Setangkai Mawar Hitam

Setangkai Mawar Hitam
#aku tidak melakukan apapun


__ADS_3

Beberapa menit kemudian,


Seluruh teman-teman Raffasya dan tim futsal Raffasya datang ke UKS setelah mengetahui dari siswa yang membantu membawa Raffasya ke UKS. Termasuk gadis yang baru saja aku temui. Aku belum mengetahui siapa namanya.


"Raffa? Raffa? Buka mata kamu lihat aku kamu kenapa? Apa yang terjadi? Raffa aku mohon bangun buka mata kamu" ucap gadis itu sambil menangis.


"Kamu? Kamu yang melakukan ini kan?" Tuduhan gadis itu dan menunjuk ke arahku. Mungkin dia berfikir aku yang melakukan ini pada Raffa.


Meskipun Raffa membenciku aku tidak akan sejahat ini untuk melukai dia.


"Aku? Aku tidak melakukan apapun terhadap Raffa" ucapku.


"Kalau sampai Raffa kenapa-kenapa kamu harus tanggung jawab" ucap gadis itu.


Aku bahkan tidak tahu persis seperti apa kejadiannya. Kenapa malah aku yang disalahkan. Siapa yang ingin melukai Raffasya.


#pertandingan akan dimulai 10 menit lagi seluruh peserta harap bersiap-siap. Pertandingan pertama akan dibuka oleh Perwakilan dari SMA bumi Pertiwi VS SMA negeri jaya. Seluruh perwakilan sekolah harap bersiap-siap# suara MC acara perlombaan.


Aku bergegas keluar UKS dan menuju ke tim ku. Berhubungan sudah ada yang menemani Raffasya aku bisa ikut bertanding.

__ADS_1


"Putra gimana? Udah sadar?" Tanya Deva panik.


"Belum tapi udah ada cewe nya yang nemenin" ucapku.


"Bagus deh, ini kamu yang makek" ucap Deva sambil memberikan headband.


"Okeh semuanya bersiap udah atur strategi?" Tanyaku.


"Udah" ucap Deva.


"Oke, sekarang kita pemanasan aja dulu 5 menit lagi akan dimulai" ucapku.


#perwakilan dari SMA bumi Pertiwi dan perwakilan dari SMA negeri jaya. Silahkan seluruh peserta perlombaan memasuki lapangan perlombaan#


"Go go go, semua udah siap kan?" Tanyaku.


"Siap!" Ucap timku kompak.


Saat keluar dari ruang ganti gadis itu (pacar Raffa) melihatku dengan tatapan yang sangat membunuh.

__ADS_1


Apa salahku mengapa dia melihatku dengan tatapan yang begitu membunuh. Raffa cepatlah sadar dan katakan bukan aku yang melukaimu.


Aku terus berjalan menuju lapangan perlombaan bersama dengan timku.


Selama pertandingan otakku hanya dipenuhi dengan keadaan Raffasya. Apakah dia sudah sadar atau belum. Bagaimana dia bisa mengikuti perlombaan.


Meskipun pikiranku kacau aku harus bisa memenangkan pertandingan kali ini.


#pertandingan selesai#


Tanpa berfikir panjang aku segera ke UKS. Mengintip dari pintu yang sedikit terbuka. Melihat gadis itu menyuapi Raffasya dengan lembut. Aku tidak masuk ke dalam dan hanya melihat dari luar. Dengan botol air mineral yang ada di tanganku aku meminumnya dan merasa sangat lega melihat Raffasya telah sadar.


Aku berbalik dan kembali ke tim ku.


Raffasya cepatlah sembuh dan cepatlah berbaikan denganku. Senyumku mengembang saat Raffasya melihatku aku langsung berbalik dan pergi.


Cepat sembuh ok! Ucapku menggunakan bahasa isyarat.


Bahasa yang dulu pernah kami pelajari bersama! Raffa semoga kau tidak akan membenciku lagi.

__ADS_1


****


__ADS_2