
"Sudah kuduga dari beberapa bulan lalu, soalnya waktu itu aku pernah liat kalian jalan berdua" itu kata kakaku.
"Mungkin klo aku ceritakan dari awal tentang hubungan kita kaka akan lebih jelas..kita bukan selingkuh, aku yang duluan mendekati dia. Awalnya juga dia menentang aku tapi akulah yg mendesak dan akhirnya ia mau dengan aku. Aku bisa cari yang lain tapi apa gunanya kalo ga ada yg cocok, hanya Ariyanilah yg paling cocok..lagian, buat apa dipaksakan klo aku ga dapet pasangan yg aku inginkan.." Aku mencoba menjelaskan.
********
"Mas, apa sudah mantap? klo dari aku sih ga masalah..tapi,bagaimana tanggapan keluarga mantan? tapi klo mas Randi siap semuanya ya itu pilihan mas Randi sendiri. Mas yang tau perasaanmu sendiri bukan orang lain" ini yang adik katakan kepadaku kemaren sore.
"Trima kasih Nana, atas pengertianmu. Aku sudah siap semuanya dan sudah kupikirkan matang matang"
Semua dari pihak keluargaku sudah mantap setuju dan aku lega akan hal ini,dalam waktu dekat aku akan membawa Ari untuk tatap muka dengan mereka bukan sebagai seorang yang pernah bekerja dirumahku tapi menjadi seorang pasangan hidupku.
Giliran besok aku akan menuju kota Solo kelahirannya untuk ketemu dengan orang tuanya. Meskipun Ariyana aga sedikit bimbang aku memberikan keyakinan bahwa aku siap disampingnya memberikan dukungan dan penjelasan kepada mereka. Bismillah, hanya itu yang ia katakan.
Kita berangkat dengan kereta pagi menuju keSolo dari kota Solo kita masih harus naik bis untuk menuju kerumah orang tua Ari.
Menuju keSolo, Ari hanya menyandarkan dirinya kepadaku, ga banyak yg ia katakan selama perjalanan. Aku diamkan ia disana tenggelam dalam pikirannya yang menerawang memikirkan kedua orang tuanya. Satu bulan lalu ia pernah ceritakan kepada mereka bahwa kini ia sudah mempunyai pasangan hidup dan akan membawanya kehadapan mereka. Tapi,ada satu yang belum ia katakan bahwa calon pendamping hidupnya adalah aku. Orang tuanya jelas sudah mengenal aku paling tidak melihat fotoku, tapi bertatap muka kita belum pernah dan ini adalah pertama kalinya. Sungguh pengalaman yang mendebarkan.
********
__ADS_1
Siang itu..
"Hai Jo!.waah tumben nih call aku"
"Helo nona manis..lagi ngapain?"
"Biasa..kerja,maklum hari jumat Boss minta persiapkan semua file untuk meeting Senin ini"
"Ok, eh..lagi itu guwe ketemu Randi diMall"
"Oh ya? gimana kabarnya tu orang?"
"Wow! hebat ya!..".
"Cuman ada cumannya.."
"Apaan pake cuman?.Lo ada² aja jelasin dong"
"Guwe sih ga begitu jelas liatnya soalnya aga jauh, hanya prasaan guwe aja mungkin juga salah. Dulu baby sitter anak lo siapa namanya tu? kayanya dia deh yg digandeng..tapi bisa juga salah guwe ga jelas tapi kayanya sih dia"
__ADS_1
"Jangan becanda deh"
"Kan guwe bilang kaya dia,mungkin juga salah"
"Klo ga yakin ga usah bikin cerita deh..ah lo bikin guwe sewot"
"Sorry deh, cuman mau kasih info aja kmaren ketemu mantan lo.."
"Jo,guwe dipanggil Boss..ntar guwe call lagi "
"Ok siap!.call ya guwe kangen mau ngobrol,bye Rumi.
"Pasti,thanks..bye"
Rumi cepat menyiapkan notepadnya dan masuk keruangan boss.
"Iya pak ada yg bisa dibantu?"
********
__ADS_1