Sendal Jepitku Yg Kusayangi

Sendal Jepitku Yg Kusayangi
Satu demi satu punah


__ADS_3

"Mba! aduuh kita cariin dari tadi! cepet kedalam dokter mau bicara" Tiba tiba terdengar suara seorang suster tergopoh gopoh dar arah samping.


"Eh ada apa? ok kita kesana sekarang" Rumi dan Joyo bergegas mengikuti suster yang berjalan cepat. Mereka masuk keruangan dokter.


"Silahkan duduk dan mohon ditutup pintunya ya"


"Ada apa dok?" tanya Rumi sambil menarik kursi.


"Kamu adiknya ya..mana keluarga pasien?"


"Kata istrinya sebentar lagi akan datang,sekarang sedang ambil anaknya dari sekolah"


"Keadaan kakamu mustinya sudah mulai stabil tapi dari tadi dia memanggil manggil nama seseorang, mungkin kalian kenal..ia memanggil nama Ariyana dan meminta maaf terus menerus"


jantung Rumi langsung berdetak keras demikian juga dengan Joyo, tiba tiba telapak tangan mereka basah berkeringat.


"Namun anehnya kedua matanya mendelik lebar seakan ia melihat sesuatu diatas..saya bingung padahal sudah saya berikan obat penenang tapi kakamu masih terus berteriak"


"Apakah kalian mengenal nama itu?" selidik dokter.

__ADS_1


"Waah siapa ya dok? kita ga kenal tuh" Rumi berbohong.


"Kita akan melakukan operasi lagi dalam waktu 1jam kedepan, karena beberapa area dikaki sepertinya mengalami pembengkakkan..setelah ia sadar dan kita pindahkan kekamar pasien kalian bisa datang dan kunjungi..tapi untuk saat.." tiba tiba pintu diketok cukup kencang dari luar.


"Dok! cepat kekamar pasien..ada masalah!" terdengar suara seorang kepala suster dipintu. Mukanya aga pucat.


"Hah! masalah apakah?" Rumi dan Joyo saling bertatapan.


"Kalian tunggu disini sebentar ya" ujar sang dokter langsung bergegas mengikuti suster kepala.


********


"Walaikumsalam pak..eh bapak, kenapa pak ko tumben"


"Ari, bapak tadi didatangi pak 'de..kita berbincang lama tentang keadaan kalian diJakarta..mau percaya atau tidak Pak 'de bertarung secara ghoib tadi malam"


"Oh ya?" Ari aga bingung mendengarnya.


"Ternyata Pak 'de bilang bahwa mereka yang waktu dulu mengirim santet kearahmu benar benar berniat menghabisimu..dan sosok yang datang tapi saat ini sudah ikut kita bercerita bahwa tugasnya adalah menghabisimu dalam waktu paling lambat 3 hari setelah kamu didatangi"

__ADS_1


"Ya Allah pak"


"Alhamdulillah cepat kita atasi..setelah sosok itu menyerah kepada kita justru kita berikan alternatip apakah ikut kita menggempur balik atau sosok itu kita hancurkan dan ternyata dia setuju untuk gempur balik"


" Kita juga tidak punya alternatip lain hanya bisa menghabisi mereka, sebab itu tadi mereka hendak membunuh kamu..dan ternyata dukun yang mengirimkan santet ini seorang dukun jahat tapi sakti, dia punya beberapa sosok jin jahat disana..oleh karenanya Pak 'de membekali sosok yg akan menggempur dengan beberapa keilmuan juga supaya tidak akan kalah"


"Tadi malam, sosok ini sudah kembali dan mengatakan bahwa dukun itu sudah mati tapi selain dukun itu ia juga sempat membantai keluarga sipengirim"


"Hah! ya ampun pak, berarti keluarga bu Rumi kena juga?"


"Ya.. bila terpaksa Ari karena menurut sosok.ini kalo tidak diberikan pelajaran mereka akan terus memburu kamu..maafkan bapak, ini diluar kemampuan bapak untuk menghalaunya"


"Ya Allah.."


"Bapak juga sebetulnya tidak mau, tapi sosok ini mengatakan bahwa sifat sifat jahat keluarga tersebut akan terus berlanjut, kalo dukun ini gagal maka mereka akan mencari dukun lainnya..dengan terpaksa sosok ini juga melakukan kekerasan kepada mereka, kecuali kamu yang memaafkan mereka maka penyerangan akan distop..semuanya tergantung kamu sekarang"


"Pak, saya mau diskusi dengan mas Randi dulu setelah ini..sebentar lagi dia akan kesini"


"Ya kalian bicaralah..karena ini menyangkut jiwa jiwa orang yang pernah dekat dengan calon suamimu juga"

__ADS_1


********


__ADS_2