Setangkai Mawar Hitam

Setangkai Mawar Hitam
#Episode 18


__ADS_3

Rumah sakit kota I,


Kringg kringg!!! Ponsel Ahza bergetar dan tertulis nama Ilham disana.


📱:"Hallo?"


📱:"Hallo, hmm dokter Ahza?"


📱:"Iya ada apa dok?" Ucap ahza.


📱:""Hmm pulang kerja nanti apa dokter Ahza ada waktu untuk makan malam?" Ucap Ilham.


📱:""Hmm aku sedang tidak sibuk sih, boleh juga" ucap Ahza.


📱:'"Kalau begitu kita bertemu didepan rumah sakit aku akan menjemputmu" ucap Ilham.


📱:""Ohh oke aku tunggu" ucap Ahza mematikan telfon.


Tut Tut tut!!!


Ahza masih teringat dengan Raffa Allo masih membandingkannya dengan wajah Raffasya. Mengapa ada orang yang begitu mirip dengan Raffasya? Tanya Ahza pada dirinya sendiri.


Tok tok tok!!


"Masuk" ucap Ahza.


"Haii!!!" Sapa intan dan melati.


"Heii kalau kok kesini?" Tanya Ahza.


"Kan sekarang jam istirahat kita kangen banget sama kamu karena kita tahu jam istirahat kamu cuman bentar jadi kita kesini bawain makanan buat kamu kita makan bareng" ucap intan.

__ADS_1


"Bener banget sejak saat itu kita belum ketemuan lagi nih" ucap melati.


"Ya udah ya udh yukk sini duduk disini kita makan bareng" ucap Ahza.


Mereka bertiga makan dengan bercerita .


1 jam kemudian,


"Duh udah hampir siang banget nih gue harus kembali ke cafe nih" ucap intan.


"Iya aku juga udah harus kembali ke kantor nih" ucap melati.


"Oke deh kalian hati-hati ya kapan-kapan kita ketemuan lagi" ucap Ahza.


"Oohhh oke deh" ucap intan dan melati dan berpelukan dengan Ahza.


Setelah intan dan melati pergi Ahza menuju keruangan pasien yang harus ditangani. Seharian itu Ahza cukup sibuk menangani beberapa operasi dan menangani orang kecelakaan.


Kringg kringg!! Ponsel Ahza berdering ada nama Ilham disana.


Ilham? Gimana Ahza.


📱:"Hallo?"


📱:"Hallo, Ahza aku jemput kamu dibawah" ucap Ilham.


📱:"Ohh baiklah aku turun sekarang" ucap Ahza.


📱:"Okeh" ucap Ilham menutup telfonnya.


Ahza mengambil tas selempang nya dan berjalan menuju koridor rumah sakit dengan cepat. Dalam hatinya dia berfikir kenapa dia langsung menerima ajakan Ilham begitu saja tanpa berfikir lebih dalam padahal saat Ilham menelfon nya Ahza sedang memikirkan Raffa Allo.

__ADS_1


Ahza sendiri juga tidak tahu semenjak mendapat kabar dari Dona bahwa mereka akan pergi ke Paris hati Ahza gelisah dan tidak menentu. Membuat Ahza sendiri bingung pada perasaanya. Tanpa disadari air matanya selalu jatuh dipipi manisnya itu teringat akan kenangannya bersama Raffasya ketika Raffasya masih hidup.


Ahza memperlambat langkahnya tanpa disadari air matanya sudah berjatuhan membasahi pipinya dan dia teringat akan satu hal bahwa besok adalah hari kematian Raffasya. Ahza berjalan di koridor rumah sakit yang agak sepi hanya ada beberapa suster yang lewat menyapanya.


Sesampainya didepan rumah sakit Ahza melihat Ilham di sebrang jalan yang membawa 2 gelas bubble drink. Ilham melambaikan tangan pada Ahza.


Dan ahza pun berjalan menyebrang jalan menghampiri Ilham.


"Hai" sapa Ahza.


"Hai juga, kau terlihat tidak fokus. Ada apa?" Tanya Ilham.


"Tidak ada apa apa, ayo kita mau kemana" ucap Ahza.


"Hari ini ada film bagus bagaimana jika kita menontonnya sebentar?" Ucap Ilham.


"Aku juga sudah membeli minuman" sambung Ilham.


"Baiklah boleh juga" ucap Ahza.


Mereka menuju bioskop dan menonton film yang baru tayang. Ilham nampak menikmati filmnya sedangkan ahza matanya terfokus pada film namun hati dan fikirannya sedang berkelana.


Pukul 08:00 malam,


Setelah filmnya selesai Ilham mengajak Ahza ke cafe milik Intan. Dan mereka bertemu dengan intan. Ilham dan intan berkenalan dan mengobrol cukup lama dan lagi-lagi pikiran Ahza sedang berkelana ntah memikirkan apa.


Pukul 09:00 malam,


Ahza dan Ilham pulang kerumah setelah Ilham mengantarkan Ahza pulang ikham pun menuju ke villa pribadinya.


Ahza membaringkan tubuhnya yang letih dan membuka album fotonya bersama dengan Raffasya. Lagi-lagi air matanya terjatuh dan membasahi pipinya. Memeluk buket bunga kain falnel mawar merah yang diberikan Raffasya.

__ADS_1


Raffasya besok aku akan mengunjungimu sayang! Ucap ahza dalam hatinya memeluk bunga itu dengan erat tangannya yang meneteskan air matanya.


__ADS_2