SEPERTIGA MALAM

SEPERTIGA MALAM
KNOWLEDGE


__ADS_3

...-HAPPY READING-...


...Kehidupan yang sibuk membuat doa menjadi lebih sulit, tetapi doa membuat kehidupan yang sibuk menjadi lebih mudah. -SEPERTIGA MALAM...


"Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya"


"Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar."


"Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah."


"Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah."


Nayla kembali terbangun malam ini. Namun, tak seperti malam kemarin, malam ini dirinya terbangun dengan sendirinya. Mungkin ... Allah yang membangunkan dirinya.


Selesai bermunajat kepada sang maha Kholiq, dirinya melanjutkan dengan bertadarus. Melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.


Ngomong-ngomong tentang dirinya dan Nayra, sedari setelah bertengkar di caffe kala itu. Dirinya belum bertemu, tadi dirinya pulang sekitar jam 22.15, dan Nayra sudah tidur dikamar nya.


Dirinya ingin meminta maaf, Nayla jelas mengakui dirinya cukup egois. Menjadi seorang kakak, Nayla ingin memberi sesuatu yang instan terhadap sang adik.


Namun, dirinya lupa. Jarak umur keduanya hanya selisih 15 menit, dan itu yang membuat Nayla lupa. Nayla lupa adiknya sudah dewasa, bukan hanya dirinya lah. Namun, sang adik pun sudah dewasa, tapi Nayla menutup mata, Nayla buta akan itu.


ALLAHU AKBAR


ALLAHU AKBAR


Shadaqallahuladzim...


Nayla menutup mushaf Al-Qur'an, lanjut untuk melaksanakan sholat subuh. Yah, rasa ini muncul kembali, rasa nyaman, dan tenang.


...•••...


Rasa canggung? Jelas keduanya sekarang merasa canggung. Nayla yang seolah-olah menyibuki dirinya, mengganti sang bunda yang mencuci piring.


Dan Nayra sedang memakan nasi goreng sang kakak dengan sangat pelan, kunyahan nya yang bahkan mungkin tak akan terdengar oleh dirinya sendiri.


Bukan suasana yang membuat keduanya diam. Tapi, keadaan. Keadaan keduanya yang terbilang sedikit renggang.


Tanpa mereka berdua sadari, keduanya ingin sekali meminta maaf. Dan mungkin salah satu dari mereka tak tau akan hal itu. (Hanya author naila yang tau, benar bukan?)


Nayla berdehem canggung saat semua cucian piring nya selesai. "Sini—"


"—Biar aku aja."


Nayla hanya mengangguk kecil saat Nayra memotong ucapan nya. Ia beralih berpindah tempat, membersihkan ruangan televisi.

__ADS_1


Keduanya bekerja dalam diam, Nayla diruang televisi sedang menyapu. Dan Nayra diruang tamu, ntah sedang apa? Kalau saja mereka sedang tidak renggang, akan Nayla pastikan Nayra terdholimi, sebab akan Nayla 'pukul.


Bisa-bisanya Nayra bersantai saat Nayla sedang bekerja. Tunggu dulu! Suasana seperti ini tidak boleh ada yang tau, terutama orang tua mereka.


Soal kuliah mereka, keduanya sedang dipusing kan dengan skripsi. Tepat, tadi malam awal dari keduanya untuk memulai menulisnya.


Dikarenakan Nayla sedikit berbakat untuk ini, dirinya tidak sepusing orang-orang yang ketika mengerjakan skripsi. Ada yang akan mengunjungi psikologis seminggu sekali, dan lebih parah nya 'gila.


Untung saja dirinya tidak, bukan?


"Nay?"


Nayla sedikit kaget saat Nayra berada di belakang nya. Tidak! Untuk sekarang dia kaget karena Nayra berbicara dengan nya.


"Ah, ya? Kenapa?"


Nayra sedikit berpikir. "Mm, aku mau keluar sebentar."


"Keluar? Kemana?"


"Pokoknya adalah! Oh ya ... nanti aku langsung kemasjid nya, buat pengajian. Jadi, ngak pulang."


Nayla mengernyitkan dahinya. "Ngak pulang? Kamu mau kemana? Ini baru jam 10 pagi loh, Ra."


Nayra pergi setelah nya. Ah, Nayla melupakan itu! Mereka sudah ketahap sedikit baikan.


...•••...


ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BARAKATUH.


"WA'ALAIKUMUSSALAM WARAHMATULLAHI WA BARAKATUH."


Semua yang berada didalam masjid menjawab dengan serentak saat uztad Rifki mengucap salam. Kini setelah selesai aksi ngajar-mengajar, dilanjutkan dengan aksi ceramah singkat.


Uzatad Rifki meletakkan mikrofon nya, lalu ikut duduk bercerita, berputar putar membuat sebuah lingkaran. Bagi para anak-anak perempuan berada pada lingkaran terakhir, dan diikuti para uztazah.


"Kalian tau?"


"Alquran merupakan pedoman sekaligus petunjuk utama bagi umat Islam. Selain mencakup aspek akidah, ibadah, muamalah, tarikh, dan hukum Islam, Alquran juga memuat prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan dan peradaban. Oleh karenanya, pembelajaran Alquran menjadi sangat penting bagi seluruh umat Islam."


