
"Ahza? Be..berjanjilah! Kau akan selalu mencintaiku! Dikehidupan ini dan di kehidupan berikutnya" ucap Raffasya.
"A..aku tidak bi..bisa bersamamu di..kehidupan ini.... Aku berharap... A..aku bisa bersamamu dikehidupan berikutnya... Ahza a..aku mencintaimu!" Ucap Raffasya untuk yang terakhir kalinya dan Raffasya menghembuskan nafas terakhirnya dipelukan Ahza.
Raffasya kehilangan banyak darah dan oksigen karena benturan dikepalanya sangat keras yang membuatnya langsung kehilangan nyawanya.
"Tidaaaaaaaaakkkkkk!!!!!" Teriak Ahza memeluk Raffasya dengan erat.
Wiuuu wiuuu wiuuu!! Suara sirine ambulans datang disaat Raffasya sudah kehilangan nyawanya.
"Tuhan?? Kenapa? Kenapa kau mengambil orang yang sangat penting bagiku?? Kenapa?? Teriak Ahza.
Intan dan melati berusaha menenangkan Ahza memeluk Ahza saat jenazah Raffasya dibawa ke ambulans.
"Zaa ini takdir Lo hanya bisa menerimanya Lo ikhlas sin kak Raffa, kalau Lo sedih kak Raffa juga akan sedih" ucap intan.
"Iya zaa udahh tenangin diri ko jangan terlalu kayak gini, gue tahu ko kehilangan tapi Lo harus berusaha ikhlas" ucap melati.
__ADS_1
"Kenapa? Kenapa ini terjadi sama guee kenapa?" Ucap ahza terisak tangis dan bersandar diperlukan intan dan melati.
Ivan dan teman-temannya yang lain langsung menuju tempat kejadian dan mengantarkan Raffasya ke rumah sakit untuk di autopsi.
****
Rumah duka,
"Huhuhuhu, Raffa mama belum sempat melihat kamu sayang! Kenapa kamu ninggalin mama? Raffa bangun sayang" ucap ibunda Raffasya terisak tangis.
Ahza hanya bisa meneteskan air matanya dipelukan intan seluruh kerabat keluarga dan teman-temannya berdatangan untuk menenangkan Ahza dan keluarga yang berduka.
"Sayang? Ikhlaskan kepergian Raffasya, jika kau bersedih dia tidak akan tenang disana" ucap ibu Ahza sambil memeluk Ahza.
"Maa kenapa harus seperti ini" ucap Ahza menangis.
"Sabar sayang!" Ucap ibu Ahza.
__ADS_1
Seluruh teman-teman Raffasya kehilangan sosok teman dan ketua yang sangat disiplin dan pekerja kerasa untuk nama baik sekolah mereka kehilangan sosok pahlawan yang sangat baik di sekolah mereka.
Para guru yang berdatangan turut berduka cita dan merangkul Ahza atas apa yang Ahza alami dan kehilangan sosok Raffasya. Laki-laki pelindung bagi Ahza.
Pemakaman umum,
Raffasya dimakamkan di samping makam adiknya yang dulu meninggal karena penyakit kanker hati.
Adik Raffasya meninggal 2 tahun seebelum Raffasya meninggal. Keluarga Raffasya kehilang putra yang sangat dicintainya. Ibunda Raffasya sangat terpukul telah kehilang 2 buah hatinya dalam jangka waktu yang berdekatan.
Hanya ada tangisan dan jeritan hati yang tidak bisa diungkapkan dan tidak bisa dipendam terlalu lama.
Tidak mengungkapkan semua tangisan dan jeritan itu membuat seluruh hati dan jiwa sangat mati rasa dan semakin dipendam semakin sakit untk melihat jenazah Raffasya dimasukkan ke dalam kubur.
Ahza hanya terdiam dan tidak sanggup mengucapkan apapun. Melihat kekasihnya meninggal dalam pelukkannya dan melihat jenazah kekasihnya dikuburkan hanya air matanya yang menjadi saksi bisu untuk mewakili seluruh isi hatinya.
Hanya ucapan selamat tinggal dan sampai bertemu dikehidupan berikutnya yang dapat diartikan oleh air mata semua orang dan teman-teman Raffasya termasuk Ahza.
__ADS_1
Ahza hanya bisa melihat dan menyaksikan kekasih yang sangat dia cintai harus meninggalkannya untuk selama-lamanya.
****