
3 bulan kemudian, kini tiba saatnya perlombaan futsal yang diadakan di SMA taruna Bhakti dan mengundang SMA Pertiwi untuk mengikuti lomba futsal.
Raffasya dan timnya bergegas menuju SMA taruna Bhakti. Ahza dan yang lain menyusul untuk menjadi suporter. Dalam tahun-tahun lalu SMA Pertiwi selalu memenangkan perlombaan futsal. Raffasya yang menjadi kapten tim futsal memimpin seluruh timnya dan membuat strategi untuk memenangkan lomba kali ini.
"Kamu yang semangat ya aku dukung kamu selalu" ucap Ahza.
"Pasti aku akan semangat karena kamu selalu dukung aku lihat kamu aja tambah semangat apalgi disemangatin sama kamu" ucap Raffasya.
"Ehem ehem! Hargai dan puji yang jomblo" ucap Ivan.
"Duh jomblo karat makanya cari cewe" ucap Raffasya.
"Gila Lo tega bener bilang temen sendiri jomblo karat" ucap Ivan kesal.
"Kn waktu itu kak Ivan yang bilang" ucap melati.
"Masa iya?" Ucap Ivan sok lupa.
"Halah kak Ivan sok lupa lagi" ucap intan.
"Ahahaha, kena Lo Van" ledek Raffasya.
"Huftt susah susah" ucap Ivan menghela nafas panjang.
"Dah gue siap-siap dulu klo udah selesai pcran ke ruang ganti" ucap Ivan.
"Siap komandan" ucap Raffasya sambil hormat.
"Apaan sih" ucap Ivan berbalik menuju ruang ganti.
****
Sore hari setelah perlombaan selesai,
"Hufft capek banget deh" ucap Raffasya memutar kepalanya.
"Ahaha, sampai rumah langsung istirahat nanti kalau udah bangun tidur baru aku telfon kamu" ucap Ahza tertawa kecil.
"Oh iya aku intan sama melati mau ke toko buku dulu, mau beli buku" ucap Ahza ijin pada Raffasya.
"Mau beli buku apa" tanya Raffasya.
"Buku dongeng sih buat adiknya intan" ucap Ahza.
__ADS_1
"As-ta-ga" ucap Raffasya menepuk keningnya.
"Ehee boleh kan kamu pulang duluan aja sama kak Ivan aku masih mau nunggu intan sama melati" ucap Ahza.
"Ivan udah pulang duluan ya udah kamu hati-hati ya klo udah sampe rumah telfon aku" ucap Raffasya.
"Siap" ucap Ahza.
"Ya udah aku duluan ya"ucap Raffasya.
"Iya hati-hati" ucap Ahza melambaikan tangan.
Raffasya pergi melaju dengan mobilnya.sedangkan Ahza menunggu intan dan melati.
Setelah intan dan melati datang mereka bertiga bergegas ke toko buku di persimpangan dekat lampu merah.
Mereka menuju kesana dengan taksi online yang sudah dipesan Ahza.
****
Toko buku,
"Selamat datang di toko buku kami!" Ucap pelayan ditoko buku.
"Terimakasih" ucap Ahza.
Beberapa menit berlalu mereka telah mendapatkan buku dongeng untuk adik intan dan bergegas menyebrang jalan menuju halte bus.
Tiba-tiba mobil yang mirip dengan mobil Raffasya mengalami rem blong saat lampu merah dan menabrak mobil yang ada didepannya. Mobil itu terjungkal dan hampir meledak.
Kemudian seluruh orang berkerumunan untuk menolong pengemudinya.
Deg, perasaan Ahza berubah menjadi campur aduk tidak karuan.
"Eh za, itu kok kayak mobilnya kak Raffa ya" ucap intan.
"Perasaan kamu aja kali mobil kan banyak" ucap melati.
"Mobil apa sih?" Tanya Ahza.
"Itu mobil yang kecelakaan disana itu" ucap intan menunjuk ke arah mobil itu.
__ADS_1
Deg deg deg! Detak jantung Ahza mulai tidak karuan dan berdetak kencang. Ahza menolehkan wajahnya dan melihat mobil itu.
(Raffasya? Tidak mungkin!!) Ucap ahza dalam hati dan berlari ke kerumunan orang banyak itu.
"Permisi! Permisi!" Ucap ahza menerobos ke tengah-tengah.
"Misi! Misi!" Ucap intan dan melati yang ikut menerobos.
Seseorang membantu mengeluarkan pengemudinya dari bangku depan mobil dan ternyta itu Raffasya.
Ahza terkejut melihat itu semua dan langsung berteriak spontan memeluk Raffasya.
"Raffasya!" Teriak Ahza membuat banyak orang kaget.
"Ahza!" Ucap Raffasya lemah.
"Kenapa bisa jadi seperti ini?" Ucap ahza menangis.
"Bertahanlah kau akan baik-baik saja, intan tolong telfon ambulans" ucap Ahza panik.
"Baik" ucap intan.
Darah bercucuran dari kepala dan tangan Raffasya. Darah yang terus mengalir membuat Raffasya semakin melemah.
"Ahza, a..aku sangat mencintaimu!" Ucap Raffasya lemah.
"Pria bodoh jangan berbicara lagi dan runggu ambulans datang kau akan baik baik saja bertahan lah" ucap Ahza menangis.
"A..aku sudah tidak kuat lagi" ucap Raffasya.
"Kau kuat Raffa kau kuat!" Ucap ahza menangis.
"Ahza? Jika aku pergi sekarang jagalah dirimu baik-baik. Mungkin aku tidak bisa menjagamu lagi! Berhati-hatilah! Kau bisa mencari pria lain untuk menjagamu tapi ingat dia harus menjagamu dengan baik!" Ucap Raffasya melemah.
"Tidak! Tidak akan terjadi apapun, kau akna baik-baik saja percayalah padaku" ucap Ahza menangis tersedu-sedu.
"Ahza? A..aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi! Berjanjilah padaku kau akan mencari laki-laki yang bisa menjagamu! Ahza a..aku benar-benar mencintaimu!" Ucap Raffasya semakin melemah.
"Tidakk!!" Ucap ahza berteriak.
"Kita akan hidup bersama percayalah padaku kau akan baik-baik saja" ucap Ahza dipenuhi dengan darah yang bercucuran dari kepala Raffasya.
****
__ADS_1