Setangkai Mawar Hitam

Setangkai Mawar Hitam
#Episode 15


__ADS_3

3 hari kemudian, Raffa Allo sudah diperbolehkan untuk kembali kerumahnya. 3 hari terakhir Raffa dirumah sakit Ahza selalu menjenguknya dan memeriksa kondisinya dengan baik. Ahza meninggalkan jejak dihati Raffa dan begitupun sebaliknya. Raffa merasa Ahza sangat baik dan cantik.


Perempuan kedua yang perhatian padanya setelah Dona dan Bram. Ya memang benar Raffa Allo anak satu-satunya dari keluarga Allo orang terkaya yang memiliki saham yang cukup besar dan berpengaruh di kota I.


Jika Raffa menginginkan wanita, dia hanya perlu mengaitkan kelingkingnya dan akan ada banyak wanita cantik yang ingin mendekatinya.


Dona dan Bram selalu memanjakan Raffa sejak kecil karena Raffa putra satu-satunya dari keluarga Allo dan ahli waris dari semua saham yang dimiliki Bram Allo.


Tetapi Raffa tidak terlalu menyukai sikap orang tuanya yang selalu memanjakannya. Raffa selalu berusaha mandiri dan berusaha menjadi anak laki-laki yang bisa melakukan segala hal tanpa harus ada pengawal yang mengikutinya.


Setelah pulang dari rumah sakit dan setelah seminggu dikota I Raffa dan keluarganya pergi ke Paris untuk menyelesaikan bisnisnya. Untuk beberapa bulan kedepan untuk waktu yang agak lama Raffa dan keluarganya menetap di Paris hingga semua selesai.


Kediaman Allo,


"Raffa?" Panggil Dona dari luar hotel.


"Hmm" ucap Raffa yang masih terlihat mengantuk.


"Ayo cepat bersiap kita harus pergi ke bandara" ucap Dona.


"Ya ya ya, 10 menit lagi aku akan turun mami bersiaplah" ucap Raffa yang masih berguling-guling dikasur.


"Baiklah 10 menit lagi mami akan datang dan kau sudah harus bersiap" ucap Dona dari luar kamar.


"Ya ya" balas Raffa yang menyibak selimutnya.


Tap tap tap, langkah kaki Dona terdengar menuruni tangga dan suaranya semakin menghilang. Raffa menghela nafas panjang hari yang ditunggu akhirnya tiba. Harus meninggalkan kota I dan meninggalkan Ahza. Eh kenapa Ahza? Apa aku sudah mencintainya? (Ucap Raffa dalam hati).


Berkali-kali Raffa mengusap wajahnya yang tersenyum saat mengingat nama Ahza dan mengingat wajahnya, Dan beberapa kali Raffa merasakan sakit dikepalanya.


Setelah selesai bersiap-siap dan mengemasi barang-barangnya Raffa mengambil kamera kecil yang selalu dibawanya kemanapun dia pergi. Bahkan paska dirumah sakit pun dia diam-diam selalu memotret dan mengambil foto-foto Ahza saat sedang merawatnya tanpa sepengetahuan Ahza.


Raffa melihat semua foto Ahza yang dia ambil diam-diam tanpa sepengetahuan Ahza. Arghh!! Kepala Raffa terasa ngilu dan bayangan hitam muncul berkali-kali saat dia memejamkan matanya. Bayangan yang selalu muncul saat dia melihat wajah Ahza membuatnya semakin penasaran mengapa wajah Ahza bisa menimbulkan sesuatu yang misterius dalam ingatannya.


Tok tok tok!!!!

__ADS_1


"Raffa cepatlah sejam lagi kita akan terbang" teriakan Dona memecahkan keheningan Raffa.


"A..aku datang" ucap Raffa melongo dengan apa yang baru saja dia alami.


"Ya ya, cepatlah mami dan papi menunggumu di mobil" ucap Dona.


"Yaa" ucap Raffa masih tertegun dengan apa yang terlintas dimatanya.


