
1 Minggu kemudian,
Satu Minggu telah berlalu hubungan Ahza dan Raffasya semakin membaik, namun tidak terlepas dari pertengkaran kecil. Ahza sangat bersyukur memiliki sosok laki-laki yang dapat melindunginya dan selalu ada untuknya.
Raffasya tidak hanya menemani Ahza namun Raffasya juga mengajari pelajaran dan berbagai latihan pada Ahza. Karena disekolah mereka banyak ekstrakurikuler yang menarik Ahza masuk kedalam ekstrakurikuler menari. Meskipun Raffasya tidak bisa mengajari Ahza menari namun mereka saling melengkapi untuk mendapat hubungan yang terbaik.
Raffasya mengikuti ekstrakurikuler futsal. Sore ini Raffasya latihan, dan Ahza harus pulang bersama intan dan melati.
"Za?"
"Ya?"
"Kamu hari ini pulang sama melati dan intan dulu ya?" Ucap Raffasya.
"Kamu mau kemana?"
"Aku kan ada latihan futsal Krena bulan depan kan kemungkinan besar ada lomba" ucap Raffasya.
"Ohh gitu ya udah deh nggak papa"
"Ya udah kamu hati-hati ya aku ke lapangan dulu" ucap Raffasya sambil mengelus kepala Ahza.
"Okeh"
"Cieee, tenang aja kak Raffa kita akan jagain Ahza kakak tenang aja" ucap intan sambil meringis.
"Oke oke aku percaya kalian kalau gitu aku pergi duluan ya" ucap Raffasya sambil melambaikan tangan.
"Okeh kak" ucap intan dan melati.
"Ciee nggak ikhlas gitu" ledek intan.
__ADS_1
"Enggak, udah yuk pulang" ucap ahza.
****
Ditengah perjalan Ahza dan teman-temannya Bunga, Citra dan Kirana menghadang mereka dan melabrak Ahza dan teman-temannya. Mereka bertiga juga seangkatan dengan Ahza namun berbeda kelas.
"Heh, Ahza berhenti!" Bentak Bunga sambil menghadang Ahza.
"Woii Bunga Lo apa apa sih?" Bentak intan.
"Lo diem ya" bentak Bunga.
"Seminggu yang lalu Lo terima cintanya kak Raffasya kan?" Ucap Bunga sambil mencengkram kerah baju Ahza.
"Kamu tenang dulu kita bisa bicarakan baik-baik" ucap ahza sambil melepaskan tangan Bunga.
"Seminggu yang lalu memang aku terima cintanya kak Raffa tapi apa hubungannya sama kamu? Toh juga aku sama kak Raffa udah..."
Plakk!! Intan menampar Bunga.
"Lo.." ucap Bunga.
"Apa? Haa? Lo udah nampar Ahza jadi apa? Gue gak boleh nampar Lo?" Ucap intan.
"Lo berani banget nampar Bunga" ucap citra.
"Apa? Lo pikir gue takut sama Bunga? Ehh kalian itu kalau cemburu pakek akal sehat dong bukan main fisik" ucap intan.
"Lo udah nampar gue Lo cari masalah" bentak Bunga.
"Lo yang cari masalah" bentak Ahza.
__ADS_1
"Ada apa ini?"
Suara Raffasya muncul yang dari tadi berdiri disebrang jalan dan mulai mendekat kebelakang Bunga.
"Kak Raffa" ucap mereka kompak.
"Ahza pipi kami.. merah? Kenapa?" Tanya Raffasya sambil mengelus pipi Ahza.
"Kak Ahza ditampar sama Bunga" ucap melati.
"Apa? Bunga nampar Ahza?" Tanya Raffasya.
"Bener kak, tadi pas kita lagi jalan mereka bertiga ngehadang kita terus Bunga tanya ke Ahza apa bener Minggu kemarin kak Raffa nembak Ahza, nah pas Ahza lagi jelasin tiba-tiba Bunga nampar Ahza terus intan nampar Bunga gantian" ucap melati.
"Raffasya berbalik dan menggenggam tangan Bungan dengan kuat.
"Kak Raffa aku.."
"Berani sekali kamu ngelakuin hal itu? Apa hubungannya kita sampai kamu nampar cewekku?" Ucap Raffasya sambil menggenggam tangan Bunga dengan sangat erat dan menatap mata Bunga.
"Kak aku bisa jelasin" ucap bunga gemetar.
"Cukup aku gak butuh penjelasan dari kamu" ucap Raffasya sambil menarik tangan Ahza.
"Kak tunggu aku bisa jelasin" ucap Bunga sambil memegang tangan Raffasya.
Bruk!! Raffasya menghempas tangan Bunga hingga terjatuh!
"Jangan berani kamu sakiti Ahza dan ingat jangan kamu berani deketin aku lagi" ucap Raffasya sambil melirik dingin kearah bunga.
****
__ADS_1