganku selalu digenggamnya.
******
Kriiing..!
suara Hp ku tiba-tiba menyala, aku terhenyak kaget ketika sedang serius bekerja dikantor.
"Hei Randi, aku kemaren jalan diMall diBintaro klo ga salah aku liat dari jauh kamu sedang jalan gandengan sama cewe. Aku mau kejar tapi anakku minta beliin icecream..betul itu?"
"Hei Joyo..waah dah lama ga ketemu ya? oh iya betul hehe..sayang ga bisa ketemu ya"
"Wuidiih..punya cewe nih..Alhamdulillah kapan aku dikenalkan?"
"Sebentar lagi..jangan takut" kita bincang bincang dan akhirnya setuju akan ketemuan dalam waktu dekat.
Percakapan dengan Joyo membuat badanku bergetar, bibirku serasa kelu..masalahnya Joyo adalah teman dekat mantan istriku, meskipun cowo tapi mulutnya kaya ember..cerita kecil bisa jadi cerita besar. Dia belum tau siapakah pasangan baruku ini.
__ADS_1
********