SEPERTIGA MALAM

SEPERTIGA MALAM
ENAM


__ADS_3

Deg


Gak mungkin dia ada di sini~batin Ajeng


"Maaf jeng aku gak sengaja"ucap orang itu pada Ajeng,lalu mencoba membantu Ajeng berdiri


"Seharusnya aku yang minta maaf karena aku gak liat-liat,dan apa ini benar-benar kakak?aku lagi gak hallu kan?kak regan udah pulang?sejak kapan?"ucap dan tanya Ajeng bertubi-tubi


"Nanyanya satu-satu dong,kan kakak jadi bingung"ucap regan dengan Kekehan


"Hehehe maaf kak,kan aku syok"ucap Ajeng dengan Kekehan


"Iya gpp, kamu tumben ke hotel?"tanya regan penasaran


"Astagfirullah kak,aku lupa kalau aku ada meeting,kalau gitu aku duluan ya kak,jangan pulang dulu,tunggu diruanganku nanti aku mau buka sesi tanya sama kakak loh"ucap Ajeng menepuk jidatnya,lalu pergi dengan terburu-buru meninggalkan regan


"Gak pernah berubah ya jeng"guman regan dengan senyum manisnya


Pasti bertanya-tanya kan siapa regan? Regan adalah saudara kembar dari refan,mereka kembar tapi tak seiras,regan sendiri baru kembali dari London setelah menyelesaikan kuliahnya di sana, mangkanya Ajeng terlihat sedikit terkejut saat regan kembali pasalnya belum lengkap 4 tahun ia berkuliah. namanya juga jenius ya author bisa apa?:')


"Assalamualaikum,maaf saya telat"ucap Ajeng menunduk


"Iya gpp,ayah tau kalau jalanan macet,kamu duduk jeng"ucap ayah Ajeng dengan senyumnya,lalu Ajeng pun duduk disebelah taehyung yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip dan hanya tersisa tempat itu makanya tidak ada pilihan lain


"Baiklah kita mulai meetingnya"ucap PD-nim


"Biar ajeng yang mempresentasikan nya"ucap ayah Ajeng


"Baik yah"ucap Ajeng lalu berdiri dan berjalan disamping proyektor untuk mempresentasikan produknya


"Assalamualaikum, baiklah saya mulai presentasi produk ini, produk elektronik ini akan sedikit berbeda dari biasanya entah dari segi desain atau pun isinya yang termasuk ram dll,dan tentu dengan harga yang murah dari produk elektronik lainnya"jelas Ajeng


"Bukankah akan merugi jika kualitas produk itu sangat luar biasa tapi dibandrol dengan harga murah?"tanya Namjoon


"Tentu tidak,karena kualitas yang kita pake buatan dri perusahaan kami sendiri,dan untuk soal harga memang dibandrol dengan harga murah karena disetiap negara pasti memiliki berbada kalangan,dan saya harap dengan harga ini dapat membantu orang kekurangan bajed membeli produk ini, apalagi dimasa pandemi seperti ini masih ada yang belum mempunyai produk elektronik ini apalagi sekarang serba online"jelas Ajeng


"Wah.. Perfect"puji PD-nim


"Baiklah sekian dari saya,terima kasih"ucap Ajeng lalu kembali duduk ketempatnya


"Bagaimana apakah PD-nim bersedia berkolaborasi dengan produk ini"ucap ayah Ajeng


"Baiklah saya setuju, setelah melihat peluang ini"ucap PD-nim tersenyum lalu menandatangani kontrak kerja tersebut

__ADS_1


"Terimakasih atas kerja samanya"ucap ayah Ajeng lalu menjabat tangan PD-nim


"Terimakasih kembali pak ari,dan harus saya akui putri anda sangat hebat"puji PD-nim


"Baiklah,mari kita makan terlebih dahulu"ucap ayah Ajeng


"Kami kesana 10 mnt lagi PD-nim"sahut Namjoon


"Baiklah"ucap PD-nim lalu pergi bersama ayah Ajeng menuju tempat makan yang telah disiapkan oleh hotel Ajeng


Sementara Ajeng pun masih membereskan berkas-berkas meetingnya dengan perasaan berdegup kencang karena ia sedang berada satu ruangan bersama member BTS sendirian pula,tapi Ajeng berusaha sebisa mungkin


"Permisi, perkenalkan saya Namjoon"ucap Namjoon lalu mengulurkan tangannya untuk berkenalan pada Ajeng


Ajeng pun yang melihat itu bingung harus bagaimana


"Saya ajeng"ucap Ajeng tanpa menjabat tangan Namjoon dan malah menyatukan kedua tangannya,saat Ajeng melihat kekecewaan Dimata Namjoon Ajeng pun menjelaskan alasannya kenapa tak menjabat tangannya


