
...-HAPPY READING-...
..."Don't blame God for not showering you with gifts."...
...(Jangan menyalahkan Allah karena tidak menghujanimu dengan hadiah)...
...•••...
..."Don't just thank Allah when things are going well."...
...(Jangan hanya berterima kasih kepada Allah ketika semuanya berjalan baik)...
...•••...
"Saya terima ... Apapun itu,"
"Setiap manusia pasti ada sisi baik dan sisi tidak baik nya, dan anak saya pasti ada sisi yang ngebuat diri nya itu buruk, sisi tidak baik nya ini ... Banyak,"
"Anak saya kedua-duanya ... Cengeng, si B akan menangis ketika jatuh. Namun, si A ... Dia juga nangis, tapi sendirian. Si B suka pedes ... Dan si A suka coklat. Si B ini kalau marah dia akan ngeluarin, tapi kalau si A—"
"—Tunggu, om?"
Abyan menoleh lalu mengernyitkan dahi nya. "Kenapa?"
"Aku ngak ngerti," jawab Shaka. "A siapa? B siapa? Om,"
Abyan terkekeh pelan, ia sedikit memukul manja paha Shaka, bercanda. "B, itu? Nayra, dan A ... Calon kamu," jawab Abyan kembali terkekeh kecil.
Shaka sedikit meringis.
Makanan mereka sudah sampai, dan Nayla yang antar. Nayla tersenyum ke arah sang ayah, saat beralih ke arah Shaka dirinya juga menyempatkan diri untuk tersenyum sekilas. Namun, Shaka hanya melirik nya 0,50 sekon saja.
Nayla pergi dari sana, entah kenapa kedua nya berada disini. Nayla pun tidak ingin tau kenapa sang ayah rela menyempatkan diri nya untuk mengobrol dengan Shaka ... Di caffe nya.
"Nayra itu tipikal orang yang ... Terbuka, beda sama Nayla," Abyan membuka suara lagi. "Kamu harus ati-ati sama dia,"
Shaka menatap Abyan penuh tanda tanya, ingin sekali mempercayai namun kenapa ekspresi Abyan seperti sedang menahan senyum. "Kenapa harus hati hati, om?"
"Nayla itu bakalan pasang wajah kalem nya walau keadaan nya itu lagi genting genting, nya." Ucap Abyan dengan kekehan kecil diujung. "Apalagi dia itu over thingking banget."
Shaka amat sangat menyimak nya, mana tau ini akan penting untuk kedepan nya. Bibir nya sedikit menyunggingkan senyum tipis.
...•••...
Nayla sedang sibuk sekarang, sudah beberapa hari ini caffe nya lagi lagi kembali aktif semula. Dan beberapa bahan makanan pun sudah menipis, penyajian Take away itu ... Sangat berjalan lancar.
"Assalamualaikum."
Nayla mendongak dari jongkok nya, sedang asyik menata beberapa produk kue baru. Setelah bangkit dari jongkok nya, hal pertama Nayla lihat adalah penampakan seorang laki laki ... Tampan.
"Kok ngak dijawab?"
Nayla tersenyum tipis sebelum menjawab. "Wa'alaikumussalam," jawab nya bergumam.
Laki laki itu terkekeh. "Seperti perkataan Emma stone ... " Laki laki itu nampak menjeda perkataan nya. "You’re only human. You live once and life is wonderful, so eat the damned red velvet cupcake."
__ADS_1
(Anda hanya manusia biasa. Anda hidup sekali dan hidup itu indah, jadi makanlah cupcake merah terkutuk itu.)
Nayla menarik napas panjang dan tersenyum sabar. "Red Velvet satu, ya pak?"
Lagi lagi Nayla mendengar kan kekehan kecil dari mulut si laki laki di depan nya.
"Hehe .. oke, oke! Saya pesen red Velvet sama minum nya itu ... Latte,"
Nayla mengangguk memprihatinkan.
Sagara, pria yang selalu datang kesini hanya untuk memakan cupcake merah terkutuk itu. Dan sudah beberapa hari ini Sagara menunjukkan sikap sikap aneh nya, seperti—
"Kamu yang antar," ucap nya berlalu.
Sagara menuju lantai dua, disana diri nya merasa bebas. Karena lantai dua mempunyai sport yang sangat cocok bagi Sagara sendiri.
Nayla kembali menghela nafas berat, dia tidak akan menuruti permintaan customer nya kali ini. Salah satu permintaan yang sangat tidak jelas bagi Nayla.
Sagara yang rela mencari Nayla hanya untuk memakan makanan favorit nya, Sagara yang rela melewati mbak Nita si resepsionis hanya untuk memesan pada Nayla. Nayla sendiri curiga, ini salah satu trik jaman kini apa?
"Ray!"
Ray menoleh, lalu segera menghampiri sang boss nya itu. "Iya, kenapa mbak?"
Nayla menyerah kan makanan yang Sagara pesan kepada Ray, ya Ray. Ray sudah kembali bekerja di caffe nya, semua kesalah fahaman sudah teratasi semua.
"Kenapa, mbak?" Tanya Ray menerima makanan itu.
