
Kringg kring!!
📱:" Hallo!"
☎️:" Hallo dokter pasien Raffa Allo sekarang membutuhkanmu" ucap seorang suster.
📱:" Baik saya akan segera kesana" ucap Ahza.
Tut Tut Tut!!!
"Gue balik ke rumah sakit dulu ya" ucap Ahza.
"Bukannya udah jam pulang" ucap intan.
"Raffa butuh gue" ucap Ahza terburu-buru.
"Za, Lo nggak lagi keinget Raffasya kan?" Tanya melati.
Ahza tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh melati.
"Tidak!" Ucap Ahza singkat kemudian berjalan cepat.
"Hati-hati" ucap intan.
"Oke" teriak Ahza yang berjalan cepat.
****
Rumah sakit kota,
Tap tap tap, Ahza mempercepat langkah kakinya menuju kamar Raffa Allo.
Brak!! Ahza membuka pintu dengan keras.
"Raffa kamu kenapa? Huhuhu!!" Ucap Dona.
"Biar saya periksa" ucap Ahza memakai stetoskop.
"Ini.... Denyut nadinya normal dan tidak ada yang salah" ucap Ahza bingung.
"Kejutan!!!!" Ucap Raffa Tiba-tiba terbangun dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
"Raffa!!!" Ucap ahza sedikit mengerutkan dahinya.
"Apa kau pikir ini lelucon?" Tanya Ahza.
Raffa terdiam dan menatap Ahza yang sedang memarahinya dengan wajah yang begitu memerah karena panik dan keringat yang begitu banyak membasahi seluruh wajahnya.
"Apa kau khawatir?" Tanya Raffa santai.
"Raffa, kauu mengapa melakukan ini kau tahu? Berapa khawatirnya mami sama papi" ucap Dona marah.
"Raffa kali ini kamu keterlaluan sekali, bahkan kau membuat dokter Ahza kembali ke rumah sakit disaat sudah jam pulang kerja" ucap Bram.
"Apa aku salah? Tidak ada yang menungguku disini saat aku terbangun dan hanya ada dia (menunjuk kearah suster) yang ada disini" ucap Raffa sedikit kesal.
"Raffa maafkan mami ya tadi mami lagi ke bawah beli bubur untuk kamu" ucap Dona mengelus rambut Raffa.
(Hmm, apa dia semanja ini?) Ucap ahza dalam hati.
"Baiklah, berhubung kau baik-baik saja jangan lupa minum obatmu dan istirahat yang cukup besok aku akan memeriksa mu lagi" ucap Ahza.
"Hmm" ucap Raffa mengalihkan pandangannya.
"Hm... Dokter, maafkan Raffa yang berbuat seperti anak kecil" ucap Bram.
"Iya dok terimakasih" ucap Bram.
****
Raffa Allo pov,
Benar-benar hal yang aneh. Mengapa aku merasa bahwa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tapi aku kan baru pertamakali ke negara ini. Tapi kenapa rasanya aku sudah mengenalnya begitu lama, dan namanya itu seperti tidak asing bagiku. Saat melihatnya aku merasa kepalaku diingatkan oleh bayangan hitam. Apa ini?? Ini.. ya Tuhan Raffa kau terlalu banyak berfikir.
Ahza Rumainsa, nama yang bagus sangat bagus. Pertama kali melihatnya terasa sangat tidak asing, saat dia menyentuhku ada rasa yang begitu hangat dan nyaman ditangannya. Mata yang indah rambut coklat yang bergelombang menjulang panjang ke pinggangnya. Kulit yang putih dan wajah yang cantik. Aneh, aneh sekali begitu melihatnya aku merasa pernah bertemu dengannya.
Siapa dia? Mengapa hatiku terasa sakit saat dibayangi oleh bayang-bayang yang selalu datang ketika aku melihatnya. Wajah itu, mata itu, bibir itu... Aku pernah melihatnya? Tapi dimana? Arghh!! Kepalaku semakin sakit dengan pertanyaan yang ntah ada jawabannya atau tidak.
****
Keesokan harinya,
Tok tok tok!!
__ADS_1
Kreekkk!!
"Raffa??" Panggil seorang wanita yang berjalan mendekatiku.
Hei hei hei, ada gadis yang berjalan kearah ku apa dia Ahza atau sari si asisten Ahza itu?
"Mau berpura-pura tidur sampai kapan?"
"Kau? Apa? Kenapa kemari?" Tanyaku ketus.
"Aku dokter dan kau pasien kalau aku tidak disini lalu dimana?" Tanya Ahza dengan melipat tangannya.
"Disini banyak pasien dan kau bisa memeriksa mereka" ucapku.
"Hmm, pria yang gampang marah. Bagaimana bisa aku memeriksa pria lain" ucap Ahza dengan memandangku dan duduk di sebuah kursi disamping tempat tidurku.
"Apa? Mengapa kau menatapku seperti itu?" Tanyaku heran.
Ya Tuhan semakin dia menatapku semakin ada rasa sakit yang menyengat sebenarnya ada apa ini.
"Hei hei heii, hentikan tatapanmu itu. Meskipun aku sedang sakit aku tidak bisa menahan godaan seperti itu" ucapku dengan wajah memerah dan memalingkan wajahku.
"Wajahmu memerah, apa kau demam?" Ucap ahza memegang keningku.
"Hei hei aku baik-baik saja" ucapku memegang tangannya.
Ceklek,
Dona dan Bram membuka pintu.
"Dokter" sapa Dona.
"Nyonya" sapa Ahza balik.
"Apa Raffa sakit lagi?" Tanya Dona.
"Dia baik-baik saja hanya aku menjenguknya sebentar"ucap ahza.
"Terimakasih, dokter begitu perhatian pada putraku" ucap Dona.
"Aku permisi dulu jika ada sesuatu katakan saja" ucap Ahza.
__ADS_1
"Baik dokter, sampai jumpa" ucap Dona.
Raffa melirik kearah Ahza yang berjalan keluar kamarnya. Hingga Pitu tertutup pun Raffa masih melihat kearah pintu. Ada rasa yang mencubit hatinya.