
Randi dan Ariyana terdiam seribu bahasa didalam kamar kos Ari.
Tak berapa lama kemudian
"Ari, aku ingin kepantai..rasanya aku ingin melepaskan semua yang ada didada ini..seperti kaya sumpek dan semuanya terhimpit..kita kepantai yuk"
"Sebetulnya aku juga sama mas..semenjak pertemuan dengan Tama kemarin aku merasakan kesedihan yang dalam..padahal aku telah memaafkan dan melupakan semuanya..tapi rasanya masih ada yang mengganjal..kalo mas Randi mau kepantai aku setuju..kita pergi pagi ini?"
Jam 9 pagi ini mereka berdua berangkat kepantai diutara Jakarta. Semuanya seperti tersumbat..seperti ada yang aneh atas kejadian kemarin..mimpi itu betul betul mengerikan..dan Tama seakan pasrah akan segalanya.
********
Mereka sengaja mencari tempat yang sepi dan berdiri tak jauh dari pinggiran air. Mereka berdiri diatas bebatuan. Saling berpelukan wajah mereka berdempetan..saling tarik napas panjang, angin laut menghembus wajah mereka seakan menarik semua kegelisahan dan membuangnya jauh jauh ketengah lautan lepas..
"Ari..hari ini aku bersumpah bahwa aku akan melupakan dan memaafkan semua orang yang telah menyakiti hatiku dan hatimu..aku merelakan semuanya pergi dari hidupku.."
"Akupun demikian mas..aku ikhlaskan semuanya"
Randi membalikan tubuhnya, kini berhadap hadapan langsung kearah Ariyana.
__ADS_1
"Ari sayangku..maukah kau menjadi istriku? aku tidak ragu akan semuanya, aku ingin menyuntingmu menjadi istriku apabila kau izinkan"
"Ya Allah Alhamdulillah mas..aku terharu dan gembira..apabila itu yang mas inginkan aku setuju menjadi istrimu..aku akan setia mendampingimu sampai akhir hayatku.."
"Alhamdulillah..nanti malam kita rencanakan langkah selanjutnya sayang, dan yang paking utama adalah kamu harus secepatnya beri tau kedua orang tuamu"
Randi memeluk erat kekasihnya tak lupa mencium kening Ariyana.
********
Dalam perjalanan pulang dari pantai telpon genggam Randi berbunyi.
"Randi.." terdengar suara Endang.
"InnaliIahi wa inna lillahi rojiun..kita ganti baju dan segera kesana"
Kerongkongan Randi kering, ia ga sangka secepat itu kabar duka datangnya..dan ternyata apa yang dikatakan Tama kemarin benar benar terjadi.
Aripun tersekat dan melongo mendengarkan kabar duka ini.
__ADS_1
"Ya Allah..ayok mas cepat pulang kita mandi ganti baju, urusan kita gampang nanti kita sampaikan ke bapak.
Cepat Randi lajukan kendaraan pulang, baru saja mereka berbahagia saling mengucapkan ikrar sekarang datang berita duka.
********
Ketika Randi & Ari tiba baru beberapa kendaraan yang terparkir dihalaman luar rumah Tama, tapi sudah ada beberapa orang yang sibuk keluar masuk mengurisi sesuatu nampaknya pengurus mesjid dari depan komplek rumah Tama.
Didepan nampak Joyo duduk termenung dikursi tamu, ada beberapa teman lama Randi juga disana. Semuanya berpaling serentak kearah Randi. Mereka juga langsung menatap kehadiran Ariyana yang berjalan disamping Randi.
Joyo bangkit menyambut Randi, ini kali pertama ia melihat dari dekat wajah ariyana. Eeh cantik amat cewe ini? katanya dalam hati.
Beberapa teman teman Randi berdiri dan berjabatan tangan. Randi melirik ada paling tidak dua temen cewenya melihat sepintas kearah Ariyana dan tersenyum.
Randi dan Ari langsung masuk kedalam, ditengah ruangan terbujur tubuh Tama yang diselimuti kain batik. Tama seperti sedang tidur, disisinya Endang dengan mata sembab duduk tertunduk. Sampingnya duduk bersimpuh Rumi. Beberapa wanita tua duduk bersimpuh dipinggiran tembok duduk terdiam.
Randi dan Ari mendekati Endang. Wanita itu menoleh dan berkata. "Ternyata apa yang ia katakan waktu itu benar..aku terbangun pagi jam 5 ketika Tama memanggilku..ia bilang tolong ambilkan air minum, Tama sempat menyampaikan maaf dan mengucapkan selamat tinggal"
"Kita ikut berduka cita atas berpulangnya Tama..ga disangka segitu cepatnya.."
__ADS_1
Rumi yang mendengarkan dari tadi ikut menoleh kearah Randi dan Ria.
********