SEPERTIGA MALAM

SEPERTIGA MALAM
DETEKTIF COMIC


__ADS_3

...-HAPPY READING-...


...Buatlah segala sesuatunya mudah bagi orang-orang dan tidak sulit. Beri orang kabar baik dan beri mereka kegembiraan, dan jangan menolaknya. -SEPERTIGA MALAM...


Sebenarnya, hari ini bukan hanya diadakan acara ulang tahun. Namun, juga caffe yang sudah siap untuk dibuka kembali. Justru bukan dibuka kembali tapi hanya ingin memulai kembali.


Semuanya sudah siap. Bukan acara ulang tahun yang begitu wah, dan bukan sesimpel itu juga. Tema nya sangat klasik, tema nya sangat pas dengan kesukaan Zara sendiri.


Dan bagi undangan yang hadir pun, hanya ada beberapa teman-teman dari Nayla dan Nayra saja. Tidak dipungut dari pihak Zara maupun Abyan.


Baju mereka semua couple, perpaduan dari celline dan Dior. Namun, masih tetap muslimah, Nayla dan Nayra dengan hijab nya. Dan zara dengan jilbab bermotif angsa.


Yahh suka-suka author ajalah?


Semuanya sudah stand by ditempat masing-masing. Nantinya hanya akan ada peresmian caffe akan dibuka dengan tema barunya, dan Jangan lupakan hari mied milad mereka.


...•••...


"Saya pergi, kok."


"Lah? Ane ngak bisa, tolong ane lah shak."


Shaka menarik nafas panjang. Setelah memakai pakaian formal nya yang ingin menghadiri acara, fajar datang menggagalkan rencana itu.


"Saya udah janji mau kesana loh, uztad."


"Ya kan, bisa ente cancel dulu lah shak. Perlu amat emang ente kesana?"


"Uztad di undang juga kan?"


Fajar mengangguk.


"Nah! Ada perasaan ngak enakan kalau ente ngak datang?"


Fajar lanjut menggeleng.


"Lah?"


Shaka tak habis fikir, sudah penat. Dia beralih ingin memanaskan mobilnya. "Saya pamit dulu ya, uztad."


...•••...


Sejauh ini, acara nya berjalan mulus mulus saja. Acara nya pun nyaris hampir selesai, masih perlu satu hambatan saja lagi. Dan karena itu juga sekarang Nayra sedang mondar-mandir tak jelas.


Yah, sudah hampir dekat dengan waktu dhuhur. Para tamu undangan pun sudah angkat kaki, Abyan tadi pun sudah berangkat duluan untuk pergi ke masjid. Hanya para wanita yang kini berada di caffe.


"Bisa ngak? Ngak usah mondar mandir ngak jelas?"


Langkah kaki Nayra berhenti. Namun, sekilas saat sang kakak menegur. Dan kemudian kembali melangkah kan lagi.


"Emang lagi mikirin apa sih, Ra?"


"Paling, lagi mikirin mau dikemanain nih makanan semua! Ya ngak?" Aurel berkata disusul kekehan pelan darinya.


"Emang ngak dibagiin ke kita?"


Aurel memutar matanya seraya menggeleng tak habis pikir. "Goblok bener sih, Lo!"


"Nayra ... Aurel ngatain gue goblok loh?" Adu antya kepada Nayra yang jelas jelas sedari tadi diperhatikan oleh sang empu nya.


Nayla terkekeh pelan saat Nayra melihat ke arah nya. "Temen kamu, ngomong nya kasar." Nayla berucap dengan pelan nya, supaya tidak terdengar.


"Aku lagi mikir," Ucap Nayra disusul dengan aksi ingin duduk diantara Nayla dan antya. "Gimana? Kalau kita nyanyi?"


"Kamu aja yang nyanyi." Naila menjawab seraya bangkit dari duduk nya. "Aku mau ke bunda dulu, kalian jangan sungkan loh? Makan aja ya?"


Aurel dan antya hanya mengangguk malu Malu. Sementara Nayra yang melihat kedua—teman nya hanya bisa merontasi kedua bola mata nya.


"Makan! Jangan sungkan," Ucap Nayra melihat kakak nya yang sudah pergi.


Aurel dan antya cengengesan.


"Yaa, kan. Disuruh loh Ra? Kita mah tadi sungkan makan depan kakak Lo, tau ngak?" Antya berkata seraya beralih mencomot beberapa cake di depan nya.


