SEPERTIGA MALAM

SEPERTIGA MALAM
WHO?


__ADS_3

...-HAPPY READING-...


..."Life is very interesting... in the end, some of your greatest pains, become your greatest strengths." - Drew Barrymore...


..."Hidup ini sangat menarik ... pada akhirnya, beberapa rasa sakit terbesar Anda, menjadi kekuatan terbesar Anda."...


...•••...


Seseorang itu nampak gelisah, sudah beberapa hari diri nya terkurung di dalam sebuah gudang tak terpakai. Walau setiap jam makan, pasti akan ada yang mengantarkan nya makanan. Tapi tetap saja, diri nya tidak akan pernah makan.


Ayah?


Ya, ayah nya sendiri yang mengurung nya di dalam sini. Ayah nya ingin diri nya berubah? Oh tentu saja tidak akan pernah terjadi. Akibat kejadian yang lalu, kejadian yang membuat seorang mahasiswi keracunan itu, ayah nya sudah menerka nerka jika itu adalah perbuatan putra nya.


Memang sudah gila.


Walau memang benar dirinya yang melakukan. Tapi, tetap saja bukan ini yang ingin dia terima, bukan kekalahan tapi kemenangan.


"Gue pastiin, Lo jadi milik gue."


Walau hanya dengan berbentuk sebuah card Poto, diri nya sudah bisa membayang kan senyuman pujaan hati nya, dan diri ini sudah kangen berat.


Ingin segera menculik nya dan membawa nya pergi ke luar negara. Mereka akan bahagia disana, setiap hari dia akan memakan masakan pujaan hati nya, setiap hari dia yang hanya bisa memperhatikan kecantikan wajah pujaan hati nya.


"Cantik banget, sih?"


Senyuman nya berubah naik ke atas, smirk. Akan dia pastikan bahwa dia adalah pujaan hati nya, selama nya.


...•••...


"Nayra udah ke caffe, tenang aja."


Nayla tersenyum kecil mendengar nya.


Zara menggantikan konpresan nya yang sudah mengering dengan yang baru. Nayla tidak biasa mengompres dengan kain yang dibasahkan, demam nya akan cepat turun jika Zara mengompres nya dengan bye-bye feever.


Nayla kembali membuka mata nya saat tangan Zara mengelus lembut pipi nya. "Gara gara banyak pikiran, kan?"


Nayla menggeleng kepalanya sedikit dilipatan pelukan nya. "Enggak kok," jawab nya serak.


"Enggak gimana?"


Zara memperhatikan wajah putri sulung nya, sebentar lagi dia akan menjadi sarjana. Namun, kondisi caffe gemini's itu akan kah kembali tutup, walau untuk sementara.


Suami nya, Abyan juga sudah memeriksa cctv-nya. Dan memang benar cctv-nya di sudah di hack, tapi yang menjadi kasus Sekarang ini adalah bukan hanya itu saja.


Jika cctv-nya sudah di hack, kenapa Nita si resepsionis caffe nya bisa mendapatkan rekaman jelas Ray yang sedang menuangkan sesuatu ke dalam makanan.


Cctv-nya sudah tidak berfungsi semenjak sebelum kejadian itu. Maknanya sudah lama sekali cctv-nya terkena hack, dan mereka tidak pernah mengecek nya. Karena memang tidak perlu, cctv digunakan pun hanya untuk tidak terjadi adegan tidak mengenakan saja.

__ADS_1


Tapi, untung sekarang mereka meruntuki untuk itu. Kenapa semua nya pada lalai? Sudah tidak ada lagi kata percaya untuk para karyawan nya. Toh juga, mereka yang duluan mengkhianati kepercayaan para bos nya ini.


...•••...


Keadaan caffe kini sudah semakin parah saja. Ray mengaku diri nya yang melakukan nya, dan bukti pun sangat mengarah pada nya. Tapi kenapa? Kenapa rasa nya tak tega membiarkan karyawan nya sendiri terjoblos ke dalam sel jeruji.


Mahasiswi itu menghilang. Puas mencari pun mereka tetap tidak menemukan nya, suruhan Abyan sudah meluncur untuk mencari mahasiswi itu. Abyan sendiri juga yang akan memproses kasus lanjutan ini.


Kasus nya hanya sedikit di ubah, karena dulu sang pelapor yang melapor boss caffe. Tapi kini, sang bos yang balik melapor salah satu karyawan pengkhianat nya.


Yang nayra tak habis pikir, Ray hanya mengakui nya saja. Tidak memberi nya alasan untuk melakukan hal itu, ray hanya menutup mulut nya saat Nayra menanyakan alasan nya.


Tapi, jika Nayra tanyakan benar kamu yang lakuin, Ray? Dan Ray akan menjawab sebanyak lima kali untuk mengatakan yaa emang saya, mbak ...