"Eoh.. maaf jika saya tidak menjabat tangan anda tuan,karena dalam agama saya tidak diharuskan bersentuhan dengan yang bukan mahram nya atau lawan jenis"jelas Ajeng meminta maaf


"Eoh .. maafkan saya telah salah paham"ucap Namjoon yang mulai mengerti


"Panggil kami oppa saja Ajeng,lagi pula kita harus akrab mulai sekarang untuk kelangsungan bisnis ini"jelas seokjin


"Baiklah oppa,mari saya antar untuk tempat jamuannya"ucap Ajeng tersenyum pada member BTS lalu mengantarkan mereka


"Iya"jawab taehyung dengan senyum tipisnya


Ajeng pun membuka pintu ruangan  jamuan makan khusus untuk acara meeti di hotelnya yang disana sudah ada Regan dan Refan


"Kakak"ucap Ajeng senang menghampiri Refan&Regan dan dia lupa mempersilahkan member BTS untuk duduk


"Kamu ini,suruh duduk dulu mereka"ucap Regan sambil tersenyum


"Eoh iya Ajeng lupa hehehe"ucap Ajeng menepuk jidatnya


"Silahkan menikmati hidangan yang sudah kami siapkan oppa"ucap Ajeng tersenyum ramah


"Terimakasih Ajeng"ucap J-Hope dengan senyumnya


Member BTS pun mengambil hidangan yang telah disiapkan dan mulai duduk ditempat,tapi berbeda dengan taehyung yang melihat Ajeng intens yang sedang mengobrol dengan Refan dan Regan sambil tertawa lalu mereka bangkit dan pergi entah kemana


"Taehyung-ah wae?"tanya Jimin menyadarkan taehyung

__ADS_1


"Eoh... bukan apa-apa jimin-ah"ucap taehyung pada Jimin


"Yakin?"ucap Jimin yang merasa tak yakin dengan taehyung


"Kalian ada apa dari tadi ngobrol terus dan aku perhatikan seperti taehyung sedari tadi melihat Ajeng terus?"ucap seokjin


"Eoh bukan apa-apa Hyung,tapi tadi aku melihat taehyung melamun saja,dan apa taehyung melihat Ajeng?apa jangan-jangan sedari tadi kau melamun karena melihat Ajeng?"tanya Jimin sambil memincingkan sebelah alisnya


"Mungkin"yang menjawab bukan taehyung melainkan Suga


"Tida Hyung,sudahlah lebih baik kita makan saja"elak taehyung lalu mengalihkan pembicaraan


"Iya Hyung,makannya enak tapi gak se enak makanan bundanya Ajeng"ucap Jungkok yang sedari tadi tak menggubris apa yang mereka bicarakan dan hanya fokus pada makanannya


"Aish.. dasar Jungkook yang dipikirkan makanan saja"ucap seokjin memutar bola matanya malas


"Sudah benar kata Jungkok lebih baik kita makan"lerai Namjoon


Dilain tempat sesuai perkataan ajrng tadi kini Ajeng sedang mengadakan sesi tanya jawab pada Regan yang tiba di Indonesia tanpa sepengetahuan Ajeng, begitupun dengan Refan yang tak mengabari Ajeng jika Regan akan kembali ke Indonesia.


"Sejak kapan kak Regan pulang?"tanya Ajeng dengan intens nya


"Kemarin jeng"jawab Regan membuat Ajeng memincingkan sebelah alis matanya


"Trs knp kak Refan gak ngasih tau aku kalau kak Regan udah pulang"tanya Ajeng berganti kepada Refan


"Kan buat kejutan jeng"jawab Refan santai


"Kan bisa ngasih aku kode apa gitu"ucap Ajeng merajuk


"Hehehe maaf little girl kakak sengaja bicara sama Refan biar gak ngasih tau kamu atau ngode-ngode ke kamu"jelas Regan terkekeh dengan sifat Ajeng yang sedang merajuk batinnya sangat manis


"Kak Regan mah gitu,gak mau tau pokoknya malem nanti traktir aku"ucap Ajeng


"Siap little girl,nanti malam kak jemput ya"ucap Regan dengan senyumnya


"Yaudah sekarang aku mau lanjut kerja dulu jeng,kamu pulang ya biar dianter Regan"ucap Refan


"Kan ada supir,kenapa harus sama kak Regan?"tanya Ajeng kepo


"Supirnya udah aku suruh pulang,lagian Regan juga mau ketemu bunda"jelas Refan


"Oke kalo gitu"ucap ajeng

__ADS_1


"Yaudah yuk kita pulang sekarang"ucap Regan lalu pergi bersama ajeng meninggalkan hotel untuk pulang kerumah Ajeng


Vomentmu penyemangatku😚


__ADS_2