
"Assalamualaikum nak,ini bapak gimana kabarnya Ari?"
"Oh ya pak walaikumsalam..ini pak, tadi malam Ari kambuh lagi kali ini ia batuk dan keluar darah kental..saya takut dan bingung"
"Begini..sudah ditelusuri sama pa denya, ternyata ada serangan santet..datangnya dari daerah Jawa Barat. Alhamdulillah sudah bisa terdeteksi. Pa de sudah berhasil dan mohon dengarkan..satu, masukan semua sendal,sepatu dari luar kamarnya jangan sampe ada yg ditinggal diluar, mahluk itu masuknya lewat sendal dan sepatu langsung ketubuh yang dituju. Kedua, kalian berdua bacakan Shalawat Nabi sebanyak banyaknya. ketiga, klo ada yang ketuk malam ini pintu jangan di buka dan kamu nak Randi bacakan Al fatehah & ayat kursi..Insya Allah dengan ijin Allah semuanya akan berhasil dan kamu akan tau siapakah yang kirim santet itu"
"Baik pak, terima kasih untuk semuanya.."
"Kalo bisa tolong nak Randi jangan tinggalkan Ari sampai semuanya berahir..mungkin lusa sudah bisa selesai.."
"Baik pak, saya akan jaga Ari sampai sembuh, jangan takut"
"Nggeh..ati ati nggeh nak, bapak doakan dari jauh.
********
Sore itu, mereka bertiga duduk dipojokan sebuah cafe. Nampak ketiganya sangat serius dalam pembicaraan. Mereka hanya minum kopi dan disana ada sepiring kueh.
"Sudah ke Ki Jambrong?" tanya seorang laki-laki yang duduk bersebrangan dengan seorang wanita.
__ADS_1
"Tiga hari yang lalu sudah, semua sudah beres sesuai rencana..biar mampus tu cewe!"
"Baguslah, Randi biar tau dengan siapa dia berhubungan..dikirain dengan gampang dia ambil cewe, udah buat perceraian yang memalukan buat keluarga eeh berani beraninya pacaran sama pembantu rumah tangga! bikin malu kita saja!" suaranya geram dan marah.
********
Selang satu hari setelah pemberitahuan dari bapaknya Ari, pada tengah malam kira kira jam 12 pintu kamar tiba tiba diketuk orang, suaranya pelan tapi kemudian agak keras. Randi tersentak kaget, Ariyana yang belum tidur langsung mendekap.
"Mas! siapa itu?" sedikit berbisik.
"Kita ga usah buka, ayok kita teruskan baca Al fatehah dan Shalawat Nabi. Biarkan dia diluar"
Pagi harinya ketika melewati subuh dan cahaya pagi sudah mulai keluar Randi membuka pintu, tidak ada apa apa diluar sana. Bunyi benda yang terbanting yang diperkirakan datangnya dari sepedapun tidak ada. terlihat sepeda Nandini masih berdiri tegak.
"Mas, perasaanku ko tenang ya..ga seperti kemaren dan perutku kaya dingin ga panas kaya kemaren"
"Alhamdulillah kalo gitu..Insya Allah secepatnya kamu sehat kembali..apakah kamu sanggup mandi?"
"Siap mas..aku rasanya sehat, aku mandi dulu biar bersih badanku"
__ADS_1
"Oke..aku mau bersihkan kamarmu juga" kata Randi.
Setelah Ariyana mandi dan berganti baju, Randi kaget melihat perubahan didiri Ari, kecantikannya kembali bahkan ia lebih ayu, mukanya bersinar sehat,senyum manisnya kembali muncul diwajah yang cantik itu.
"Aku mau call bapak mas"
"Ya lebih baik demikian" kata Randi.
Ari berbincang panjang lebar dengan orang tuanya, sesekali Ari mengeluh ko ada ya orang yang tega melakukan hal ini.
"Kamu pasti sudah memperkirakan siapa yang kirim santet itu?
"Perkiraanku sudah tau pak, biarlah mereka demikian..smoga Allah membukakan hati dan pikiran mereka agar mereka sadar bahwa semuanya salah yang mereka lakukan"
"Pa 'demu bilang bahwa minggu depan mau ketempatmu. Aku mungkin juga akan ikut..kita mau liat tempat tinggalmu sekalian didoakan agar tidak terulang kembali..yah paling tidak kita lakukan persiapan benteng agar aura tidak bagus tidak bisa datang"
"Alhamdulillah bapak mau datang, mas Randi pasti senang dengernya, dia itu idolakan bapak lho..katanya bapak mengingatkan ayahnya yang sudah meninggal"
********
__ADS_1