Dengan cepat Raffa mengambil tas sampingnya dan menuruni tangga dengan cepat. Brakk!! Raffa menutup pintu mobil dengan keras membuat Dona Bram dan sopir terkaget dengan hal itu.


"Raffa? Kau kenapa?" Tanya Bram.


"Aku baik-baik saja, ayo kita berangkat" ucap Raffa.


"Baiklah" ucap Dona.


Mobil menuju kebandara kota I sepanjang jalan Raffa masih memikirkan semua yang ada dalam ingatannya. Ada banyak pertanyaan dalam pikiran Raffa.


Namun satu pertanyaan pun Raffa tidak bisa menemukan jawabanya. Hanya ada kata: siapa Ahza? Mengapa dia bisa membuatku memikirkan semua itu, dan mengapa ada banyak dan banyak sekali ingatan yang membayangiku?


Bandara kota I,


"Ahza aku akan merindukanmu" ucap Raffa dalam hati dan memejamkan matanya.


Rumah sakit kota,


Degg, hati Ahza terasa bergetar dan terasa sangat menusuk. Seperti ada angin yang berbisik di telinganya. Berbisik dengan sangat lembut.


"Dok?" Panggil sari dengan menatap wajah Ahza yang memerah dan berkeringat.


"Aku baik-baik saja, dokumen apa yang ahrus aku tanda tangani" tanya Ahza terlihat agak bingung.


"Dokter sepertinya kelelahan istirahatlah dulu aku akan memanggil dokter Ilham untuk menangani pasien" ucap sari.


"Iya aku akan istirahat sebentar" ucap Ahza beranjak dan menuju sofa.

__ADS_1


"Sari, nanti antarkan sedikit jus jambu" ucap Ahza.


"Baik dok" ucap sari keluar ruangan.


Siapa Ilham? Ilham adalah dokter muda yang sangat tampan dan sangat pintar dalam bidang kesehatan. Ilham juga dokter yang dikagumi oleh seluruh pegawai rumah sakit. Selalu dikerumuni suster cantik dan selalu mendapat perhatian lebih dari para dokter wanita muda.


Ilham termasuk dokter senior satu tingkat diatas Ahza. Ilham juga sangat perhatian pada Ahza hingga seluruh suster dan dokter lain dirumah sakit sangat iri pada Ahza.


Tok tok tok!!


"Masuk" ucap Ahza dengan bersandar dikursi putarnya.


"Ahza" ucap Ilham masuk keruangan Ahza dengan membawa sepiring roti dan selai dengan jus jambu penambah darah.


"Eh dokter Ilham" ucap Ahza kaget setelah berbalik dan melihat Ilham.


"Aku dengar dari sari katanya kau kurang sehat jadi aku bawakan ini" ucap Ilham tersenyum.


"Iya ya.. terimakasih dok.. silahkan duduk dulu" ucap Ahza mempersilahkan Ilham duduk.


"Terimakasih" ucap Ilham.


"Itu.. dokter tau darimana jika aku membutuhkan jus jambu" tanya Ahza.


"Aku melihat sari didapur sedang membuat jus jambu dan aku bertanya padanya" jelas Ilham.


"Ohh begitu" ucap Ahza.


Tok tok tok!


"Permisi dok ada pasien yang membutuhkan dokter Ilham" ucap suster.


"Baik" ucap Ilham beranjak dari tempat duduknya.


Ilham selalu memasang wajah ceria terhadap semua orang memiliki sikap yang sangat ramah tamah kepada semua pasien dan selalu menyemangati sesama dokter maupun pasiennya.

__ADS_1


Setelah Ilham keluar ruangan Ahza, Ahza kembali berbaring disofa setelah meminum jus jambu yang dibawakan Ilham.


Dalam lamunannya Ahza memikirkan wajah Raffa yang terlalu mirip dengan Raffasya. Jika saja Raffasya masih hidup mungkin akan sulit untuk membedakan Raffa dan Raffasya.


__ADS_2