
Alhamdulillah hari ini ga terlalu banyak pasiennya, kita tinggal tunggu 2 pasien saja. Aku terus memegangi tangan Ariyana. Rasa kawatirku terhadap serangan sakit diperut Ariyana membuatku resah.
Dokter yang memeriksa keadaan perut Ariyana tampak bingung setelah semua diperiksa ternyata perut Ari biasa saja, dokter minta agar disiapkan air kencing sedikit untuk dikirim ke laboratorium takutnya ada kelainan dalam perut atau bahkan didalam rahim. Setelah semua pemeriksaan selesai kitapun pulang.
"Ari, kamu istirahat saja ya dirumah,kita ga usah kemana mana hari ini.."
"ya mas..kalo mas boleh, tungguin aku sampe aku tidur ya..klo dah aku tidur mas boleh pulang"
"Ya sayang, aku tunggu kamu pokonya sampe tidur baru aku pulang ya"
Tidak berapa lama kemudian..
Baru saja aku aku belokan mobil mau masuk kejalan rumahku tiba tiba hpku berdering,aku lihat nonya Ari.
"Maaas! Aduuh aku kumat lagi! ya Allah sakitnya! ini ko juga keluar darah ya dari kemaluanku? Tolongin aku mas"
"Ya Allah! ada apa sayang? ok aku kesana sekarang"
mobil aku putar arah dan langsung ngebut kearah tempat kost Ari.
__ADS_1
Setibanya disana aku liat Nandini teman kostnya sudah ada dikamar Ariyana. Rupanya Ari berteriak cukup kencang waktu kejadian tadi dan membangunkan Nandini yang kamarnya bersebelahan. Ari terlihat pucat, ia terbaring lemah ditempat tidur. Matanya sembab habis nangis. Nandini duduk disampingnya.
"Lho kenapa lagi? ya Allah Ari!" kubergegas kearah tempat tidur.
"Tadi aku dengar teriakan Ari mas,aku kaget trus aku buka pintu kamar kebetulan pintunya blom kekunci..aku liat ada darah dan Ari teriak teriak kesetanan! kata Nandini.
"O my God! kenapa ya? Ari gimana rasanya sekarang?"
"Sakit mas..ada apa ya?" katanya memelas.
"Nandini, terima kasih ya..biarlah aku disini menjaganya. Terima kasih semuanya,aku berhutang budi padamu"
" Nan..makasih ya.." ucap Ari sambil tersenyum.
"Mas, aku kawatir ini bukan sakit biasa..tolong call bapak..bilangin apa yang terjadi. Biar bapak kontak padeku. Dia orang pintar siapa tau ada apa²nya..aku ko aneh perasaannya mas, ga pernah kejadian kaya gini"
"Hmm gitu ya, aku sebetulnya ga mau ngerepotin bapakmu kasian dia akan resah memikirkan kamu"
"Ga apa apa mas, tolong aku..soalnya sebelum kejadian sakit ini tadi aku mimpi kedatangan seekor ular besar masuk kamar sini dia menggigit kakiku.tapi ularnya berwarna merah..Mas..tolong ya call bapak"
__ADS_1
"Ok sayang aku call sekarang..ya Allah pertanda apa ini?"
Bapak yang baru saja mau tidur terpaksa aku call. Aku jelaskan pelan pelan agar tidak mengagetkan. Semuanya aku jelaskan secara rinci kejadian demi kejadian.
"Nak..bapak sebetulnya juga punya firasat ga baik dari minggu lalu..baiklah sebentar bapak kerumah pa de, Alhamdulillah ga jauh dari sini"
"Maafkan kami pak, ganggu bapak istirahat"
"Alhamdulillah kamu sudah kontak bapak, lebih baik secara awal kita deteksi ada apa dengan Ari"
"Bentar nggeh,nanti bapak kontak lagi"
********
"Sudah saya lakukan permohonan neng..semuanya beres, bentar lagi juga selesai semuanya ga usah takut"
"Makasih Ki, ini sekedar dari saya"
Sore itu sang dukun menerima segepok wang, ternyata santet telah terkirim sesuai permintaan untuk menghabisi nyawa Ariyanii!..
__ADS_1
iiih ngeri sekali!