Caffe pun sudah sepi pengunjung saja, padahal kasus nya belum juga diviral kan. Sudah tidak ada lagi pengunjung yang akan membeli, dan para waters pun Nayra suruh istirahat dulu di rumah, bukan di pecat.


Sudah tidak ada lagi pengunjung tetap pukul 21.00


Semenjak Shaka menjadi memimpin pesantren nya, Shaka tidak pernah lagi datang kesini, guna untuk memesan makanan favorit nya. Espresso dan red Velvet.


Nayra sudah berada di caffe selama setengah hari. Ray, baru saja dibawa ke kantor polisi, guna untuk mengamankan agar tidak kabur.


Nayra sendiri, caffe nya sudah sepi setelah mobil polisi pergi. Caffe nya lagi lagi akan tutup untuk sementara, bukan Nayra ingin mengeluh nya. Dan buat apa? Nayra tidak akan mengeluh, mungkin bukan sekarang, tapi nanti.


Ia berinisiatif untuk pulang dulu, tapi kehadiran seseorang di depan caffe membuat Nayra menaikkan alisnya. Ngapain dia kesini? Mau nongkrong kah?


"Caffe tutup," imbuh Nayra Tampa diminta.


"Rencana nya mau ketemu sama Nayla tadi pagi. Tapi ngak jadi, Tante Zara bilang Nayla lagi sakit."


Nayra mengangguk membenarkan, tadi memang kakak nya sedang sakit. Tapi sekarang bunda nya mengabarkan kalau sudah agak baikan. "Terus?"


"Jadi aku nyamperin kamu disini, soal nya Tante Zara juga yang bilang."


"Terus?" Tanya Nayra sudah tidak kalem.


"Kita harus ngomong, penting."


Nayra memperhatikan lawan bicara nya. Cellin dengan kemeja nya yang dikeluarkan dari celana jeans, rambut nya dibiarkan tergerai. Agama nya Islam tapi penampilan nya bukan.


Cellin sadar, Nayra bukan circle nya. Dia lebih cocok berteman dengan Nayla, si kalem walau diam diam menghanyutkan. Tapi jika dengan Nayra, jiwa cellin yang berani jauh terpental ke belakang.


Nayra mengangguk kecil. "Boleh deh, sekalian makan siang."


...•••...


Nayra pulang membawa berita penting, dan sudah tidak sabar untuk memberi tahukan kepada keluarga nya. Walau bukan bukti, tapi berkat cellin diri nya tau sekarang siapa yang berhak diwaspadai.


Namun, kabar ini juga belum bisa dibawa ke pihak hukum karena nanti nya pihak hukum akan menyimpulkan jika kabar ini adalah kabar main main.

__ADS_1


Kepulangan Nayra disambut dengan rumah sepi. Sudah diri nya cek dan semua nya kosong, kamar kakak nya pun kosong. Kemana pergi nya semua? Pikir nya.


Nayra membuka layar ponsel nya, dan dia menelan ludah kasar. Panggilan tak terjawab dari ayah dan bunda nya sebanyak 19 kali.


Nayra menggesekkan tombol hijau nya ke atas saat layar ponsel nya kembali muncul nama sang bunda.


"Kakak kamu tadi pingsan, udah bunda telpon juga."


Suara kesal sang bunda jelas menimbulkan pertanyaan dari Nayra.


"Tapi ngak kenapa-kenapa kan?"


"Untuk sekarang, sih? Tapi harus di opname. Bawain sekalian baju nya ya? Soal nya tadi Buru buru, ngak sempet."


"Alhamdulillah, iya ... Kalok Bunda? Baju nya aku bawain sekalian?"


"Iya, baju nya yang nyaman buat tidur ya? Baik baik bawa mobil nya, malam aja kesini nya. Sekalian bakinin bunda martabak coklat yang enak."


Nayra terkekeh, ia sudah berada di dalam kamar nya sekarang. "Udah dulu ya bunda? Aku mau mandi dulu, nanti aku bikinin kok ... Kalau ngak lupa."


"Iya harus itu pokok nya, udah ya? Assalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam."


Nayra memutuskan sambungan telfon nya. Tidak apa tidak jadi memberi tau sekerang. Toh nanti atau sekarang sama saja.


...-TO BE CONTINUED-...


...Siapa nih?...


...Jan lupa klik 🌟🌟🌟🌟🌟 yahhh, sekali ajahhh kok...


...Dan ini nama Instagram aku @hellomenaila okeee...


...Coba tebak siapa?...


...Spam next 👉...


...Spam Allahu Akbar 👉...


...Spam istighfar dulu 👉...


...Spam Masya Allah 👉...


...Seee you next part...


...Don't forget comend and vote...


...Bye bye...

__ADS_1


...Aceh, 10 Juni 2023...


__ADS_2