Setangkai Mawar Hitam

Setangkai Mawar Hitam
#raffasya dan putra berbaikan


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin Raffasya belum masuk sekolah. karena sering kali mengeluh sakit di bagian kepala. Setelah pulang dan mengganti pakaian sekolah Ahza bergegas kerumah Raffasya untuk membawa Raffasya berjalan-jalan agar suasana hatinya membaik dan tidak terlalu memikirkan bnyak hal.


Hari berganti hari Raffasya mulai membaik dan sehat. Bahkan Raffasya juga mencari tahu seba dia tertimpa rak buku dan siapa yang berniat mencelakainya.


Hingga dia bertemu dengan Putra disebuah taman kota saat Raffasya berjalan-jalan dengan Ahza.


"Putra?" Panggil Raffasya.


"Raffa? Lo udah baik-baik aja?" Tanya putra yang terlihat senang.


"Syukur gue udah baik-baik aja" ucap Raffasya.


"Syukur deh kalau gitu" ucap putra.

__ADS_1


"Makasih ya" ucap Raffasya merasa bersalah.


"Makasih buat apa?" Tanya putra heran.


"Makasih udah mau bantuin gue pas gue ketiban rak buku gue nggak tahu kalau nggak ada tim Lo diruang ganti mungkin gue udah berhadapan dengan Tuhan" ucap Raffasya.


"Nggak usah berlebihan gitu, kita teman baik meskipun Lo benci gue Lo tetep temen gue" ucap putra menepuk bahu Raffasya.


"Kita baikan aja, gue dan Lo temenan lagi sahabatan lagi. Gue yakin Lo bakal jadi temen yang baik gue nya aja yang salah milih cewe kayak Bunga" ucap Raffasya.


"Iyaa deh" senyuman Raffasya mengembang lebar dengan berpelukan dengan putra.


"Oh iya kenalin pacar gue, Ahza" ucap Raffasya.

__ADS_1


"Hallo! Maaf waktu itu udah nyalain kamu" ucap Ahza.


"Bukan masalah besar juga!" Ucap putra tersenyum.


"Gimana kalau kita duduk disana aja" ucap putra.


"Oke deh"


Mereka berjalan ke arah bangku panjang yang terletak di dekat air mancur ditengah taman. pemandangan yang indah pepohonan yang rindang dan rumput yang begitu hijau sangat indah ditambah dengan adanya air mancur dengan air yang sangat jernih dan dibawah ada kolam kecil yang airnya sangat biru.


Mereka berbincang dan bercanda bersama meskipun Sampai lupa waktu bahwa sudah sangat sore.


Pertemanan Raffasya dan putra yang sudah terjalin begitu lama dan sempat hancur kini kembali lagi dengan utuh dan bertambahnya kebahagiaan yang sangat bahagia.

__ADS_1


Melihat putra dan Raffasya begitu bahagia, pemikiran Ahza yang mengira bahwa putra yang mencelakai Raffasya, Sepertinya itu tidak mungkin.


****


__ADS_2