Aurel terkikik geli dibuat nya. Antya itu, bukan Aurel ingin mengatai teman sejiwa dan seraga nya ini. Namun, antya ini sedikit bego bin o'on. Tapi, jangan salah, walau sahabat nya satu itu begitu, mereka sudah berteman semenjak bibit mereka baru saja menetas, sudah sangat lama.


"Oh ya! Ra."

__ADS_1


Atensi Nayra yang sedang memerhatikan antya teralihkan ke Aurel, dirinya hanya menaikkan alisnya, tak menjawab.


"Maksud pertanyaan Lo tadi? Nyanyi? Apaan?"


Nayra sedikit memikirkan lalu menggeleng kecil. Yaa, dirinya tadi berinisiatif mengajak bernyanyi, jikalau saja mereka semua sedang dilanda bosan Tak tertunda. Namun, setelah melihat wajah mereka yang anteng anteng saja, Nayra menunda nya.


"Ngak jadi."


"Lah? Kok ngak jadi?"


"Ya, tadi gue mikir nya ... Kalian pada bosen kan? Yaa gue berinsiatif buat ngajakin nyanyi? Dan! Sekarang, ngak bosen kan?"


Aurel menggeleng kecil.


Tapi, aksi antya yang sedang mencomot kue kering di meja itu iku terhenti. "HAHA, ngomong bahasa gaul, Yee? Berani nya di belakang kakak Lo, doang? Cemen."


Nayla kembali merontasi kedua bola matanya, kenapa diri nya harus berteman dengan sahabat ceplos seperti ini.


Dan Aurel kembali terkikik geli dibuat nya.


...•••...


"Tadi ayah ngak liat, loh?"


"Liat siapa, yah?—"


"—Bukan ngak liat, tapi emang dia nya ngak datang." Potong Nayla terburu buru.


Atensi mereka terfokus kan ke jok belakang mobil. Zara dan Nayra dibuat bingung, namun Abyan tersenyum.


Dengan senyum yang belum luntur, Abyan lanjut memusatkan perhatian nya kedepan, lanjut mengemudi.


"Padahal ayah belum bilang siapa? Kok kakak tau?"


Nayla sedikit meringis. Yah, dirinya kira ayah nya sedang memikirkan apa yang sedang Nayla pikirkan juga. "Shaka, kan?"


"Shaka? Shaka siapa?" Tanya Zara yang masih dilanda kebingungan.


"Uztad Shaka!" Tuding Nayra keras. "Bener kak? Uztad Shaka?"


Nayla mengangguk kecil. "Tapi aku curiga deh? Apa jangan—Jangan jangan orang tua uztad Shaka ... Miskin?"


"Yang pasti, kalian jangan su'udzon duluan. Orang tua uztad Shaka itu kaya loh? Alhamdulillah kaya nya itu, lewat segi lain?"


Abyan tersenyum saat melihat Nayla mengangguk dengan malas. "Shaka loh, Bun? Ayah kan pernah bahas sama bunda?"


Zara ber-ohria panjang. "Oh itu, bunda penasaran banget deh! Kapan kita ketemu sama Shaka, yah? Bunda penasaran banget! Udah lama nggak ketemu." Ucap zara berubah menjadi excited.


Abyan hanya membalas dengan senyuman manisnya.


Yah, untuk sekarang ini Nayla sedang memikirkan dua hal. Pertama, kenapa uztad Shaka dan uztad fajar tidak datang? Semua uztad dan uztazah tadi ikut berhadir. Namun, kenapa kedua uztad itu tidak berhadir?


Kedua, siapa uztad Shaka? Kenapa kedua orang tua nya ini sangat excited membahas tentang hidup uztad Shaka? Dan juga tadi ayah nya berujar kalau uztad Shaka itu ... Kaya? Lantas kenapa uztad Shaka tinggal di kosan?—


"Kak."


Nayla kembali tersadar saat Nayra—disamping nya memanggil. Ia hanya membalas dengan deheman kecil dan alis dinaikkan, lalu fokus nya kembali ke layar handphone.


Nayra merontasi kedua bola matanya saat melihat sang kakak mengabaikan nya.


"Aku penasaran, deh?" Nayra berucap sedikit dipelankan.


"Penasaran kayak bunda?" Dan Nayla menjawab lebih berkesan sedikit berbisik, hanya mereka berdua lah yang mendengar.


Abyan dan Zara sedang mengobrol ringan di depan, tak mengindahkan gumaman mereka berdua.


