
5 tahun kemudian,
Wisuda,
Ahza mengambil jurusan kedokteran, pada tahun pertama setelah Ahza lulus. Dan pada tahun keempat dia menjadi sarjana dan menjadi dokter disebuah rumah sakit kota yang dulu pernah menangani Raffasya.
"Selamat pagi dok!" Ucap beberapa suster rumah sakit.
"Pagi" ucap Ahza.
Tok tok tok!!
"Dok ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani"
"Baik"
"Permisi dok! Pasien dikamar 302 dalam keadaan kritis"
"Baik, siapkan ruang operasi segera dan minta tanda tangan pihak keluarga"
"Baik"
****
Hari-hari yang dilalui Ahza cukup baik meskipun Ahza masih sering teringat akan Raffasya yang dulu selalu bersama dan pernah memimpikan impian akan bekerja dan menjadi dokter dirumah sakit yang sama.
•••Falshback off•••
"Ahza suatu hari nanti kita akan menjadi suami istri dan memiliki banyak anak, aku dan kau dan keluarga kita akan selalu bersama"
__ADS_1
"Aku percaya akan hal itu suatu saat kita akan hidup bahagia" ucap Ahza.
"Setelah lulus aku akan mendaftar di universitas Gunadarma, aku akan mengambil jurusan kedokteran setelah kau lulus kau juga ahrus mengambil jurusan itu" ucap Raffasya.
"Dimanapun kau berada aku akan mengikutimu" ucap Ahza.
"Berjanjilah" ucap Raffasya.
"Ya aku janji!" Ucap ahza.
Mereka terlalu bahagia, terlalu mencintai dan terlalu takut untuk kehilangan satu sama lain.
•••Flashback on•••
Tok tok tok!
"Masuk!" ucap Ahza menghapus air matanya dan menutup album fotonya bersama Raffasya.
"Dok pasien yang baru masuk mengalami kecelakaan dan harus segara dioperasi. Kami sudah meminta tanda tangan pihak keluarga dan saya ingat hari ini dokter tidak ada jam untuk operasi" ucap suster panik.
"Baik dok" ucap suster keluar ruangan.
(Ahza kau seorang dokter jangan terlalu larut dalam kesedihan ini dan ayo kita mulai tugas sebagai dokter ini) ucap Ahza dalam hati.
Ruang operasi,
"Dok selamatkan anak saya dok dia putra saya satu-satunya bahkan dia belum menikah dok tolong!" Ucap ibu pasien.
"Saya akan berusaha, ibu tenang saja!" Ucap ahza.
3 jam kemudian,
Krekk! Pintu ruang operasi dibuka. Ahza pun keluar ruangan dengan wajah yang tegang dan pucat.
"Dok apa operasinya lancar?" Tanya ibu pasien.
__ADS_1
"Ya operasinya berjalan lancar hanya saja masih dalam keadaan dibius setelah beberapa jam akan kami pindahkan ke kamar rawat" ucap Ahza.
"Terimakasih dok"
"Jika ada suatu, katakan saja!" Ucap ahza.
"Baik dok"
"Saya permisi dulu"
Ahza berjalan menuju ruangannya dan mengingat kejadian yang baru saja dia alami. Operasi memang berjalan lancar hanya saja orang yang dia operasi adalah laki-laki yang sangat mirip dengan Raffasya.
"Apaa, itu tadi apa?" Ucap ahza pada diri sendiri dan memegang kepalanya.
"Raffasya itu tadi, kau mirip dengan laki-laki itu.. dia..." Ahza merasa kepalanya sangat pusing dan seluruh ruangan bergoyang.
Tok tok tok!!
"Dokter ini data dari..." Ucap sari asisten Ahza yang kaget melihat Ahza terlihat pucat.
"Dok? Dokter? Apa dokter sakit?" Tanya sari
"Aku.. aku baik-baik saja, ada apa?" Tanya Ahza.
"Dok ini dokumen yang harus anda tandatangani" ucap asistennya.
"Baik"
Sreet sreet!! Ahza menandatangi dokumen itu.
"Sari, coba kamu cek data dari pasien yang baru saja saya operasi" ucap ahza.
"Baik dok"
****
__ADS_1