
Keesokan harinya,
Pukul 05:00 subuh,
Ahza terbangun dan membersihkan kamarnya dan mulai memasak Saparan pagi. Ahza memang tinggal disebuah apartemen keluarganya ada di kota Y untuk menjalankan tugas kantornya.
Setelah selesai memasak dan sarapan Ahza mandi dan bersiap-siap ke rumah sakit.
Kringg!! Telfon rumah Ahza berdering.
☎️:"Hallo?"
📱:"Hallo Ahza?"
Suara Ilham!
☎️:"Ada apa dokter Ilham?" Ucap ahza.
__ADS_1
📱:"Panggil saja Ilham ini diluar rumah sakit. Oh iya aku ada dibawah apartemen mu kau turunlah kita ke rumah sakit bersama" ucap Ilham
☎️:"Aku akan membawa mobil sendiri jika dokter tidak keberatan kita pergi bersama tetapi beda mobil" ucap Ahza.
📱:"Tidak masalah!" Ucap Ilham
☎️:"Baiklah aku turun sekarang sampai jumpa!" Ucap ahza mematikan telfon.
Ahza sedikit bingung dengan tingkah laku Ilham yang mengajaknya Terus menerus. Sudah 3 hari Ilham mengajaknya. Tapi bukan masalah Ilham juga orang yang baik.
Ahza mengambil tasnya kemudian mengambil kunci mobil dan turun dengan cepat. Sebenarnya hari ini Ahza tidak ingin pergi ke rumah sakit tapi sudah tugasnya sebagai dokter untuk melayani pasien.
Tapi sekarang keadaanya berbeda jika dulu selalu dilakukan bersama namun saat ini akan dilakukan sendirian. Dengan berat Ahza melangkahkan kaki untuk ke rumah sakit.
Di apartemen bawah Ilham sudah menunggu Ahza dengan jas dokternya yang rapi.
"Ayo berangkat" ucap Ilham.
__ADS_1
"Baiklah aku duluan" ucap Ahza.
Ilham hanya tersenyum menunjukkan lesung pipinya yang agak dalam. Lesung itulah yang membuat Ilham terlihat sebagai dokter tampan dan berwibawa difavoritkan seluruh dokter dan suster rumah sakit.
****
Rumah sakit kota I,
Sesampainya tempat parkir Ahza dan Ilham keluar dari mobil masing-masing, Saat memasuki pintu rumah sakit dengan seketika seluruh suster mengerumuni Ilham. Ahza yang diacuhkan oleh seluruh suster hanya bisa tersenyum menggelengkan kepalanya.
Seperti biksu tong yang dikerumuni oleh siluman laba-laba! Ucap ahza dalam hati sambil tertawa kecil.
Ilham yang melihat Ahza hanya tersenyum sambil menatap Ahza.
Ehh?menatapku kah? Ucap ahza dengan cepat membalikkan badannya dan menuju keruangannya.
Ahza berjalan di koridor dan bertemu dengan beberapa pasien yang pernah Ahza tangani dan menyapanya. Ahza terkenal dengan keramahannya terhadap semua pasiennya tua muda bahkan anak-anak sekalipun. Bahkan Ahza sering memberikan Lollipop kepada anak-anak.
__ADS_1
Ahza memang sangat menyukai anak kecil hingga seluruh ruangannya dihiasi bagaikan dokter spesialis anak, bahkan menaruh beberapa toples yang berisi permen dan coklat.