Sendal Jepitku Yg Kusayangi

Sendal Jepitku Yg Kusayangi
Pertemuan yang mengawali keindahan.


__ADS_3

"Hei..makasih sudah datang" kata Rumi datar tanpa menengokkan mukanya ke Ari.


Beberapa ibu tua yang duduk nyender tembok melirik kearah Randi. Salah satunya Bu de Rini, dia satu satunya Bu de yang menyayangi Randi waktu mereka masih berstatus suami istri.


Randi berpaling kearah Bu de Rini dan segera mendatangi sosok ibu itu. Mereka berbicara sedikit dan Randi kembali kedekat Ari.


"Sore ini kita akan langsung makamkan Tama" kata Endang.


"Oh ya baik kami akan ikuti rombongan mobil ke makam"


********


Kabar duka itu Ari sampaikan kebapak diSolo sekaligus mengabarkan kabar gembira atas lamaran Randi. Dua perihal yang sangat penting. Satu tentang seseorang yang pernah berusaha menghilangkan nyawanya tapi kini ia yang kehilangan nyawanya dan satu lagi tentang masa depannya yang bahagia.


"Alhamdulillah nak, silahkan kian tentukan harinya dan kapan dan rencanakan kapan datang kesini untuk melamarmu.

__ADS_1


********


Setelah hari lamaran dilakukan dan hari pernikahan akan dilakukan, giliran kedua orang tua Ariyana datang keBandung memboyong tiga saudara mereka dan juga Pa'denya yang selalu setia mengawal lahiriah dan bathiniah Ariyana.


Kedua keluarga yang kini bersatu nampak meriah dan berbahagia, mereka saling berbagi tentang diri masing masing. Ariyana seperti yang sudah diduga menjadi bintang atau star dihari pertemuan itu. Maya & Nana riuh bicaranya, bermacam cerita dan guyonan terjadi diantara mereka. Beberapa paman dan tante Randipun hadir diacara pertemuan itu.


"Assalamualaikum untuk semua yang hadir, apabila diperkenankan saya akan umumkan sesuatu"


Langsung semua mata tertuju kepada Randi yg berdiri diujung ruang keluarga itu.


"Hari ini adalah hari yang berbahagia bagi saya dan Ari..Ari..sini yang" Randi memanggil Ari untuk ikut berdiri disampingnya.


"Insya Allah kita akan mengadakan dua kali, satu disini diBandung dan satu lagi diSolo. Dengan jeda waktu satu minggu. Kami berharap semua saudaraku untuk hadir diacara pernikahan kami juga untuk diSolo semoga bisa hadir juga..silahkan hubungi Nana untuk keperluan diSolo, berapa orang yang akan berangkat dan lain lainnya."


Semua yang hadir bertepuk tangan, bahkan salah satu paman Randi, Om Hardi bersiul kencang seperti hendak memanggil taxi. Om Hardi emang yang paling lucu perangainya.

__ADS_1


Acara ditutup dengan doa bersama dan karena hari sudah malam Randipun mengantarkan keluarga Ariyana ke hotel terdekat yang sudah dipesan beberapa hari yang lalu.


"Alhamdulillah nak..akhirnya semua kejadian..tapi bapak masih bingung kenapa ko kakanya Rumi yang meninggak dan ko cepat sekali?" kata sang bapak dimobil menuju hotel.


"Lho pak, kita juga bingung..tapi kita sempat diundang datang dan Tama, kakanya itu sudah sempat minta maaf kekita..apakah ada andil dari sosok yang datang kekita waktu itu?"


"Bukan nak Randi..sebab saya tau jelas sosok itu ikut kita dan minggu lalu saya gembleng agar menjadi mahluk yang baik..jadi dia bersama saya terus menerus..saya rasa itu sosok malaikat pencabut nyawa yang datang..Walahualam.." ujar Pa'de.


"Ooh gitu ya..ya Allah semoga arwahnya diterima Allah dengan baik olehNya" Randi menutup pembicaraan.


"Oke kita sudah sampai..biar saya parkirkan dulu" tangan kanan Randi keluar jendela memberikan isarat kepada mobil dibelakang yang diisi beberapa saudara Ari untuk ikut parkir.


********


Pada hari yang ditentukan pernikahanpun dilakukan, semua berjalan lancar dan bahagia baik diBandung maupun Solo.

__ADS_1


Akhirnya aku menikahi Ariyana mengarungi kehidupan baru sampai akhir hayat dikandung badan.


TAMAT.


__ADS_2