Setangkai Mawar Hitam

Setangkai Mawar Hitam
#Episode 17


__ADS_3

Keesokan harinya,


Alarm jam Beker milik Raffa berdering mengiringi kicauan burung Dipagi hari yang cerah.


Tap tap tap,langkah kaki Raffa menuruni tangga dan melihat kedua orang tuanya sarapan pagi dimeja makan.


"Pagi sayang" ucap Dona dengan mengambilkan roti sandwich kepada Bram.


"Pagi mih, pih" ucap Raffa menarik kursi dan duduk disamping Bram.


"Lesu gitu, kenapa?" Tanya Bram menguyah sandwich.


"Aku? Aku baik-baik saja" ucap Raffa mengambil roti dan selai.


"Hari ini papi ada konfers pers kamu sebaiknya dirumah dulu besok baru kamu ke kantor" ucap Bram.


"Papi, Raffa tu masih kurang sehat kok malah disuruh ikut ke kantor sih" ucap Dona.


"Kan papi bilang besok" ucap Bram lembut.


"Sama aja papi" ucap Dona kesal.


"Mih, udahlah Raffa udah nggak apa-apa hari ini juga bisa ikut ke kantor kok" ucap Raffa.


"Nggak boleh!!" Ucap Dona tegas.


"Haihh ya sudahlah ikuti kata mamih" ucap Raffa.


"Nah gitu" ucap Dona mencium Raffa.


Bram hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat melihat Dona begitu khawatir pada putra semata wayangnya.


Pukul 07:00 pagi,

__ADS_1


Bram bersiap-siap untuk pergi kantor, setelah Bram pergi seperti biasa Raffa ketaman belakang untuk berolahraga merenggangkan seluruh ototnya. Dona menyiapkan jus dan obat yang harus Raffa minum dan menemani Raffa berolahraga hingga selesai.


Dona merasakan bahwa putranya itu memiliki pikiran yang berat dan hati yang kurang tenang.


"Raffa?" Panggil Dona.


"Hmm?" Raffa berbalik dan melihat Dona.


"Kenapa mih?" Sambung Raffa berjalan kearah Dona.


"Kemarilah, mamih mau tanya sesuatu" ucap Dona.


Raffa duduk disamping Dona dan meminum susu yang dibawakan Dona.


"Raffa, mamih merasakan kalau kamu memikirkan sesuatu yang berat. Ada apa?" Tanya Dona.


"Aku nggak apa-apa kok mih" ucap Raffa pelan.


"Hmm, mih menurut mamih Ahza tu gimana sih" tanya Raffa.


Dona terkejut saat mendengar Raffa bertanya tentang Ahza.


"Maksud kamu dokter Ahza?" Tanya Dona.


"Ya siapa lagi kalau bukan dia mih" ucap Raffa.


"Mamih sih nggak tahu pasti karena kan baru kenal juga paska kamu operasi waktu itu, ya menurut mamih sih dokter Ahza sih baik, lembut, perhatian dan cantik banget orangnya" ucap Dona.


"Kenapa? Kamu suka ya?" Sambung Dona melirik Raffa.


"Eng..enggak kok apaan sih mamih" ucap Raffa memalingkan wajahnya.


"Jujur aja sapa tahu mamih bisa bantuin kamu buat deketin dokter Ahza" ucap Dona.

__ADS_1


"Mamih juga ngerasa kalau Ahza itu suka sama kamu" ucap Dona.


"Ahh masa sih mih" ucap Raffa semangat.


"Kok kamu ajdi semangat gitu sih?" Tanya Dona ketawa kecil.


"Hmm itu cuman spontan aja mih" ucap Raffa


"Ya gimana ya, kalau dilihat dari mata Ahza seperti ada makna tersendiri buat kamu gitu" ucap Dona.


"Raffa rasa juga gitu sih mih" ucap Raffa pelan.


"Jadi? Gimana menurut kamu? Kamu nggak rela ninggalin kota I atau nggak mau jauh-jauh dari dokter Ahza?" Tanya Dona dengan ledekannya.


"Dua-duanya sih mih" ucap Raffa.


"Tuh kan mamih udah bisa tebak kalau kamu itu suka sama dokter Ahza, dan lagi bukan dua-duanya tapi karena di kota I ada Ahza coba kalau nggak ada pasti kamu fine fine aja kan?" Ledekan Dona diiringi ketawa kecilnya.


"Apa sih mamih nih kayak anak muda aja" ucap Raffa beranjak dan masuk ke dalam rumah.


"Hey heyy anak mamih udah mulai jatuh cinta" teriakan Dona.


"Ya ya terserah mamih aja" ucap Raffa melambaikan tangannya.


Beberapa menit kemudian Dona masuk dengan membawa kembali gelas susu dan meletakkannya di meja dapur. Dona menuju ruang TV dan menonton acara kesukaannya.


Dikamar Raffa masih memikirkan kenapa Dona bisa berfikir seperti itu, tapi yang dibilang Dona ada benarnya. Apa aku sudah jatuh cinta pada Ahza? Ucap Raffa dalam hati! Haihh sudahlah.


Siang harinya,


Raffa masih berguling-guling diatas kasurnya dan bingung harus berbuat apa dirumah. Rasanya ingin berjalan-jalan namun lebih menyenangkan dirumah dan memikirkan Ahza. Haihh hatiku semakin kacau jika terus memikirkannya, ucap Raffa dengan dirinya sendiri.


Raffa memutuskan untuk keluar dan pergi berjalan-jalan dengan 2 pengawal pribadinya. Mengelilingi kota dan mengunjungi semua restoran dan taman kota. Hingga sore hari.

__ADS_1


__ADS_2