SEPERTIGA MALAM

SEPERTIGA MALAM
THE START OF A PROBLEM


__ADS_3

...-HAPPY READING-...


...Jalan keluar terbaik selalu melalui masalah. -Robert frost...


Hari ini, Nayla mendapatkan dua kabar. Kabar baik, dan kabar sedikit buruk. Kabar baiknya ... Sang bunda sudah sehat kembali, Zara sudah memulai aktivitas nya seperti biasa, dan dikarenakan sudah sembuh, jangka beberapa hari kedepan, kedua orang tua Nayla dan Nayra sudah berada di luar kota, karena atas kecerobohan Abyan yang membatalkan meeting kemarin.


Dan kabar sedikit buruk nya adalah, Nayla yang mendapat telefon dari salah satu waters nya di caffe, bahwa salah satu pengunjung caffe keracunan.


Perkataan 'sedikit buruk yang disampaikan oleh Meisya. Jelas menimbulkan panik di kepala nayla. Namun, tak ayal dirinya pun ikut dibuat gelisah, bagaimana dengan keadaan pengunjung nya itu?


"Mbak Nayla, kita ikut juga boleh?"


Nayla dan Nayra sudah siap akan berangkat ke rumah sakit, Nayra sudah lebih dahulu pergi untuk memanaskan mobil nya. Tinggal lah Nayla disini.


"Boleh, untuk sementara caffe tutup dulu ya?"


Meisya, mbak Nita, cello, dan Ray. Merasa kasihan akan kondisi sekarang. Namun, mereka juga dibuat risau, apalagi cello dan Meisya yang bertugas di dapur. Tapi untuk sekarang mereka hanya bisa mengangguk kecil seraya tersenyum.


"Tenang aja, aku pasti bakalan percaya sama kalian."


Nayla membalas dengan senyum kecil dan anggukan kecil.


...•••...


Tidak seperti biasa, jadwal Shaka yang sudah tersusun rapi, dibuat sedikit bergeser hari ini. Tepat pukul 21.00, setelah selesai di masjid, dirinya langsung menuju ke caffe gemini's.


Namun, diluar ekspektasi. Caffe nya tutup, mungkin tutup awal? Atau memang tidak buka, hari ini? Shaka ikutan berpikir.


Dirinya sudah jatuh sejatuh-jatuhnya terhadap caffe gemini's ini. Sudah tidak bisa dipungkiri lagi, susah memang mencari tempat minum kopi yang sepi.


Rata-rata caffe diluar, sudah dipadati oleh pemuda yang sedang berpacaran. Maka dari itu, Shaka sangat tidak bisa nongkrong disana.


"Loh? Mas nya."


Shaka dibuat sedikit terkejut akan kehadiran seorang pemuda yang ... Ia kenali, Ray. Dengan pakaian casual nya, tak seperti biasanya yang memakai Appron.


Sebelum itu, Shaka tersenyum manis. "Assalamualaikum, Ray."


"Oh, ya Allah ... Wa'alaikumussalam."


"Mas ... Shaka ya?" Tunding Ray menunjuk Shaka.


Shaka mengangguk kecil.


"Hari ini, ngak buka mas." Tanpa menyuruh untuk bercerita, Ray terlebih dahulu sudah nyaman berbicara, dirinya sudah mengenali Shaka kok, sudah sangat tidak asing lagi bagi ray.


"Tadi ada mahasiswi yang keracunan, tapi waktu saya antar pesanannya kemeja dia. Anehnya, disana ada Aqua botol, padahal dia ngak mesen loh."


"Mungkin dia yang bawa?"


"Nah! Itu, padahal saya udah mau su'udzon loh mas. Tadi juga saya sempet nunjuk nunjuk ke arah mahasiswi itu buat ngaku! Kalau keracunan dia itu pasti sebab botol Aqua itu, ngak mungkin dari makanan nya."


"Tapi, tenang aja ... Mbak Nayla sama mbak Nayra tadi juga urus semuanya, dan Alhamdulillah ngak sampe dibawa kepihak hukum."


Alhamdulillah...


Shaka mendengar dengan seksama, benar! Sudah terbilang lama dirinya berada di caffe gemini's ini tapi tak pernah ada kejadian seperti itu. Bahkan, setau nya caffe ini sudah dibangun sejak kedua bos caffe ini baru menjadi 'maba.


"Saya pamit duluan ya mas, tadi ada ketinggalan di dalam. Makanya saya balik buat ngambil, kakak saya udah nungguin soalnya."


Shaka kembali tersenyum kecil dan mengangguk. "Saya juga mau pamit, assalamualaikum."

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam."


Mereka berpisah, Shaka dengan mobil nya. Dan Ray memasuki mobil bernama 'pajero sport nya warna hitam, ada sang kakak yang sedang menunggu.


"Aman kan?"


"Aman kok, kak."


...•••...


Sedari pulang dari rumah sakit tadi, Nayla lebih banyak diam. Dan Nayra tau itu, sang kakak sedang beroverything tinggi. Siapa yang tidak cemas saat salah satu pengunjung keracunan, Nayra pun ikutan sangat cemas dibuatnya.


Tapi, justru itu tadi sebelum mereka ke rumah sakit. Tapi, setelah melihat sikorban yang keracunan, mereka bernafas lega. Tidak ada yang berlebihan, mahasiswi itu hanya keracunan biasa, tak ada yang parah.


"Udah lah, Nay ... Ngak usah overy thingking."


Nayla hanya melirik dan mengangguk sekilas, lalu mengarahkan kepalanya untuk melihat luar. Hujan gerimis, mungkin hujan tau, dan mungkin hujan sedang memberi kehangatan bagi dirinya, untuk sekarang.


