
Kediaman rumah orang tua Ariyana begitu tenang dan menyenangkan. Dari arah jalan raya ada sebuah jalan lurus yang dikiri kanannya ada pohon kelapa kuning tapi yang paling indah adalah hamparan sawah bahkan sampai diujung pemandangan sana hanyalah sawah dan sawah membuat penglihatan yg menyejukkan.
lewat sepuluh langkah sebelah kiri terdapat parit berdampingan dengan jalan lurus ini, aaah airnya begitu jernih!.Jadi teringat lukisan alam yang sering ia liat.
"Mas kita belok sini.." Ariyana menarik tangan kananku.
"Oh ya..indah sekali Ari" Aku bisa membayangkan waktu Ariyana kecil dulu berlari-lari bersama temannya disekitar area ini, betapa bahagianya kehidupan mereka.
Dan lewat dua kali tikungan sampailah kita. Oh indah sekali! ada sebuah kolam ikan persis didepan rumah Ariyana.
"Assalamualaikum.." Sapa Ariyana masuk kerumahnya
"Ayo mas masuk mas, bapak ibu pasti ada dibelakang"
Ruang tamunya sederhana tapi ditata rapi, didinding terpampang tulisan Arab tapi ada satu yang menarik perhatianku sebagai penyekat ruangan antara ruang tamu dan ruang keluarga ada sebuah rak buku memanjang dan disana aku liat bermacam buku berbahasa Inggris ditata dengan rapih. Ada buku tentang perjalanan wisata dan lainnya. Wow, aku langsung suka dengan gaya hidup mereka.
__ADS_1
"Mas, ini kopinya..santai dulu ya, aku panggilkan ibu" Ariyana masuk kembali kedalam, ia begitu bahagia dan sedikit berlari ia masuk sambil memanggil ibunya.
"Assalamualaikum..monggo nak diminum, maaf seadanya nggeh" suara seorang wanita datang dari arah dalam. Nampak sosok seorang ibu yang tidak begitu tua dan terlihat masih gesit.
"Walaikumsalam bu, Alhamdulillah terima kasih kopinya enak sekali." Aku menyapa sambil memberikan sungkem tangan didadaku.
"Ayahnya Yana tadi kesawah, sebentar lagi pulang nak, gimana perjalanan kesini?"
Kami berbincang-bincang layaknya seperti yang sudah lama kenal. Ternyata ibunya Ariyana bekas seorang guru sekolah menengah atas, pantes pengetahuan tentang dunia cukup baik. Mungkin dari ibunya Ariyana terbentuk menjadi seorang yang sopan dan bertutur kata halus.
Ta lama kemudian terdengar suara seorang bapak.
"Assalamualaikum.."
Akupun bangun dari dudukku menyambut kedatangannya.
__ADS_1
"Pa,kenalin nggeh ini mas Randi"
"Oo Alhamdulillah..monggo nak silahkan duduk saya ta cuci tangan sebentar"
hari itu kita berkenalan dan bercerita panjang lebar, sungguh keluarga yang baik. Ternyata Ariyana adalah anak kedua dan anak pertama adalah seorang laki saat ini sedang bertugas didaerah Bontang diperusahaan minyak negara.
Setelah beberapa saat Ariyana mengajak aku berkeliling daerah rumahnya, nampaknya Ari mau memperlihatkan keindahannya. Dan sore itu mereka telah menyiapkan makan sore.
Setelah acara makan selesai, tak berapa lama ahirnya aku dibawa keluar rumah oleh sang bapak untuk duduk disebuah gubuk atau gazebo disamping rumahnya yang berhadapan dengan kolam ikan.
"Nak coba ceritakan bagaimana keinginanmu" kata sang bapak tiba-tiba.
Aku bercerita panjang lebar sampai pada titik inti hubungan ku dan Ari dan seterusnya keinginan untuk melamarnya apabila diperkenankan.
"Alhamdulillah bapak senang klo begitu..klo emang kalian sudah matang berpikiran demikian kami ikhlas, satu yg perlu nak Randi pikirkan adalah dampak dari semua ini..mohon maaf, kami ini orang desa bukan siapa-siapa, dan juga mas Randi dulunya adalah seorang majikan daripada Ariyana..itu kan merupakan suatu kejanggalan tersendiri..bagaimana cara kalian menanggulanginya? nampak bapak menarik napas sebentar sebelum dilanjutkan lagi.
__ADS_1
"Apakah tidak sebaiknya kalian pikirkan lagi matang-matang?"
********