
Pagi yang cerah dihalaman belakang rumah mamahnya Randi. Mamah dan Ari pagi pagi sudah berada disana ketika semua orang masih dialam mimpi mereka.
"Ariyana hari ini kamu balik keJalarta, jangan lupa sering kontak mama ya.."
"Baik mah, pasti Ari call"
Siangnya Ariyana dan Randi berangkat pulang keJakarta. Randi dan keluarganya saling berpelukan satu sama lainnya. Randi memeluk erat tubuh mamanya dan berbisik.
"Mah makasih sudah menerima Ariyana dengan tulus ikhlas doakan agar kita selamanya berdua sampai akhir hayat ya"
mamahnya menciumi pipi anaknya sambil tersenyum ia mengatakan.
"Kamu tau apa yang mama dambakan dan sekarang sudah kudapatkan doaku selama ini..kamu jaga Ari ya, kalian sudah mendapatkan kerestuan dariku dan pastinya papa disana juga sama dengan mama..ati ati dijalan nak"
********
__ADS_1
Kekacauan bukan saja datang dari Rumi bahkan kaka laki lakinya juga mengalami hal yang mengerikan, selain mimpi buru yang menghampiri tiap malam, kemarin mobilnya tertabrak hancur, ia harus dirawat inap di rumah sakit, kedua kakinya patah.
Joyo baru saja pulang dari rumah Ki Jambrong, dan ketika menuju keJakarta sudah dua kali kendaraannya hampir ditabrak truk dari arah depan. Entah supir truk ngantuk atau pandangan mata Joyo yang kabur, ketika ia akan menyalip kendaraan didepan tiba tiba muncul truk dari arah depan.
"Anjing!" sumpahnya kasar. Ia bunyikan klakson agar truk itu menyingkir.
Pikirannya kacau, mukanya kusut. Ia ingin cepat cepat menemui Rumi. Ia dapat call tadi malam bahwa kakanya dirawat dirumah sakit karena tabrakan. Ada sesuatu sangat penting yang harus disampaikan pada mereka. Ia tidak peduli lagi keadaan jalan, kendaraan ia percepat beberapa kali ia bunyikan klakson keras agar kendaraan lain menyingkir. Sudah pasti banyak orang yang menyumpahi gaya mengendarai mobil yang ugal ugalan itu. Tapi Joyo tidak menghiraukan..yang penting secepatnya harus ketemu paling tidak dengan Rumi.
********
Joyo celingak celinguk diruang tunggu depan kamar rawat inap tempat kakanya Rumi dirawat, tidak lama kemudian Rumi terlihat keluar. Langsung duduk disamping Joyo.
"Ya aku dah berusaha secepat mungkin datang..gimana kejadiannya bisa ketabarak?"
Rumi bercerita awalnya kejadian dan setelah itu mendesak menanyakan hal ihwal Ki Jambrong.
__ADS_1
"Jangan kaget ya,dengerin ceritaku..waktu aku sampai dirumah Aki disana sudah banyak orang tapi tidak seperti biasanya ini ramenya bukan main dan kedengaran suara tangis bersautan didalam"
"Lho terus gimana, eh ada apa disana?" desak Rumi.
"Jangan keras keras ngomongnya..mending kita keluar ketaman sebentar yuk, ga enak kedengaran orang disini"
Mereka mencari area yang sepi dan duduk dikursi panjang pinggir taman rumah sakit itu.
"Guwe tanya ke tamu yang ada disana, ada apa ko rame bener..dan guwe kaget banget mereka bilang istrinya tadi pagi nemuin Ki Jambrong mati bunuh diri!"
"Eh gila!" terkesiap Rumi mendengarkan berita.
"Makanya dari itu, guwe kagetnya bukan main..terus yang paling serem nih, si Ki Jambrong tuh gantung dirinya telanjang bulat!"
Kedua mata Rumi terbelalak melotot, semua bulu kuduknya berdiri.
__ADS_1
"Lagian seluruh rumah kaya bau anyir darah! padahal kata sitamu ga ada darah dimana mana tapi baunya kenceng. Guwe panik dong, nah waktu itu elo call guwe critain tentang tabrakan ini..langsung guwe balik badan masuk mobil lari kesini"
Muka keduanya pucat pasi, Rumi jadi inget mimpi buruknya apalagi sekarang terbaring disana sosok kakanya yang kedua kakinya patah. Tangannya memegang kencang kedua pahanya. Ia lemas dan ketakutan. Apakah ini semua gara gara sosok yang ia temukan dalam mimpi seram itu??