SEPERTIGA MALAM

SEPERTIGA MALAM
MORNING PLAYS


__ADS_3

...-HAPPY READING-...


...“Respect your efforts, respect yourself. Self-respect leads to self-discipline. When you have both firmly under your belt, that’s real power.” – Clint Eastwood...


...“Hormatilah usaha Anda, hormati diri Anda sendiri. Rasa hormat pada diri sendiri mengarah pada disiplin diri. Bila Anda memiliki keduanya di bawah ikat pinggang Anda, itu adalah kekuatan sejati.”...


...•••...


Setelah menceritakan semua nya, Nayla kembali ke kamar. Hari sudah malam, dan Shaka juga sudah pamit pulang.


Nayla masih perlu banyak istirahat, badan nya masih belum sembuh total. Untung lah, Gibran membawa nya pulang. Saat perjalanan pulang pun, Nayla hanya melihat langit lewat jendela kaca mobil, ia tak ingin menatap Gibran.


Soal thalia atau ... Thania, Nayla belum mengerti. Wajah kedua nya nampak sama, Nayla tidak bisa membedakan nya. Hanya saja ... Thalia itu karyawan nya di caffe, jelas dia kenal betul thalia.


Thania ... Amora grisam.


Jika nama Thania, Thania Amora grisam. Siapa nama thalia? Dan apakah benar kedua nya ... Kembar? Karena memang kedua nya nampak sama.


Rambut sebahu mereka yang berponi, yang sama sama berwarna hitam pekat. Pakaian Thania tadi pun, entah lah. Karena Nayla tak pernah melihat karyawan nya. Thalia, memakai baju casual, Nayla tidak bisa membedakan atau memepersamakan nya.


Nayla terlonjak kaget saat keberadaan Nayra sudah memasuki kamar nya. Dia cengengesan layak nya maling sedang tertangkap. "Hi!"


Nayla tersenyum menyambut nya. "Ada apa?" Posisi nya sudah duduk di atas kasur.


Nayra menarik kursi meja belajar Nayla, membawa nya mendekat ke arah sang kakak. "Gimana?"


Nayla mengerutkan keningnya. "Gimana, apanya?"


"Yang tadi," gemas Nayra.


"Aku juga lagi kepikiran," Nayla merebahkan diri nya di kasur, terlentang. "Tha ... Nia? Bener ngak sih, kembaran nya si thalia? Soal nya emang bener bener mirip, banget!"


Nayra ikut beranjak ke kasur, merebahkan diri nya juga di samping sang empu nya kasur. "Aku punya cerita."


Setelah itu Nayra menceritakan tentang Gibran, tentang Gibran yang mungkin terobsesi dengan sang kakak, tentang Gibran yang merencanakan kasus keracunan mahasiswi kala itu. Dan jika benar Gibran?


Maka kenapa Gibran yang mengantarkan nya pulang? Kenapa gibran yang seakan akan ingin menjaga nya dari ... Thania kala itu. Gibran, kenapa?


Nayra terdiam setelah selesai bercerita, Nayla sama sekali tidak merespon saat Nayra sedang bercerita. Dan Nayra juga tidak berhenti untuk terus bercerita. Kedua nya terdiam, memandang langit-langit kamar yang berbentuk bintang di sana.


"Eventually stardom is going to go away from me. It goes away from everybody and all you have in the end is to be able to look back and like the choices you made,"


(“Akhirnya ketenaran akan hilang dariku. Itu hilang dari semua orang dan yang Anda miliki pada akhirnya adalah dapat melihat ke belakang dan menyukai pilihan yang Anda buat.”)


Nayra jelas paham akan kata kata sang kakak. Jelas nya adalah, perlahan masalah muncul di depan mereka, tidak bisa mengelak, dan tidak bisa lagi kembali ke belakang. Pandang lah ke depan, jalani masalah nya, jangan lari.

__ADS_1


"Kita jalan sama sama," ucap Nayra memeluk Nayla dari samping.


...•••...


03.20


Nayla kembali terbangun di sepertiga malam ini, ia terjaga dan saat terjaga ada sosok adik nya yang sedang memeluk nya dari arah samping. Nayla tersenyum, tak berniat membangun kan Nayra dan segera menuju kamar mandi.


Entah, Nayla pun tidak tau. Namun, Nayla Sangat berterima kasih. Pada semua nya, terutama tuhan nya, Allah SWT. Kondisi Nayla pun sudah kembali sehat, Nayla sudah tidak merasakan pening di kepala nya, dan badan nya pun sudah benar benar segar sekarang.


Apalagi setelah mandi, Nayla sudah selesai dengan kamar mandi nya. Lalu membentang kan sajadah nya, mukena nya sudah Nayla pakai dan segera melaksanakan sholat tahajud nya.