"Lalu bagaimana metode pembelajaran Alquran pada masa Rasulullah? Apakah pembelajaran Alquran pada masa Rasulullah sama dengan pembelajaran Alquran di masa sekarang ini?"


"Pembelajaran Alquran dimulai ketika Rasulullah mendapat wahyu melalui malaikat Jibril. Rasulullah menghafalnya dan kemudian membacakannya kepada para sahabat. Rasulullah berjuang mengajarkan Alquran, baik itu ketika beliau di Makkah maupun di Madinah."


"Periode Makkah."

__ADS_1


"Pada masa awal lahirnya Islam, yaitu ketika Rasulullah berada di Makkah, metode pengajaran Alquran lebih menekankan kepada aspek akidah dan keimanan. Pada masa ini pemeluk Islam masih sedikit, sehingga pengajaran Alquran masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi dari rumah ke rumah."


"Salah satu sahabat Nabi yang menggunakan metode tersebut bernama Khabbab bin Al-Art. Beliau mengajarkan Alquran dengan mendatangi murid-muridnya dari satu rumah ke rumah lainnya. Di antara sahabat yang menjadi muridnya kala itu adalah Abdullah bin Masud, Said bin Zaid, dan Fatimah binti Al-Khattab."


"Alquran pada masa ini telah tersebar dan dihafal oleh beberapa kabilah dari luar kota Makkah. Zaid bin Tsabit yang baru berusia belasan tahun sudah menghafal tujuh belas surah dari Alquran. Hal ini membuktikan bahwa pada masa ini pembelajaran Alquran tidak didominasi oleh media tulis, melainkan secara oral atau lisan. Pada masa ini Rasulullah dan para sahabat menjadi rujukan pertama dalam pembelajaran Alquran."


"Periode Madinah."


"Berbeda dengan periode Makkah, pembelajaran Alquran di periode Madinah lebih efektif dan terorganisir. Hal ini disebabkan karena kondisi di Madinah lebih stabil dibandingkan ketika Nabi berada di Makkah. Ketika Rasulullah sampai di Madinah, kebijakan pertama yang beliau ambil adalah mendirikan Masjid. Masjid inilah yang nantinya menjadi pusat pendidikan dan pengajaran Alquran."


Semuanya, termasuk beberapa uztad dan uztazah yang berhadir. Dibuat diam, semua terdiam dikala uztad Rifki memberi ilmu baru, terutama para anak-anak yang sangat excited untuk mendengarkan.


Uztad Rifki tersenyum lebar saat mengetahui mereka mendengar dengan khusyuk nya.


"Al Qur'an juga menjelaskan tentang alam semesta dan penciptaannya. Al Qur'an berbicara tentang bumi, matahari, bulan, langit, laut, udara, air, gunung, binatang, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Melalui al Qur'an, Tuhan menjelaskan tentang apa saja yang telah diciptakannya itu. Tentu penjelasan yang dimaksudkan itu tidak sampai pada aspek detail, tetapi manusia sendiri, juga melalui al Qur'an dianjurkan, agar merenungkan dan memikirkannya."


"Al Qur'an juga berbicara tentang kehidupan yang seharusnya dijalani sebaik-baiknya supaya memperoleh keselamatan dalam jangka panjang. Disebutan bahwa kehidupan di dunia akan berlanjut hingga kelak di akherat. Konsep keselamatan dalam al Qur'an bukan saja meliputi di dunia, tetapi juga kehidupan setelahnya, yaitu di akherat. Agar manusia selamat, maka diberikan petunjuk, yaitu harus beriman, beramal shaleh dan berakhlakul karimah."


"Hampir seluruh aspek yang dbicarakan di dalam al Qur'an tersebut adalah tentang kehidupan di dunia. Oleh karena itu, manakala ilmu tentang dunia disebut sebagai ilmu dunia, maka seharusnya al Qur'an juga demikian, yaitu menjadi ilmu dunia. Selama ini, ilmu dunia yang diajarkan di sekolah-sekolah dan juga di perguruan tinggi adalah tentang alam, tentang perilaku manusia, dan tentang kemanusiaan. Semua itu dihasilkan dari upaya manusia sendiri, sehingga dalam hal-hal tertentu dilakukan hingga detail. Akan tetapi bagaimanapun juga terdapat aspek-aspek yang tidak mungkin berhasil direkam oleh manusia oleh karena pirantinya yang terbatas."


"Berangkat dari pemahaman isi kitab suci al Qur'an dimaksud, maka bagi siapa saja yang berusaha mengembangkan ilmu pengetahuan, agar hasilnya sempurna, maka harus berani menjadikan al Qur'qan sebagai sumber utama ilmu pengetahuan. Banyak hal di alam yang sebenarnya ada tetapi tidak mungkin dijangkau oleh indera. Sesuatu yang berada di luar jangkauan nalar dan indera itu maka seharusnya ditangkap dari sumber lain, yakni al Qur'an."


"Wallahu a'lam."


ALLAHU AKBAR


ALLAHU AKBAR


...


...


...-TO BE CONTINUED-...


WESSS


MACEM MANE DENGAN ILMUNYA?


AKU NGAK MAU NGOMONG BANYAK


HANYA SAJA!!


THANK TO YOU 🙌


^^^Aceh, 27 Mei 2023^^^

__ADS_1


__ADS_2