Sendal Jepitku Yg Kusayangi

Sendal Jepitku Yg Kusayangi
Telephone sang mantan


__ADS_3

Ini adalah kesempatan yang langka ketika aku berbincang-bincang dengan ayahnya Ariyana. Kita saling mengisi informasi dan kelihatannya sang bapak sangat antusias akan apa yang akan terjadi dalam kelangsungan hidup anak perempuan satu-satunya.


"Silahkan nak Randi mandi dulu kalo mau, saya kebetulan ada urusan sedikit mau ketemu pak kepala desa..monggo nggeh jangan sungkan klo mau apa-apa" begitu kata sang bapak.


"Mas, silahkan mandi..nanti aku ajak jalan-jalan sekitar sini" Ariyana nampaknya sudah mandi, harum tubuhnya semerbak, ia begitu cantik dengan kaos putih ketat dan blue jeannya.


"Ok terima kasih..bentar ya"


Lewat lima menit setelah selesai mandi.


"Aah seger sekali rasa tubuhku.." gumamku menyapa Ariyana yang sedang duduk dengan ibunya diruang tengah.


"Mas, kita jalan yuk.."


"Ayok..bu saya ijin jalan-jalan" kataku kepada ibunya.

__ADS_1


"Silahkan nak, sekalian liat kebun dibelakang"


Wah..ini betul-betul daerah yang indah, nampaknya warga disini sangat bersih, kita ga jauh berjalan sampai ahirnya berhenti disebuah gubuk yang tidak jauh dari persawahan. Pemandangan yang menyegarkan dikejauhan nampak pegunungan dan bentangan sawah nan hijau.


Dunia serasa punya kita berdua, kita saling bercanda sekali kali aku memegang jemarinya dan aku membiarkan Ari meremas tanganku.


Kita berada disana dua malam akhirnya dan sudah waktunya untuk pamitan pulang. Setelah Ariyana sungkem kepada orang tua kitapun beranjak meninggalkan rumah yang indah dan desa yang penuh kenangan itu. Tak terasa dua hari begitu cepat, kami berjanji untuk tinggal lebih lama lagi dilain waktu.


********


"Kamu ni apa-apaan sih??" pertanyaan yang tiba-tiba datang darinya dengan nada tinggi.


"Loh ada apa ini? ko belum belum sudah bicara begini?"


"Kenapa kamu jalan sama dia? kenapa ga cari wanita yang lain? anak kampung kaya gitu, lagian dia bekas pembantuku..ga punya malu kamu!" serangnya secara langsung.

__ADS_1


Aku jadi teringat Joyo waktu dulu dia pernah liat aku diMall bersama Ari pasti dia yang membakar bakari cerita. Aku tau Joyo tipe cowo yang selalu usil.


"Maaf, ini urusanku bukan urusan orang lain. Aku berhak jalan dengan siapa saja, aku berhak berhubungan dengan siapa saja..lagian,kita sudah bercerai..dan kita bercerai baik-baik kenapa kamu marah-marah? Inikan bukan selingkuh?" jengkel aku kepadanya, ia berkata seakan dia yang paling baik sedunia. Lupa dia bahwa dulu berapa kali teman-temanku memergoki dia sering selingkuh dengan priya lain, klo aku teringat cerita-cerita itu sangat menjijikan dan hancurnya hatiku mengenang pengalaman hidup yang pahit itu.


"Kita kan banyak punya teman, apa kata mereka kalo tau mantan suamiku pacaran sama pembantunya?"


"Maaf, kamu lupa..dulu dia bekerja sama kita bukan karena dia pembantu melainkan ajakan dari pamanmu yg membawa Ariyana untuk bekerja dikita..kamu ingat ga bahwa Ariyana sebetulnya sedang mencari pekerjaan dikantornya sebagai pegawai tapi karena tidak ada lowongan maka dia diminta bantuan urusi anak kita?"


"Ya tapi dia kan menjadi pembantu kita dirumah..cari aja wanita lainnya kan masih banyak"


"Kayanya kita ga akan bisa melakukan pembicaraan yang santai..kamu dari dulu selalu menuduh sesuatu dengan gampang..sudahlah,ga ada gunanya kita bicarakan ini..sampai kapanpun kamu tidak akan mengerti..good bye!"


Klik..aku matikan hp ku, percuma aku bicara sama mantanku.


********

__ADS_1


__ADS_2