Nayla menangis di sholat nya, berusaha untuk tetap khusyuk. Sujud nya lama, Nayla berdoa disana Sangat lah lama. Setelah selesai dengan sholat nya, Nayla kembali melanjutkan doa'nya.


Doa' nya sangat panjang. Nayla memikirkan peristiwa yang terjadi tadi, berdoa agar terjauh dari marabahaya. Berdoa agar senantiasa dilindungi, berdoa agar senantiasa menjaga pandangan nya dari yang bukan mahram nya, berdoa agar senantiasa Istiqomah terhadap Allah SWT.


Nayla kembali menangis, menangis yang tak bisa dibendung. Air mata nya keluar tak tertahan, dia membungkam mulut nya agar Nayra tidak mendengar kan nya.


...•••...


Di waktu yang sama, Shaka pun terbangun. Terjaga untuk berlomba lomba untuk mengirim kan doa' nya ke langit, bersaing secara sehat di sana.


Shaka berdoa agar semua urusan nya di permudah, segala hambatan nya di lancarkan, segala rintangan nya di memuluskan, segala yang bukan milik nya di jauhkan. Dan jika dia  lah jodoh yang terbaik, maka dekat kan Ya Allah.


"Amin ... Allahumma amin ..."


Shaka tak habis pikir untuk memikir kan. Sudah kehabisan kata kata untuk mengatakan, dan tak berniat untuk memikirkan karena tak ingin mengatakan.


Setelah selesai, Shaka bangkit dari duduk nya. Berniat keluar ingin sekali meronda kawasan putra saja. Suasana nya sangat segar pagi ini, sebentar lagi paling sudah ramai karena akan sampai waktu subuh.


Shaka kembali ke rumah, ingin membawa mushaf Al-Qur'an kecil nya yang biasa di gunakan, yang tertinggal. Namun, Shaka malah bertemu sang umma yang mungkin ingin mengambil minum.


"Assalamualaikum, umma?"


Ameera menoleh sedikit, lalu kemudian tersenyum seraya membalikkan badan nya. "Wa'alaikumussalam ... Dari mana aja, mas?"


Shaka mencium tangan ameera. "Habis ngeronda, ini mau ngambil mushaf yang ketinggalan."


Ameera mengangguk. "Umma juga mau ngambil minum, umma duluan, ya?"


Shaka tersenyum dan mempersilahkan Ameera untuk berjalan. "Iya, umma."


...•••...


"Kak!"

__ADS_1


Nayla terlonjak kaget saat ketukan pintu dan suara itu sedikit keras. Pasti ada apa apa nya? Pikir Nayla, karena tak biasa nya Nayla membangunkan nya. Karena Nayla memang akan bangun, walau tidak di bangunkan.


"Iya, bentar bunda!" Sahut nya tak kalah berteriak juga.


Nayla bangkit dari duduk nya, menutup mushaf Al-Qur'an dan bangkit menuju pintu tanpa melepaskan mukena nya dahulu.


Zara dengan mukena nya kini nampak panik. "Bunda kenapa?"


"Adek kamu mana!" Pinta Zara panik. "Udah bunda cariin di kamar sama kamar mandi nya, ngak ada! Ilang gitu!"


Nayla menahan tawa nya, lalu menoleh ke belakang. Ada Nayra baru saja keluar dari kamar mandi nya. Nayla sedikit melebar kan pintu nya. "Itu bunda, anak nya?" Ucap nya dengan kekehan diujung.


Zara berjalan dengan menyibak rok mukena nya, berjalan dengan kaki dihentak hentakkan kesal. Tujuan nya adalah ingin menjewer telinga sang bungsu karena sudah membiarkan panik seperti ini. "Ya Allah! Bunda~ sakit!"


Nayra sudah histeris karena jeweran sang bunda memang benar benar sakit. Nayla terkekeh geli melihat nya.


Abyan datang dengan wajah panik nya, sedikit ngos-ngosan akibat berlari di tangga. "Kenapa! Bunda kenapa!"


Jeweran itu terlepas, Nayra melihat ayah nya dengan perasaan sakit, Zara melihat suami nya dengan wajah kesal nya. Sementara Nayla sudah tidak tahan ingin tertawa.


HAHA ...


"Pagi pagi udah drama aja, heran aku!"


...-TO BE CONTINUED-...


...Siapa nih?...


...Jan lupa klik 🌟🌟🌟🌟🌟 yahhh, sekali ajahhh kok...


...Dan ini nama Instagram aku @hellomenaila okeee...


...Coba tebak siapa?...


...Spam next 👉...


...Spam Allahu Akbar 👉...


...Spam istighfar dulu 👉...


...Spam Masya Allah 👉...


...Seee you next part...


...Don't forget comend and vote...

__ADS_1


...Bye bye...


^^^Aceh, 12 Juni 2023^^^


__ADS_2