SEPERTIGA MALAM

SEPERTIGA MALAM
CLARIFICATION


__ADS_3

...-HAPPY READING-...


..."Loving someone doesn't need a reason. If you can explain why you love someone, it's not called 'Love'." - Darrel ...


...(Mencintai seseorang tidak alasan. Jika kamu bisa menjelaskan mengapa kamu mencintainya, itu bukanlah 'Cinta')...


...AND THEN :)...


..."When you know why you like someone, it's a crush. When you have no reason or explanation, it's love."...


...(Ketika kamu tahu kenapa kamu menyukai seseorang, itu adalah sebuah kekaguman. Ketika kamu tidak mempunyai alasan ataupun penjelasan, ini dinamakan cinta)...


...•••...


Jawaban nya ... Adalah terima, Nayla menerima lamaran dari Shaka. Semoga ... Semoga saja, Shaka adalah jodoh terbaik dari Allah SWT. Nayla sudah memikirkan nya, bukan hanya dia yang terlihat ... Gembira menerima lamaran dari Shaka. Namun, ayah dan bunda nya pun sangat senang.


Keputusan nya ada pada mereka, mereka berdua yang harus memutuskan kapan? Dan gimana?


Kapan acara nya berlangsung? Shaka sendiri menyerah kan semua nya pada Nayla. Nayla yang harus memutuskan ... Kapan? Kapan acara nya diadakan, tapi saran dari nya hanya satu, jangan lama lama.


Gimana dengan adat istiadat nya? Apakah Nayla ingin memakai pakaian formal? Dan jawaban Nayla tidak. Nayla hanya ingin pernikahan nya ini sederhana. Menikah tidak harus dirayakan dengan wah, yang penting sah.


Untuk para tamu, kedua nya serahkan pada orang tua nya. Zara dan Ameera nampak sangat bersemangat sekali.


Namun.


Namun, sebelum itu. Nayla harus menyelesaikan kasus caffe nya dahulu. Ray ... Ray dikabarkan telah keluar dari penjara, aghas yang mengeluarkan nya.


Nayla tidak ada kala itu, disaat Ray dibawa ke kantor polisi.


Nayla dan Nayra sudah sampai di sebuah restoran. Ray menerima ajakan Nayla untuk bertemu, tapi diri nya tidak menerima ajakan Nayla yang ingin bertemu di caffe gemini's. Ray menawari untuk bertemu di restoran seafood ini.


Kedua sampai, sudah ada Ray dan ... Tha ... Entah lah, Nayla sendiri tidak tau siapa itu. Yang jelas kedua nya nampak sangat lah dekat.


"Assalamualaikum." Nayra memberi salam duluan, dan di ikuti oleh Nayla di belakang.


Kedua nya dipersilahkan duduk, nayla sedari tadi hanya melirik ke arah tha ... Itu, siapa dia? Wajah nya memang benar benar sangat mirip.


"Thania?" Nayla membuka topik pembicaraan duluan.


Thalia dan Ray nampak terkejut. "Mbak, tau Thania?" Tanya thalia terkejut.


Nayla menaikkan alisnya. Jadi bukan ya? "Thalia, ya?"


Thalia melirik Ray sebelum mengangguk kaku. "Iya, mbak."


Nayla mengangguk nganguk kepala nya beberapa kali. "Jadi gimana?" Pandangan nya beralih ke Ray.


Nayra hanya mendengar tak memberi komentar nya terlebih dahulu.


"Gue ngak salah."

__ADS_1


Ray menjawab dengan tegas nya. Lalu tersenyum sinis saat melihat wajah terkejut kedua nya, ya Ray tidak pernah menunjukkan sikap asli nya di caffe. Kalray aghes Saputra ... Inilah sosok dia yang sebenar nya.


Umur mereka terpaut sama, jadi Ray tidak khawatir untuk nanti nya di cap tidak sopan.


"Thalia punya kembaran." Ray menaikkan alisnya saat melihat Nayla dan Nayra biasa saja. "Nama nya ... Thania Amora grisam, dan thalia ... Annora grisam, gue juga ngak tau kalau mereka adalah orang yang berbeda. Gue liat rekaman cctv-nya, di sana ada Thania yang lagi nuangin sesuatu ke dalam makanan itu."


Nayra nampak terkejut dengan penuturan Ray, namun Nayla ... Nampak biasa saja.


"Gue sabotase Cctv-nya, gue hack dan gue edit jadi ... Gue." Ray berucap dengan santai nya. "Nama mahasiswi itu ... Alviana Nesya lodie, sahabat gue ... Yang kerja sama, sama gue."


Ray tersenyum miring. "Awal nya kasus nya aman aman aja, tapi lama lama ... Gue buat seakan akan ana itu punya Abang, kan kalau masalah nya mulus ... Pada curiga, ya ngak?" Ucap nya dengan kekehan kecil diujung. "Lalu? Karena rencana ini diluar ekspektasi Thania ... Thania ngerangkai ide buat jadiin kakak gue sasaran nya."


"Tunggu." Potong Nayra cepat. "Siapa kakak, Lo?—aws." Nayra sedikit meringis akibat pukulan keras dari sang kakak, diri nya lupa dan terbawa suasana.


