Sendal Jepitku Yg Kusayangi

Sendal Jepitku Yg Kusayangi
Lancar dan kekeluargaan


__ADS_3

Hari ini adalah hari off bagi Ariyana, meskipun bukan hari minggu tapi Ariyana dapat satu hari off extra setiap bulannya diluar hari ahir pekan.


Kini ia sedang menyiapkan celana panjang biru tua dan baju batik biru muda. Nampaknya ia sedang mempersiapkan untuk nanti sore acara kunjungan kerumah Tama.


Jam 12 tepat Randi sudah tiba ditempat kos Ari. ia sengaja ambil cuti setengah hari karena kunjungan sore ini.


"Assalamualaikum hai yang.." ta lupa ia mencium kening kekasihnya. Ari membalas dengan mencium tangan kanan Randi.


"Hai mas..ooh bawa baju ganti ya" Ari menunjuk ketangan kiri Randi yang menenteng baju ganti.


Jam 4sore merekapun berangkat.


"Bismillah semoga semua lancar ya yang"


"Aamiin sayang.."


********


Keadaan dirumah Tama dari pagi sudah sibuk, Endang sudah menyiapkan kueh kueh lezat dimeja. Siang ini Endang sengaja memakai pakaian yang sederhana tapi menarik. Begitupun dengan Tama sudah ia mandikan, pokonya semua sudah siap menyambut kedatangan Randi.


Jam 5 sore kendaraan Randi terlihat memasuki pekarangan rumah Tama. Disamping Randi, Ari duduk dengan agak gelisah..ia tau dulu Tama selalu berkata kasar dan bergaya seakan dia seorang radja. Tapi apapun yang terjadi akan ia maklumi.


"Assalamualaikum.." Ucap Randi didepan pintu rumah yang sengaja dibuka.

__ADS_1


Endang sedikit berlari menyambut mereka.


"Walaikumsalam..wow! dah lama ya kita ga bertemu..ayo masuk silahkan..Hai..ini Ariyana? wah terahir kita ketemu tahun lalu ya?"


Ari tersenyum sumringah. Merekapun masuk kedalam rumah.


"Kita langsung kebelakang ya..Tama menunggu dibelakang"


Randi agak sedikit gugup tapi kaget melihat kondisi Tama yang berbeda. Priya itu keliahatan agak kurusan, mukanya juga sedikit pucat. Tama menyambut dikursi rodanya.


Tama mengangkat satu tangannya untuk menjabat tangan kepada Randi. Randi cepat mendekati, diikuti Ari dibelakangnya.


"Halo kang Tama..apa kabar?" Sapa Randi.


"Yaa Alhamdulillah..tapi ginilah keadaannya, maaf ya ga bisa berdiri"


Sebetulnya dari awal pertemuan bagi Randi aga sedikit aneh dengan semuanya. Tama yang biasanya kaku, sombong dan kata katanya selalu tinggi kali ini sangat sangat sopan, pelan dan berhati hati. Ariyanapun punya perasaan yang sama.


Berkali kali Tama menanyakan bagaimana keadaan Ariyana, dimana tempat kerjanya dan lain lain. Suatu perubahan yang sangat banyak.


"Ndang..mana kueh kuehnya? ayo kita makan cemilan sambil ngobrol"


"Oh ya sampe lupa..bentar ya" Endang beranjak tapi Aripun berdiri sambil berkata.

__ADS_1


"Aku bantu mba"


"Ayok kedalem yuk"


Setelah kedua wanita itu masuk, gantian Tama berbicara.


"Ran..Alhamdulillah kalian sehat dan keliatannya berbahagia..aku doakan semoga kalian secepatnya menuju jenjang perkawinan" Sesuatu ucapan yang mengejutkan Randi.


"Oh ya..terima kasih atas ucapan kang Tama. Ini adalah penting bagi saya bahwa kang Tama juga ikut merestui kami"


"Sayang sekali Rumi ga bisa hadir disini..dia ada urusan penting kiranya.."


"Oh ya..lain kali mungkin kita bisa adakan pertemuan kembali"


Tidak lama Endang dan Ari sudah datang lagi membawa dua piring berisikan kueh kueh.


Randi sangat gembira mereka datang dengan sedikit gelak tawa yang keluar dari Endang.


"Tam..tadi Ari bilang waah pinter bikin kueh mba Endang..haha mana bisa lagi kueh gini aku bikin"


"Ayo Ran..cobain kuehnya..Tama mau juga?"


Mereka berbicara sambil makan kueh dan suguhan teh hangat. Pertemuan berjalan lancar dan kekeluargaan.

__ADS_1


"Kalian semua disini dengarkan ya, ada sesuatu yang akan aku sampaikan..." tiba tiba Randi berbicara.


********


__ADS_2