Dalam hati dan pikiran Nayla sedang bertengkar, hati Nayla mengatakan supaya tidak terpikirkan. Tapi pikiran ... Yaa kalau sudah dipikirkan pasti sudah terpikiran.


Memang benar, hidup Nayla sedari dulu berjalan mulus. Walau dulu juga sempet dibuat cemas akan perusahaan Abyan yang nyaris bangkrut. Namun, dengan cepat teratasi oleh Abyan.


Tapi berbeda dengan sekarang, ini caffe Nayla dan Nayra yang keduanya bangun. Dari nol pengunjung, menjadi lebih banyak pengunjung. Dari minuman dan makanan yang disajikan itu-itu saja, kini sudah lebih dari itu itu saja.


...•••...


Pertama ku memandang nya~


Tak ada rasa di dalam jiwa~


Semua terasa seperti biasa~


Tak ada rasa cinta~


Mengapa ku semakin merindu~


Ini kah rasa pada dirinya~


yak tak bisa ku sentuh~


Di dalam setiap hari ku~


Diwaktu sepertiga malam~


Bersujud berdoa padanya~


Memohon petunjuknya~


Wahai sang pemilik hati~


Dengarkan lah rinduku ini~


Jika dia lah yang terbaik~


Dekat kan kami ... Ya rabbi~


Lagu -SEPERTIGA MALAM_QUTBUS SHAKA_


COVER_WHISKARMI_AL_ASHRAF_AL-NIL_ANTHAF


dan sebagainya... Mengalun di dalam kamar kos tempat tinggal shaka, diri nya sedang menyetrika beberapa pakaian. Yah siapa lagi yang akan menyetrika, kalau bukan dirinya.

__ADS_1


Tinggal sendiri, harus apa-apa sendiri. Tapi untuk mencuci pakaian, Shaka akan menloundry. Sebab tidak ada tempat untuk menjemur.


Tapi jangan tanyakan isi pikiran Shaka sekarang, pikiran nya sedang kemana-mana, sedang berpikir tentang nasib caffe gemini's. Bisa saja dirinya pergi ke caffe lain, tapi sekarang bukan tentang itu.


Sekarang, bagaimana nasib kedua bos di caffe itu. Tidak, sepertinya bos yang lebih mencolok disana adalah Nayla. Sangat sering dirinya bertemu dengan Nayla di caffe, namun tidak dengan Nayra.


Nayla? Yah, sepertinya nama itu sudah menguasai isi pikiran Shaka sekarang. Tanpa bisa dicegah, Padahal pertemuan mereka pun bisa dihitung dengan jari kaki. Tidak, sepertinya jari tangan pun boleh.


Menurut Shaka, Nayla sosok pribadi yang lebih dewasa, sudah tidak menye-menye terhadap cinta. Ah tapi, Menurut pengakuan uztad fajar kala itu, Nayla tidak pernah pacaran, maknanya dia belum pernah jatuh cinta.


-Waktu pun terus berlalu~


Mengapa ku semakin merindu~


Ini kah rasa pada dirinya~


Yang tak bisa ku sentuh~


Lirik lagu sepertiga malam itu kembali terdengar, pas sekali ya? Fikir Shaka. Dirinya bahkan belum merasakan apa-apa, tapi kenapa sudah merindu? Apa ... Ini kah rasa pada dirinya, yang tak bisa ku sentuh?


HAHA


Shaka ingin tertawa dalam hati, tapi kenapa tidak bisa. Sepertinya hati ini sudah penuh, sudah di isi oleh—


Astaghfirullah hal adzim...


...•••...


Ayah dan bunda belum mengetahui permasalahan ini, biarlah keduanya yang pusing terlebih dahulu. Pekerjaan yang sedang diatasi diluar kota itu pun memakan waktu selama satu Minggu, dan semoga caffe akan aman selama jangka itu.


Semoga.


Kini jam menunjukkan pukul 03.20, Nayla sengaja bangun. Diri nya ingin mengikuti arahan dari uztad Adi Hidayat, disalah satu cuplikan video YouTube nya.


Segera, setelah mematikan alarm yang berbunyi nyaring sedari tadi untuk mengusiknya. Lantas segera ia bangkit untuk mandi, mandi malam sangat bagus.


Lima menit di dalam kamar mandi, dan segera menunaikan ibadah 'sepertiga Malam'. Disepertiga malam ini, dirinya meminta petunjuk.


Yah, untung saja tadi bukan? Untung saja permasalahan ini tidak sampai kepihak hukum, untung saja sang orang tua yang sedang ikut mengurus masalah diluar kota, tidak ikut mengetahui.


Setelah melaksanakan dua rakaat shalat tahajjud, beralih bertadarus. Hingga sampai pada pukul dimana sudah bisa melaksanakan sholat subuh.


Yah, selama itu. Tapi entah bagaimana, Nayla merasa nyaman, tenang. Mungkin kedepan nya ia akan rajin untuk bangun tengah malam, disepertiga malam, untuk mengerjakan shalat tahajjud.


In sha Allah...


..."Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan menemukan jalan keluar baginya (dari setiap kesulitan) dan Dia akan memberikan baginya dari sumber yang tidak pernah dia bayangkan." Quran 65:2-3 6. "Kehidupan dunia ini hanyalah kenikmatan delusi." Quran 3:185...


...-TO BE CONTINUED-...


Part ini pendek😑


Capek loh gesss


Masa buru2, padahal ngak ada yang diburu


Masa kalean ngak mau buru aku


Tenang ajah, aku akan langsung buru2 kalau kamu buru🤟😘


Thankss

__ADS_1


^^^Aceh, 27 Mei 2023^^^


__ADS_2