Nayla kembali menatap Ray meminta melanjutkan pembicaraan nya.


"Gibran." Jawab Ray. "Gibran itu ... Awal nya pacaran sama cellin, bukan mereka nya yang toxic, tapi hubungan mereka yang toxic. Mereka berdua putus nyambung, dan Gibran bukan cuma terobsesi sama Lo, Nayla."


Nayla masih terdiam dengan ekspresi kalem di wajah nya.


"Dari awal hubungan nya sama cellin ... Gibran ngak suka sama cellin, dia terobsesi. Tapi waktu itu belum terlalu parah ... Dan akibat dari cellin yang salah paham ngira nya dia suka sama Lo? Dia selingkuh, dan Gibran marah."


Ray minum, tenggorokan nya sudah kering. Sudah terlalu banyak ia menceritakan kehidupan keluarga nya. "Kita udah bawa Gibran ke rumah sakit, tapi Gibran makin parah. Akhir nya gibran dilepaskan begitu aja, papa pikir Gibran dalang dari semua nya karena itu ulah Thania. Thania yang nyibulin papa gue buat semua masalah yang terjadi dia pelaku nya."


"Tau OLD?" Tanya Ray.


Kedua nya menggeleng tak tau.


"Selain itu, OLD juga bisa dialami oleh orang yang tidak memiliki hubungan dengan orang yang dicintainya, tapi merasa orang yang dicintainya tersebut juga mencintai dirinya. Kondisi ini terjadi pada gangguan kejiwaan yang disebut erotomania."


"Dan kasus Gibran ada di opini ... Terakhir."


...•••...


'Kanaya mengulum bibir nya menahan kedutan tak ingin tersenyum, di depan sana sedang ada Shaka yang sedari tadi tidak fokus. Shaka sedang membuka pengajian di masjid pesantren, semua santri ... Santriwan maupun santriwati berkumpul di masjid besar ini.


Namun, sang pimpinan pesantren kini sedang tersenyum tak jelas sedari tadi. Kanaya sendiri hanya bisa menahan tawa nya tak ingin kepergok teman nya.


Selesai mengaji, semua nya kembali ke asrama masing masing. Namun, Kanya melangkah kan kaki nya ingin menuju rumah.


"Ning!"


Kanaya menoleh saat terpanggil. "Yaa! Kenapa!" Jawab nya teriak.


"Ning mau pulang, ya? Ngak mau tidur di asrama?"


Kanaya nampak berpikir. "Iya aku tidur di dalem, udah dulu ya?"


Kanaya melambaikan tangan nya dan segera menuju rumah.


Kanaya Sangat sering tidur di rumah, walau kamar asrama nya itu berbeda dengan kamar kamar santriwati. Diri nya lebih nyaman jika tidur di rumah. Apalagi sekarang, sedang ada urusan penting yang harus Kanaya ceritakan pada umma nya cepat cepat.

__ADS_1


Pas sekali, pikir nya.


Shaka sedang makan malam di meja dan ditemani oleh sang umma yang sedang duduk.


"Assalamualaikum!" Kanaya datang dengan wajah gembira nya.


"Wa'alaikumussalam ..."


Kanaya menghampiri sang umma dan mencium tangan nya, saat hendak mencium tangan Shaka ... Shaka malah memberikan tangan bekas makan nya yang ia sodorkan.


Ameera tertawa kecil saat Kanaya menekuk kesal.


"Aku punya cerita." Kata nya sambil mengambil kursi dekat sang umma.


"Cerita, apa?" Sahut Ameera.


"Tuh," tunjuk Kanaya dengan dagu ke arah Shaka. "Tadi ... Entah siapa yang ngak fokus ngajar? Umma tau? Mas tadi malah senyam senyum ngak jelas!"


Uhukk ...


Ameera menyodorkan minum dengan cepat, lalu beralih menatap sang bungsu yang masih tersenyum geli ke arah sang kakak. "Senyam senyum? Maksud nya gimana?" Lanjut Ameera.


Shaka sudah mewanti-wanti Kanaya agar tidak menceritakan lagi dengan cara melotot kecil. Namun karena Kanaya tidak akan takut, diri nya melanjutkan cerita nya.


"Kayak nya lagi mikirin, onoh umma?" Kata nya dengan kekehan kecil diujung. "Sangking kebelet nikah, Pfftt ... HAHAHA ..."


Ameera ikut tertawa menistakan Shaka yang sudah bangkit dari duduk nya. Shaka berjalan dengan telinga memerah ke tempat cuci piring.


Telinga Shaka memerah, dan Shaka tidak ingin Kanaya sampai mempermalukan diri nya lagi!


...-TO BE CONTINUED-...


...Jan lupa klik 🌟🌟🌟🌟🌟 yahhh, sekali ajahhh kok...


...Dan ini nama Instagram aku @hellomenaila okeee...


...Coba tebak gimana jawaban nya?? Dan tebak aku kangen kalian ngak???...


...Spam next 👉...


...Spam Allahu Akbar 👉...


...Spam istighfar dulu 👉...


...Spam Masya Allah 👉...


...Seee you next part...


...Don't forget to comend and vote...


...Bye bye...

__ADS_1


^^^Aceh, 13 Juni 2023^^^


__ADS_2