Nayla hanya menunjukkan lantai dua dengan dagu nya. Namun, Ray sudah faham, diri nya sedikit tersenyum geli sebelum melangkah pergi.
...•••...
"Permisi ... " Sapa Ray dengan kekehan di ujung nya.
Sagara memutarkan bola mata nya malas, Ray adalah teman nya. Jadi ... Menjadi seorang teman yang setia hanya perlu dua opsi, sedikit bajingan (walau baik) atau kita akan dimunafik kan. Sayang nya opsi pertama adalah jawaban nya.
Walau demikian, Sagara tetap akan berpegang teguh seperti perkataan Samuel butler kala itu. "Friendship is like money, easier made than kept."
(Persahabatan itu seperti uang, lebih mudah dibuat daripada dipertahankan)
"Kenapa Lo, sih?" Tanya Sagara kesal.
"Pfftt ... HAHAHA,"
Sagara menatap Ray penuh kekesalan, sudah dia katakan bukan? Diri ini akan terus di olok olokan.
"Keluar ngak Lo!" Seru Sagara dengan kaki kiri menendang nendang angin.
Ray sedikit mereda tawa nya, makanan nya sudah ditata di depan sang pelanggan.
"Ngak gampang, bro!" Ucap nya berlalu meninggalkan sang teman.
...•••...
Setelah mematikan gas mobil nya, Shaka terdiam sebentar. Perasaan sangat gugup jelas jelas sedari tadi sudah menyerang nya, walau Abyan sudah dekat bahkan sangat dekat dengan nya. Tapi tetap saja, itu ... Calon mertua nya kelak.
__ADS_1
Shaka bahkan sedikit Tremor saat mendengar penuturan dari Abyan, tangan nya juga panas dingin. Bukan apa apa, hanya saja ia sudah terlalu ingin cepat cepat segera menuju jenjang pernikahan saja dengan sang anak nya itu.
Shaka terkekeh mengingat nya, sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang suami. Yang mana tanggung jawab nya itu bertambah, segala dosa yang nanti nya istri nya lakukan, akan Shaka tanggung sendiri.
Ngomong ngomong tentang itu, umma nya kini juga belum pulang dari butik. Rumah nya sangat kosong, bahkan hari ini santri yang biasa nya piket di ndalem pun tidak ada.
Shaka berinisiatif untuk mengistirahatkan tubuh sejenak di teras, setelah ini dia akan mengisi kajian sore selepas ashar nanti. Shaka tersenyum, Allah SWT memang mendengar kan suara doa nya. Doa' yang selalu Shaka sebutkan disepertiga malam nya.
Entahlah, Shaka pun tidak mengerti, Jika sudah berjodoh tak perlu kau takut. Kata kata itu selalu terlintas saat Shaka berdoa.
Padahal kepulangan diri nya yang bahkan masih seumur jagung ini bisa menumbuhkan benih cinta untuk seseorang yang begitu dalam. Pertemuan nya pun sangat lah sedikit, hanya bisa pas-pasan saat di masjid, dan saat di caffe.
Begitu banyak perempuan diluaran sana, tetapi Shaka begitu sangat tertarik akan sosok ‘dia’. Yaa ‘dia’, dia yang selalu membuat bibir nya tersenyum saat melihat ketaatan nya itu, ‘dia’ yang selalu menjaga pandangan nya bahkan tidak mengeluarkan suara yang bisa menimbulkan syahwat bagi lelaki.
Dia.
Shaka kagum akan dia.
...•••...
"Assalamualaikum."
Nampak nya tidak ada jawaban untuk salam nya, satu terlintas di benak nya ... Sepi. Rumah ini sangat sepi, padahal jam masih menunjukkan pukul setengah lima sore.
Nayla melangkah kan kaki nya ke arah dapur, dahaga nya sangat kering. Grap yang diri nya pesan tadi itu seperti nya belum bisa fasih dalam mengendarai nya, yang dimana mobil nya itu sangat perlahan berjalan.
"Bunda belum pulang, ya?" Menolog nya mengecek ponsel nya.
Namun tidak ada notifikasi message apapun yang diri nya dapati, hanya ada kuota bulanan nya yang tinggal 20% lagi. HAHAHA, Nayla sungguh tidak memikirkan tentang itu.
Hari ini bahkan dia tidak melihat sang saudara kembar perempuan nya itu, Nayra. Kemana Nayra? Ponsel nya tidak aktif, dan mobil merah nya itu juga terparkir rapi di bagasi.
Nayra tidak membawa mobil.
Nayla berencana untuk mandi, sudah sangat lengket. Dan untung nya ia sudah menunaikan shalat ashar tadi di jalan.
...-TO BE CONTINUED-...
...Jan lupa klik 🌟🌟🌟🌟🌟 yahhh, sekali ajahhh kok...
...Dan ini nama Instagram aku @hellomenaila okeee...
...Coba tebak aku tinggal dimana?? Dan tebak aku kangen kalian ngak???...
...Spam next 👉...
...Spam Allahu Akbar 👉...
...Spam istighfar dulu 👉...
...Spam Masya Allah 👉...
...Seee you next part...
^^^Aceh, 24 Juni 2023^^^
__ADS_1