"Bukan itu! Aku penasaran aja gitu? Uztad Shaka itu kayak ngenyia nyiain gelar nya loh? Lulusan Cairo Mesir, bukan nya jadi dosen, kek? Ini mau mau aja ngajar anak anak komplek. Bukan aku mau ngeremehin ya! Tapi coba kamu pikir pikir deh?"


Benar! Nayla belum memikirkan itu.


—ketiga, kenapa uztad Shaka mau mau aja ngajar di komplek ini? Yang Nayla tau, butuh beberapa syarat agar diterima di negeri Mesir itu. Untuk memulai S2 disana, salah satu syarat nya adalah harus ... Pintar dan berekonomi.


"Kak!"


"Um?"


Lagi lagi Nayra merontasi kedua bola matanya saat melihat Nayla kembali melamun.

__ADS_1


"Lagi mikirin apa, sih?"


"Aku juga lagi mikir? Mikirin apa yang lagi kamu pikir juga, kok."


Nayra memusatkan perhatian nya ke arah depan, sebentar lagi mereka akan sampai di rumah.


...•••...


Setelah selesai dengan semua urusan nya, Nayla berinsiatif untuk pergi jalan jalan sore. Yah dirinya juga sudah memesan taksi online.


"Mau kemana?"


Tepat tangga terakhir, sosok Nayra muncul dari arah dapur, dan satu toples keripik singkong kesukaan kedua nya di tangan Nayra.


Sebelum menjawab, Nayla mencomot terlebih dahulu keripik itu. "Mau nitip apa?"


"Yaa, mau kemana dulu? Baru bisa aku request mau nitip, apaan?"


Nayla kembali menimbang nimbang sebelum menjawab. Takut takut akan membuat lelucon akan jawaban nya sendiri. "Mau beli ... Komik."


"Apa—komik? Pfftt ... HAHAHA."


Tanpa menunggu jawaban dari Nayra. Nayla berinsiatif untuk segera melangkah kan kaki nya pergi. Walau sudah sampai di ambang pintu, sayup sayup masih terdengar suara tawa membahana di arah dalam.


Nayla dibuat kesal akan hal ini.


Mobil grab pesanan Nayla sudah sampai, seperti nya sudah sedari tadi. Segera ia samper dan masuk.


"Ke mall ya, pak."


Bapak itu menggangguk seraya tersenyum ramah.


Yah, semenjak kecil. Kesukaan kedua nya terbilang berbeda. Nayla suka susu coklat dan Nayra penyuka susu vanilla. Nayla suka makanan manis dan Nayra penyuka pedas. Dan Nayla suka komik sementara Nayra penyuka novel.


Namun, Nayla masih ingat waktu. Dirinya akan membaca saat waktu senggang saja. Seperti sekarang ini, BAB 3 skripsi nya sudah di terima semalam, walau sempat dibuat pusing seantartika.


Sesampainya di mall, Nayla langsung mengarah kan kaki nya ke Gramedia pusat buku buku. Dan syurga bagi penyuka buku yang punya uang banyak.


Matanya melirik Rak rak buku yang bertulis genre dekektif. Namun, mata Nayla berpindah ke arah cewek sepantaran dibawah umur dia.


"Suka komik, juga?" Sapa Nayla ramah.


Gadis itu menoleh ke belakang, dan ikut memutar kan badan nya. Dia sangat cantik, jilbab hitam panjang nya dan 'abaya sangat cantik melekat ditubuh nya.


"Iyaa." Angguk nya ramah. "Aku suka baca ... Buku buku detektif."


"Aku juga!"


"Beneran?"


Bisa Nayla lihat, kilatan berseri seri Dimata nya. Nayla mengangguk kecil. "Suka apa apa aja?"


"Sherlock?"


"Sherlock, lima sekawan, trio dekektif ..."


"Trio dekektif?"


Gotcha.


Gadis itu tersenyum penuh kemenangan. "Maksud nya? Karya nya Alfred Hitchcock?"


Nayla membelakkan mata nya, mulut nya pun ikut ditutup. Sangking histeris nya. "Kok tau?"


"Aku koleksi Alfred Hitchcock dari kecil. Misteri hantu hijau, misteri kacang bencana—"


"—DEMI APA?" Nayla benar benar shock sekarang.


...-TO BE CONTINUED-...


Panjang kan?


Kau mana tau? Aku udah depresi part ini!


Part nya STENGAH ILANG!!!! TAU NGAK LO!!


Hiks... Kit ati kuhhh

__ADS_1


^^^Aceh, 5 Juni 2023^^^


__ADS_2