Setangkai Mawar Hitam

Setangkai Mawar Hitam
Episode 22


__ADS_3

Ahza dan sari berjalan menuju parkiran, saat berjalan di koridor rumah sakit Ahza dan sari bertemu dengan Ilham.


"Dokter Ahza" sapa Ilham.


"Ah, dokter Ilham sudah sampai" sapa Ahza kembali.


"Iya aku akan menggantikanmu untuk sift malam" ucap Ilham senyum.


"Dokter terlihat kurang sehat, apa kau baik-baik saja?" Tanya Ilham


"Iya, aku baik-baik saja mungkin hanya kurang tidur saja" ucap Ahza.


"Kalau begitu istirahatlah dan jangan sampai sakit" ucap Ilham.


"Baik, aku permisi dulu" ucap Ahza.


"Sampai jumpa" sambung Ahza.


"Sampai jumpa" ucap Ilham.


Kaki Ahza terasa sangat berat dan sangat lelah. Ingi rasanya cepat-cepat sampai kerumah.


Diperjalanan Ahza terdiam bukannya karena tidak ingin berbicara hanya saja tubuhnya lelah sehingga berbicarapun terasa berat.


Setelah sampai rumah sari Ahza menjalankan mobilnya Pikirannya agak kacau, memikirkan Raffa terus menerus. Ahza tidak langsung pulang kerumah melainkan kemakam Raffasya dan membawa buket bunga mawar hitam dan merah.

__ADS_1


Sesampainya di pemakaman Ahza tersenyum saat melihat nama Raffasya terukir dengan bagus dibantu nisan miliknya. Ada bunga baru yang tumbuh disamping makam Raffasya.


Bunga mawar hitam yang tumbuh disamping makam Raffasya mekar dengan sangat indahnya dengan warna hitam pekat dan duri hijau yang ujungnya kemerahan.


Hitam berpaduan dengan hijau seakan melambangkan jika ada yang mati maka ada harapan baru yang akan muncul.


Ahza sangat menyukai warna hijau karena baginya hijau adalah lambang harapan bagi semua orang. Setiap bibit yang ditanam akan muncul tunas dan daun berwarna hijau. Seperti itulah kehidupan yang dijalani setiap orang.


Seperti bunga yang mati maka biji dari bunga tersebut akan menumbuhkan bunga lain yang lebih indah dari bunga sebelumnya.


Ahza adalah gadis yang sangat berbakat ia sangat menyukai kisah tentang Aristoteles yang bertanya pada gurunya.


Pada suatu hari Aristoteles bertanya pada gurunya "Apa itu cinta sejati?"


Lalu gurunya pun menjawab


Kemudian Aristoteles melakukannya dan kembali dengan tangan kosong


Kemudian gurunya bertanya "Mana bunganya"


Aristoteles menjawab "Saya tidak mendapatkan nya. Sebenarnya saya telah menemukannya tapi saya berfikir didepan ada yang lebih bagus lagi. Tapi ketika sampai diujung taman saya baru menyadari bahwa bunga yang saya temui pertama tadi adalah yang terbaik Namun saya tidak bisa kembali kebelakang"


Kemudian gurunya menjawab "Seperti itulah cinta sejati semakin kau mencari yang terbaik maka kau tak akan pernah menemukannya.. jangan pernah menyia-nyiakan cinta seseorang yang tumbuh di hatimu karena waktu tak akan pernah kembali"


Dan selalu mengingat kata-kata Raffasya "Jika kamu percaya seleksi alam itu ada, harusnya tidak perlu takut ditinggalkan... Tidak perlu takut dilepaskan dan dilupakan setiap ada yang pergi akan selalu ada yang datang"

__ADS_1


Ahza tersenyum miris dengan genangan air mata yang lolos begitu saja membasahi pipinya dan menetes di bunga mawar hitam pekat disamping makam Raffasya.


Ahza mengusap batu nisan yang bertuliskan nama Raffasya dan berkata


"Cinta sejati.. sampai detik ini aku.. aku belum bisa melupakanmu dan tidak akan pernah bisa.." ucap Ahza dengan linangan air mata dipelupuk matanya.


Meletakkan buket bunga mawar hitam tepat diatas batu nisan Raffasya tersenyum dan hanya bisa menatap makam yang mengubur cintanya cintanya dihati Ahza terus dan terus tumbuh untuk pria bernama Raffasya Alfariq.


Setelah 30 menit lebih Ahza menatap makam orang yang sangat ia cintai Ahza berpamitan dan segera pulang hari semakin larut dan jam menunjukkan pukul 17:45 sore.


Dalam perjalanan Ahza hanya terdiam dengan tatapan kosong dan terdiam tapi hebatnya masih memikirkan keselamatan dalam berkendara. Ahza kuat karena kekuatan dan kemampuan yang diberikan Raffasya untuknya.


Sesampainya dirumah, Ahza merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya tangannya meraih album foto yang ada diatas meja samping tempat tidurnya.


Ahza bangkit dari baringnya dan duduk bersandar disandaran tempat tidurnya dan mulai membuka album yang tertulis RAFFASYA ♡ AHZA. Ahza mulai membuka lembar pertama dimana seseorang memotret mereka pada saat pertama kali Raffasya menyatakan cintanya didepan umum. Lembar kedua menunjukkan Raffasya selalu menemani Ahza kemanapun dan dimanapun.


Sampai dilembaran terakhir lembaran dimana foto Raffasya dan Ahza foto untuk terakhir kalinya saat ditaman untuk Anniversary hari jadian mereka yang ke 5 sebelum akhirnya Raffasya kecelakaan dan meninggalkan Ahza untuk selamanya.


Kenangan, impian, harapan dan cita-cita yang mereka buat dan mereka ukir dalam album tersebut harus disimpan dalam-dalam dan hanya bisa mengenangnya tanpa bisa mewujudkannya.


Air mata Ahza kembali mengalir membasahi album tersebut dan air matanya menetes pada foto Raffasya. Mengenggam erat album tersebut dan menangis sendu. Keadaan kamar Ahza sangat hening hanya ada Isak tangisnya dan detik jarum jam yang menjadi saksi bisu atas kesedihan Ahza.


Ahza membaringkan dirinya dan masih mendekap album tersebut. "Selamat malam" ucap Ahza sebelum memejamkan matanya dan kedalam mimpinya.


______________

__ADS_1


Hallo para pembaca👋 kembali lagi pada novel SETANGKAI MAWAR HITAM😁 maaf ya judulnya Author ganti dan belum sempat memberi alasan yang pas😅 terimaksih atas dukungan like komen serta support yang mendukung novel Author 🤗 jangan lupa tinggalin jejak tetap like+komen dan jangan lupa dibaca🤗 enjoy Nex Eps and happy reading Babay👋👋 salam dari author Bobrok 😂👋


__ADS_2